• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, September 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Bapak Petani Tuak, Ibu Mengolahnya Jadi Gula Merah

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
12 November 2020
in Kabar Baru, Sosok
0
0

Oleh Ni Ketut Juliantari

Ini cerita bapak saya, dan kemungkinan jadi generasi terakhir petani tuak di keluarga kami.

Pemandangan hijau menyambut di batas Desa Besan di Kecamatan Dawan Klungkung. Area hijau ini ditumbuhi rumput yang terawat dan pepohonan rindang. Setelah masuk lebih jauh, mulai nampak pemukiman, pura, dan balai-balai banjar.

Dari jalan desa, tak nampak desa ini menjadi penghasil tuak dan gula aren kelapa. Aktivitas petani menyadap nira kelapa ini ada di belakang pemukiman. Tinggal masuk ke salah satu gang, dan bertanya, maka warga akan menunjukkan beberapa lokasi kebun yang menjadi aktivitas petani tiap hari.

Salah satunya I Nengah Mudiarta, lahir di Besan, 26 Agustus 1965. Ia adalah seorang pencari tuak. Dia adalah bapak saya, mencari tuak sejak menggantikan ayahnya sampai sekarang.

Bapak tiap hari memanjat beberapa pohon kelapa untuk ngirisin. Demi menghidupi keluarganya. Ini merupakan salah satu mata pencaharian bapak.

Dalam sehari, bapak bekerja dua tahap, pagi dan sore hari. Pertama untuk mengiris dan menaruh wadah di atas pohon, menampung air nira kelapa sampai wadah cukup terisi. Tidak hanya satu pohon, tapi beberapa, agar nira yang didapat cukup banyak untuk bahan baku gula merah.

Pada sore hari, wadah diambil, diturunkan dari pohonnya. Demikian seterusnya.

Bapak memanjat pohon kelapa tanpa menggunakan alat. Di setiap pohon kelapa berisi platar untuk memudahkan memanjat.

Nira yang sudah menjadi tuak manis karena ditambah lau ini kemudian diberikan kepada istrinya, untuk diolah menjadi gula. Setelah dimasak beberapa jam jadi gula, mereka mendapatkan gula 2 kg.

Setelah jadi gula dijual ke warung, dan uangnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti beras, sayur, dan lainnya.

Namun, tidak ada generasi penerus pencari tuak dan pembuat gula merah untuk menggantikan bapak. Karena anak-anaknya tidak bisa memanjat.

(Salah satu karya dari peserta Kelas Jurnalisme Warga di Desa Besan, Dawan, Klungkung. Difasilitasi BaleBengong, didukung Spendedirekt)

kampungbet

Tags: desa besangula merahkelas jurnalisme warga
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

3 September 2026
Kayoan Bunderin, Mata Air Bersejarah yang Dijaga Sekaa Kayoan di Desa Bebandem

Kayoan Bunderin, Mata Air Bersejarah yang Dijaga Sekaa Kayoan di Desa Bebandem

23 August 2026
KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

KJW Desa Adat Guliang Kangin, Desa Penuh Sejarah

20 August 2026
Harmoni Alam dan Budaya di Kastala Trekking Karangasem

Harmoni Alam dan Budaya di Kastala Trekking Karangasem

15 August 2026
Pupuk Organik Cair Desa Kastala untuk Pertanian Berkelanjutan

Pupuk Organik Cair Desa Kastala untuk Pertanian Berkelanjutan

11 August 2026
KJW Menumbuhkan Rasa Kepemilikan Wilayah Sendiri

KJW Menumbuhkan Rasa Kepemilikan Wilayah Sendiri

8 August 2026
Next Post
#mositidakpercaya

#mositidakpercaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Megaproyek Bali Barat dan Utara: Beberapa Sempat Lenyap, Lalu Muncul Lagi

Megaproyek Bali Barat dan Utara: Beberapa Sempat Lenyap, Lalu Muncul Lagi

10 September 2026
Perkuat Kapasitas Individu untuk Tangguh Bencana

Perkuat Kapasitas Individu untuk Tangguh Bencana

10 September 2026
Transisi Energi Mesti Diikuti Pemanfaatan PLTS Atap dan Menghentikan Pembangkit Gas

Transisi Energi Mesti Diikuti Pemanfaatan PLTS Atap dan Menghentikan Pembangkit Gas

9 September 2026
Inilah Kunci Kemewahan Sejati Primo Chocolate Bali

Gotong Atas, Royong Bawah

8 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia