• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Aksi Warga Menolak Reklamasi Teluk Benoa

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
3 August 2013
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa
Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa di Renon. Foto Anton Muhajir.

Karena satu tanda tangan juga sebuah penolakan. 

Di antara riuhnya perdebatan di dalam Gedung Wismasabha milik Pemerintah Provinsi Bali hari ini, sekitar 30 warga melaksanakan aksi penggalangan tanda tangan untuk menuntut keadilan investasi di Bali.

Kelompok tanpa nama ini diikuti warga terutama dari kalangan aktivis lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa, pegawai swasta, ibu rumah tangga, dan warga lainnya.

Selama dua hari, Jumat dan Sabtu, kelompok ini menggalang tanda tangan di Lapangan Renon, Denpasar. Mereka membawa dua spanduk dengan tulisan besar “Ngurug Pasih = Ngurug Bali. Tolak Reklamasi” dan “Sayangi Bali, Tolak Reklamasi”.

Aksi penggalangan tanda tangan warga untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.
Aksi penggalangan tanda tangan warga untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Foto Anton Muhajir.

Spanduk putih tersebut kemudian dibawa keliling Lapangan Renon, tempat warga Denpasar berolahraga, untuk menggalang tanda tangan penolakan terhadap reklamasidan keadilan investasi.

Beberapa warga kemudian membubuhkan tanda tangan di spanduk putih tersebut. Sebagian di antara mereka juga menuliskan penolakannya.

Cok Sawitri, penyair di Bali, misalnya, menuliskan puisi di spanduk tersebut. “Kacau pulauku. Kacau lautku. Hendak kau jajah atas nama kesejahteraan. Maka, aku putuskan akan melawan sampai mati,” tulis Cok Sawitri.

Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa
Tulisan warga yang menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Foto Anton Muhajir.

Warga lain ada yang menulis, “Nanti yang untung investor. Begitu Bali kering, tenggelam, kelelep, investor terbang lagi ke pulau lain.”

Menurut sejumlah warga, ketidakmerataan investasi di Bali bisa membuat ikutan masalah lain seperti urbanisasi, kemiskinan, dan lainnya.

Tak hanya warga lokal, beberapa warga asing yang sedang jogging atau jalan-jalan di Lapangan Renon pun turut memberikan dukungan lewat tanda tangan. Seperti warga pada umumnya, warga asing ini pun terlebih dulu bertanya kenapa harus menolak reklamasi sebelum kemudian memberikan tanda tangan.

Aksi tolak reklamasi Teluk Benoa
Aksi tolak reklamasi Teluk Benoa diadakan di depan Kantor Gubernur Bali. Foto Anton Muhajir.

Tanpa orasi
Hari ini, ketika Gubernur Bali mengadakan simakrama di kantornya, puluhan warga ini kembali melanjutkan aksi penggalangan tanda tangan. Setelah terkumpul sekitar 500 tanda tangan, mereka membawa spanduk tersebut ke depan kantor Gubernur. Selama pertemuan gubernur, puluhan warga yang tak menggunakan nama kelompok apa pun ini lebih banyak bernyanyi. Tidak ada orasi sama sekali.

Beberapa musisi muda menyanyikan lagu, dengan lirik yang sederhana tapi kontekstual. “Bangun Bali, subsidi petani. Kita semua makan nasi, bukannya butuh reklamasi,” demikian kutipan lirik yang dikomando anak muda personil band Nosstress ini.

Lagu Bali Tolak Reklamasi
Lagu Bali Tolak Reklamasi yang dibuat Agung Alit dan Nosstress. Foto Anton Muhajir.

Meskipun demikian, peserta aksi aktif menggalang tanda tangan dan memberikan penjelasan kepada warga yang bertanya.

Agus Januraka, salah satu warga yang menggalang tanda tangan tersebut mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk penolakan dari warga terhadap rencana reklamasi di Teluk Benoa yang diizinkan Gubernur Bali.

Menurut Agus, karyawan sebuah perusahaan perjalanan pariwisata, Bali selatan saat ini tidak perlu lagi membangun fasilitas pariwisata baru dengan skala besar karena sudah banyaknya hotel di daerah tersebut. Di sisi lain, pembangunan fasilitas pariwisata baru di Bali selatan juga tidak mengindahkan fungsi Teluk Benoa yang selama ini menjadi campuhan atau pertemuan sejumlah sumber air yang mengaliri kawasan Kuta Selatan ini.

Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa
Aksi tolak reklamasi Teluk Benoa di depan kantor Gubernur Bali. Foto Anton Muhajir.

Agung Wardana, yang fokus pada studi hukum lingkungan dan sedang kuliah S3 di Australia ini juga memberikan pendapatnya melalui email. Menurutnya invetasi raksasa ini tak hanya sekadar dilihat dari dampak lingkungannya tapi juga analisis kelas dan risiko.

“Siapa yang berhak mengakses dan memanfaatkan kawasan yang direklamsi, tentu saja bukan orang Bali kebanyakan,” kata pria muda mantan Koordinator Walhi Bali ini.

Ia mengingatkan sejumlah proyek sejenis yang mangkrak dan cenderung menguasai sumber daya alam secara masif. Misalnya Bali Turtle Island Development (BTID) Serangan dan Bali Benoa Marina milik keluarga Cendana.

Semua megaproyek tersebut saat ini justru terbengkalai dan meminggirkan warga lokal. Padahal, dulu juga proyek-proyek ini digembar-gemborkan akan mendatangkan kesejahteraan. [b]

Tags: AksiBali Tolak ReklamasiLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Next Post
Babak Adi Parwa dalam Cerita Reklamasi Benoa

Babak Adi Parwa dalam Cerita Reklamasi Benoa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia