• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, May 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Durian Mahal Tak Lantas Dijual

eniastari by eniastari
15 May 2011
in Kabar Baru, Travel
0
1
Meski harganya mahal, semua orang ingin menjual durian. Foto Kompasiana.

Ketika asyik berbincang sambil membelah durian, tiba-tiba ada suara plung di belakang rumah.

Ari cepat-cepat berlari menuju kebun belakang berharap menemukan durian yang diperkirakannya jatuh itu. Musim durian telah tiba termasuk di Bali. Inilah kesempatan besar bagi petani durian. Namun, tak semuanya mengambil kesempatan itu.

Terbukti ruas jalan raya telah dipenuhi oleh para penjual buah durian. Mencium aromanya saja sudah membuat ingin cepat-cepat mencicipi si manis berkulit duri ini. Buah dengan aroma dan rasa sangat kuat ini memang menggugah selera bagi sebagian besar orang.

Penampilannya memang kurang menarik, tapi sangat berbeda ketika dicicipi. Sampai-sampai membuat ketagihan.

Buah durian yang memiliki sebutan king of fruit ini memiliki beberapa manfaat jika dikonsumsi secukupnya, yaitu mempunyai manfaat mineral alamiah yang mudah dicerna tubuh. Durian juga bisa menjaga kesehatan kulit karena mengandung Vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan antipenuaan. Dia juga dapat meredakan stres dan mengatasi depresi karena mengandung Vitamin B6 atau piridoksin.

Namun, waspadalah jika dikonsumsi berlebihan karena dapat berakibat sebaliknya.

Jika melihat harganya, durian bernilai sangat tinggi. Apalagi untuk durian ukuran super atau durian Bangkok. Harga durian Bangkok berkisar antara Rp 30.000-Rp. 80.000. Adapun durian lokal berkisar antara Rp 25.000-Rp 45.000.

Namun, tak semua orang ingin menjual durian hasil panen mereka. Seperti Arisanti, mahasiswi Universitas Udayana asal Mengwi, Badung yang saya temui dua hari lalu di Banjar Tegal Narungan, Desa Sobangan, 45 menit dari pusat kota. Ia punya pohon durian berbuah banyak di belakang rumahnya. Dia lebih memilih untuk tidak menjualnya, tapi menyimpannya dan kemudian membaginya untuk sanak saudara dan teman-teman dekat.

“Mereka semua menunggu durian untuk disantap setiap hari,” tuturnya.

Tiap hari, tak sedikit durian bisa dikumpulkannya dari dua pohon durian miliknya. Ketika ditanya lebih jauh lagi Arik, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa uang bisa saja menjadi nomor dua bila dibandingkan dengan buah durian yang senantiasa jatuh dari pohonnya setiap hari.

Kadang ia tak ragu meloncat dari jendela jika mendengar suara durian jatuh. Dia berusaha mendapatkan durian di kebunnya. Jarak jendela kamar Ari dan kebun tak terlalu jauh. Ini membuktikan kecintaannya pada buah durian yang sudah digemarinya sejak kecil.

Durian memiliki banyak jenis. Salah satu yang pastinya sangat digemari para pecinta durian adalah buah durian dengan biji sangat kecil. Dalam bahasa Bali biasa disebut ngompen. Kualitas rasa dan alkoholnya tidak menyengat.

Biasanya durian memiliki kadar alkohol lumayan tinggi. Kadar alkohol ini berbahaya bagi ibu hamil dan penderita hipertensi.

Itulah yang dibanggakan Ari mengenai durian di kebunnya. Durian yang walaupun ukurannya tak sebesar durian Bangkok, tapi memiliki rasa dan kualitas tak kalah menariknya. Inilah yang menjadi alasan orang untuk memilih untuk mengonsumsi durian tanpa dijual walaupun bila dijual menapatkan laba yang tidak sedikit. [b]

Tags: BadungSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
eniastari

eniastari

i'm eni

Related Posts

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Bali Kini, Sembahyang pun Dalam Teror

Bali Kini, Sembahyang pun Dalam Teror

Comments 1

  1. wayan brata kykato says:
    15 years ago

    nikmatilah karya leluhur qta dan tetap jaga budaya bali yg berbahasa santun dan ramah sehiga tercipta hubungan yg harmonis selulung sebayan taka mari bersama ajegkan bali.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Senja Kala Humaniora

14 May 2026
Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

13 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia