• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, April 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

AHY Singgung Tiga Isu Utama di Bali: Tata Ruang, Kemacetan, dan Sampah

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
16 October 2025
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
AHY dalam Clean Up Event Mangrove

Di tengah berbagai masalah yang melanda Taman Hutan Raya (Tahura) Bali, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) melakukan acara bersih mangrove (13/10). Acara tersebut dilakukan di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang dan dihadiri jajaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Bali, dan pemerintah Jerman.

Di bawah terik matahari, para peserta berdatangan. Sebagian besar mengenakan baju berwarna biru. Acara baru dimulai pukul 12:00 WITA, setelah iringan Kemenko Infra tiba di lokasi.

Acara ini merupakan seremonial kerja sama antara Indonesia dan Jerman. Salah satu proyek kerja samanya adalah Green Infrastructure Development (GID), program kerja sama bilateral yang dilaksanakan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) bersama Deutsche Gesellschaft Für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Proyek tersebut sudah dijalankan sejak tahun 2023 di empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Acara dibuka dengan pidato Gubernur Bali, Wayan Koster. Melalui pidatonya, Koster menekankan pencemaran lingkungan sebagai salah satu masalah yang tengah dihadapi Bali. “Rusaknya ekosistem alam tergerus karena kecepatan laju pembangunan, terutama di sektor pariwisata,” ujar Koster.

Koster mengatakan Pemerintah Provinsi Bali tengah berupaya mengatasi permasalahan sampah. Pasalnya, selama ini sampah di Bali hanya ditumpuk, diangkut, dan dibuang, sehingga menimbulkan gunungan sampah seperti di TPA Suwung. Beberapa tahun terakhir, Pemprov Bali menggiatkan program pengolahan sampah berbasis sumber, dari tingkat desa, wilayah kota, hingga industri pariwisata.

“Kami mendapat arahan dari Pemerintah Pusat, yaitu pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi untuk mengolah sampah menjadi energi,” ujar Koster. Dalam rangka mewujudkan Waste to Energy (WTE), Pemprov Bali sudah menyiapkan lahan minimal 5 hektar. “Dan memastikan produksi sampah minimum 1.000 ton per hari yang kami peroleh dari Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, serta persyaratan yang berkaitan dengan regulasi daerah,” imbuhnya.

Hari itu hadir GIZ yang diwakili oleh Cooperation Area Lead Urban Development and Special Assignment, Thomas Foerch. Thomas menyampaikan sejumlah kerja sama yang telah dilakukan Indonesia dan Jerman dalam pengolahan sampah, yaitu pengembangan infrastruktur dan fasilitas pengelolaan sampah, mempromosikan program daur ulang, meningkatkan sistem pengumpulan sampah, penanganan sampah laut, dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah.

Clean up event itu dihadiri oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. AHY menyinggung sejumlah proyek infrastruktur di Bali. Ia menyebutkan infrastruktur breakwater atau pemecah gelombang. 

“Kita ingin merestorasi pantai yang sudah mundur kurang lebih 15 meter dari kondisi awal di tahun 1980-an,” ujar AHY. Ia menyebut restorasi itu penting karena abrasi dapat berdampak pada pelaku usaha, sektor pariwisata, hotel, restoran, hingga mal yang ada di pesisir. Selain dengan pemecah ombak, restorasi juga dilakukan dengan mengisi kembali pasir-pasir laut.

Beberapa waktu lalu, Koster juga bertandang ke Jakarta untuk bertemu AHY. Dalam kesempatan itu, Koster menyampaikan tiga isu di Bali, yaitu tata ruang, kemacetan, dan sampah.

Persoalan tata ruang dikaitkan dengan banjir dan bencana lain yang terjadi beberapa waktu lalu. AHY menyinggung tata ruang yang disalahgunakan dapat menyebabkan kerugian material, kerusakan infrastruktur, dan menelan korban jiwa.

Masih berkaitan dengan tata ruang, ada juga isu kemacetan. “Ada paradoks. On one hand we want to attract more and many more tourism… Tapi at the same time, kita juga tidak boleh membiarkan terjadi eksploitasi terhadap Bali atas nama pariwisata,” singgung AHY.

Masalah terakhir yang ia singgung adalah masalah sampah. Ia mendukung upaya mengubah sampah menjadi energi baru dan terbarukan. Ini juga berkaitan dengan sampah yang ada di mangrove, sebagaimana tujuan utama acara hari itu. Mangrove memiliki sejumlah fungsi dalam mitigasi perubahan iklim, yaitu untuk menyerap dan menyimpan karbon, mencegah abrasi, hingga mengurangi emisi gas rumah kaca.

Acara utama pun tiba, beberapa instansi terpilih melakukan pembersihan mangrove dengan menaiki kano. Tidak semua peserta ikut turun membersihkan mangrove karena terbatasnya perlengkapan. Peserta yang tidak ikut membersihkan mangrove disuguhi mimuman dan makanan. Sayangnya, minuman yang dibagikan malah air minum dalam kemasan sekali pakai. Bungkus makanan yang digunakan pun menggunakan bahan-bahan sekali pakai. Meski begitu, di samping tenda terdapat tempat pemilahan sampah yang disediakan oleh Eco-Bali.

sangkarbet
Tags: mangrove di Balipengolahan sampahpengolahan sampah di BaliSampahsampah di baliTata Ruang
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Menata Ulang Kebijakan Pengelolaan Sampah Nasional

2 February 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Penutupan TPA Suwung Picu Aksi Protes Forum Swakelola Sampah Bali

Penutupan TPA Suwung Picu Aksi Protes Forum Swakelola Sampah Bali

5 January 2026
Next Post
Adakah Sistem Peringatan Dini Banjir di Bali? Ini Simulasinya

Adakah Sistem Peringatan Dini Banjir di Bali? Ini Simulasinya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

11 April 2026
Majelis Hakim Mempertanyakan Surat Keterangan Mahasiswa Tomy

Majelis Hakim Mempertanyakan Surat Keterangan Mahasiswa Tomy

10 April 2026
Bukan Cuma Maag, Ini 5 Penyakit yang Sering Mengintai Mahasiswa Tingkat Akhir

Bukan Cuma Maag, Ini 5 Penyakit yang Sering Mengintai Mahasiswa Tingkat Akhir

10 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia