• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, May 25, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pak Ketut Setia Melakoni Tanpa Gengsi

Dewi Mahayanthi by Dewi Mahayanthi
21 June 2011
in Kabar Baru, Sosok
0
1
Ibarat menyelam sambil minum air. Sambil bersepeda juga bekerja. Foto Dewi Mahayanthi.

Sambil bekerja, dia mengurangi dampak buruk perilaku orang yang suka buang sampah sembarangan.

Peledakan bom di Bali pada tahun 2002 lalu telah menghilangkan profesi sebagian orang. Sektor pariwisata saat itu benar-benar terpuruk. Pemutusan hubungan kerja pun terjadi pada banyak orang. Demikian pula I Ketut Sudiarta yang saat itu bekerja sebagai cleaning service di Sari Club.

Pria berumur 36 tahun ini dipecat perusahaannya. Lalu, dia memilih pekerjaan sebagai pemungut botol sisa dan kardus. Dia mengaku tidak malu melakoni pekerjaan itu. Baginya, pekerjaan itu halal daripada tidak bekerja setelah tragedi tersebut.

Pak Ketut, panggilan akrabnya, selalu ada di setiap kegiatan bersepeda (fun bike) di Denpasar dan sekitarnya. Demikian pula Minggu kemarin. Dia tampak sibuk memungut botol sisa dan kardus di sela-sela keramaian orang.

Pak Ketut datang ikut bersepeda sambil melakoni tugasnya. Ibarat menyelam sambil minum air. Dari rumahnya di jalan Gatot Subroto VI Denpasar Utara dia setiap hari bersepeda mengelilingi kota mencari botol bekas. Sore harinya langsung di jual ke tempat penampungan di daerah Cargo, Ubung.

Botolnya dibeli Rp 2.000 per kilogram sedangkan kardus Rp 1.200 per kilogram. Rata-rata pendapatannya Rp 30.000 per hari.

Pekerjaan seperti yang dilakoni Pak Ketut lumayan mengurangi sampah botol di setiap acara-acara fun bike. Dia bisa mengurangi dampak buruk perilaku masyarakat yang kurang disiplin dan menyebabkan sampah berserakan di setiap acara fun bike itu.

Selain mendatangkan rezeki, pekerja ini juga membawa keberuntungan bagi Pak Ketut. Dulunya dia hanya memiliki sepeda tua. Tapi, karena rajin mengikuti acara fun bike, dia beruntung mendapat hadiah sepeda baru. Sepeda baru ini sering dia gunakan untuk mencari botol bekas. Demi keluarga, Pak Ketut menghilangkan semua rasa malu dan gengsinya.

Begitulah kisah seorang lelaki yang cinta bersepeda dan melakoni hidup sebagaimana mestinya. [b]

Tags: BaliKrama BaliProfilSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Dewi Mahayanthi

Dewi Mahayanthi

Gadis yang terlahir sempurna dengan segala kekurangannya. mencoba sekeras hati melawan keterbatasan dengan mengikuti beberapa organisasi di dunia ini. Mencoba segala sesuatu yang belum pernah aku coba dalam kehidupan ini.

Related Posts

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Next Post
Mencegah Pariwisata Jadi Anak Durhaka

Mencegah Pariwisata Jadi Anak Durhaka

Comments 1

  1. Bram says:
    15 years ago

    Tidak perlu malu atas pekerjaan kita sendiri, kalau seperti Malinda Dee itu baru harus malu.

    Mengenai sampah, pernah saya naik mobil dari Denpasar menuju Besakih. Kira-kira di daerah Karangasem saya melihat ada seorang wanita menyapu depan rumah lalu membuang sampah ke selokan. Saya betul-betul geram melihat tingkah laku ini.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

25 May 2026
Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia