
Oleh: Ni Putu Ayu Mega Ananta, Ni Luh De Dina, Ni Putu Gina Mustika Putri, Ni Kadek Putri Bela
Di tengah melimpahnya produk dupa di Bali, sebuah inovasi berharga lahir dari tangan dingin warga Tihing Seka, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali. Dupa ini menggabungkan racikan bahan alami seperti bubuk kayu cendana dan olahan batok kelapa yang telah dibakar dengan sentuhan teknologi modern. Dari inovasi inilah BUMDes Bebandem menghadirkan Dupa Jagadhita yang tidak hanya menjadi sarana persembahyangan tetapi juga ikut memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.
Usaha dupa yang telah aktif berkembang selama lima bulan ini, ikut serta memberdayakan warga lokal sebagai tenaga kerja utama mereka, di antaranya Ibu Ketut Sudiarti dan Ibu Ketut Erni Ayu. Berdasarkan wawancara pada tanggal 3 Agustus 2026, Ibu Ketut Sudiarti menjelaskan bahwa Dupa Jagadhita dibuat dengan menggunakan bahan alami, seperti bubuk kayu cendana yang dimanfaatkan sebagai aroma. Selain cendana, ada berbagai aroma alami yang digunakan untuk memproduksi dupa tersebut serta batok kelapa yang telah dibakar.




Untuk memenuhi selera konsumen, Dupa Jagadhita menawarkan berbagai varian aroma, seperti Cendana, Menyan, Cempaka, Siwa hingga Lotus. Berbeda dari produksi dupa tradisional pada umumnya, proses pembuatan dupa ini telah memanfaatkan teknologi modern seperti mesin penggiling adonan dan oven pengering.
“Proses penjemuran paling cepat memerlukan waktu sekitar satu hari apabila cuacanya cerah. Namun, jika cuaca mendung atau hujan proses pengeringan memakan waktu hingga dua hari,” ungkap Ibu Ketut Sudiarti.

Dupa Jagadhita dipasarkan dalam berbagai ukuran dengan harga masih terjangkau bagi konsumen:
- 170 gram : Rp. 5.000
- 280 gram : Rp. 15.000
- 0,5 kg : Rp. 30.000
Proses pemasaran saat ini didukung penuh oleh BUMDes Bebandem melalui Swalayan Bebandem serta penjualan langsung ke warga sekitar. Meski demikian, usaha Dupa Jagadhita menghadapi kendala keterbatasan tenaga pemasaran (sales) untuk menjangkau pasar yang lebih luas di luar kecamatan. Pihak pengelola berharap ke depannya dapat menjalin kerja sama dengan lebih banyak distributor agar distribusi Dupa Jagadhita semakin optimal.
(Tulisan ini merupakan karya peserta Kelas Jurnalisme Warga di SMA Negeri 1 Bebandem)









