• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, May 3, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Tembok Baru Bikin Malu

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
20 September 2010
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Teks dan Foto Luh De Suriyani

Pemerintah Kabupaten Badung hampir merampungkan pembangunan tembok baru dengan tinggi sekitar 2 meter di sepanjang Pantai Kuta sampai batas Pantai Legian. Sayangnya tembok ini dinilai tak ramah lingkungan dan menyulitkan pejalan kaki menikmati pantai dari jalanan.

“For those travelling to Kuta, here’s another wierd development which I prefer to call “the Kuta Wall”. If you are driving, riding, walking, strolling on the main road (Jalan Pantai Kuta), or sipping coffee at a ground floor cafe, you can no longer see the blue ocean. So, sorry guys, just enjoy the wall,” tulis Danny Yatim, turis dari Jakarta di halaman akun facebook-nya pekan lalu.

Danny yang dikonfirmasi mengatakan dia dan teman-temannya sangat kaget dengan suasana baru Pantai Kuta yang ditutup tembok dari batu alam putih itu. “Seperti biasa saya senang jalan-jalan pagi di pantai dan penasaran sekali sama tembok yang diceritakan keponakan saya. Kok ya pantai ditembokin lebih tinggi dari orang ya? Kenapa gak bikin tembok yang lebih hijau, itu lebih bagus,” keluhnya. Foto-foto yang diupload di laman social network-nya itu dikomentari banyak orang yang sama kecewanya.

“Actually yang mengerikan is the total amount of the money to build such a fort which actually can be build out of green, plants. Environment friendly wall, but what to do?” komentar Asana Viebeke Lengkong, salah satu aktivis yang kerap mengkritik pembangunan Kuta dan tinggal di kawasan Seminyak ini.

Menurut Asana, Pemkab Badung kebingungan menggunakan uang dari hasil pendapatan pariwisatanya yang melimpah. “Badung Region has got a lot of money, they don’t know what to do with the money and they have to spend it. Kuta will be always famous with lots of people bringing lots of money to spend. But nothing for the poor, nothing for the education, nothing for the problem of HIV-AIDS, just nothnig for the people because people make a lot of noise,” jelasnya lagi.

Tembok berarsitektur Bali itu dibuat persis seperti tembok di pura-pura atau kantor pemerintah yang sangat megah. Pembangunan kini tinggal menyisakan sepasang candi bentar di perbatasan Pantai Legian.

Pejalan kaki kini dan pengendara yang melintas kini hanya bisa melihat tembok. Deburan ombak dan cahaya matahari hanya bisa terlihat jika kita masuk ke balik tembok yang ditinggikan dasarnya dari jalan raya ini.

Menurut Humas Pemerintah Kabupaten Badung, I Gede Wijaya, pembangunan tembok baru di Pantai Kuta ini karena tiga alasan. Pertama, tembok dari batu sungai sebelumnya tak mencerminkan arsitektur Bali, walau terihat hijau dengan tanaan rambat dan setinggi perut orang dewasa.

Kedua, peninggian untuk menghalangi terbangnya pasir ketika musim angin barat datang. “Banyak turis yang mengeluhkan pasir yang lari ke jalanan,” ujarnya. Wijaya mengatakan angin barat hanya datang sekali-kali atau musiman.

Berikutnya, tembok Kuta yang baru dan lebih megah ini menurut Wijaya akan enak dignakan sebagai latar belakang foto bagi turis. “Arsitektur Bali akan langsung dikenal orang,” tambahnya.

Ia menolak menyebutkan total biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan tembok ini. “Protes kan biasa, yang jelas rencana ini sudah disosialisasikan,” katanya.

Sebagai ilustrasi, pada akhir tahun lalu sepasang candi bentar atau pintu gerbang pertama di depan kafe Starbucks sebelumnya telah menghabiskan biaya pembangunan dan biaya pemlaspasan (upacara selamatan) Rp 500 juta. [b]

Versi bahasa Inggris dimuat The Jakarta Post.

Tags: KutaLingkunganSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Next Post

Bersihkan Bali Darat Hingga Bawah Laut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Tomy Wiria dan Anomali Keberanian di Bali

2 May 2026
Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia