• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, May 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Merayakan Satu Dekade Lompatan Parkour Bali

Herdian Armandhani by Herdian Armandhani
8 April 2019
in Gaya Hidup
0
0


Komunitas Parkour Bali merayakan 10 tahun komunitas ini. Foto Herdian Armandhani.

Tidak mudah merintis sebuah komunitas baru.

Komunitas Parkour Bali, komunitas yang mengadaptasi kegiatannya dari Prancis, ternyata mampu menjawab tantangan ini. Komunitas ini mampu bertahan selama sepuluh tahun sejak dirintis sepuluh tahun lalu,

Pada tahun 2009 Ida Bagus Tantra dan lima temannya mencetuskan lahirnya komunitas ini. Mereka memulainya dengan hanya belajar dari situs penyedia layanan video di internet.

Kini komunitas ini telah memiliki lebih dari seratus anggota aktif dari latar belakang pendidikan profesi dan berbeda-beda. Olahraga yang memacu adrenalin dan olah tubuh itu kini banyak digemari oleh generasi milenial di Bali.

Untuk memperingati hari jadinya yang kesepuluh, Komunitas Olahraga Parkour Bali mengadakan sejumlah agenda kegiatan. Tujuannya untuk meningkatkan solidaritas antara anggota.

Pada Jumat (5/4/2019) di kediaman Ketua Parkour Bali di Jalan Gunung Payung, Kuta diadakan syukuran malam keakraban secara sederhana. Mereka mengundang seluruh anggota.

Malam itu anggota komunitas membuat video blog ucapan beserta harapan dan kritik.

Jamming

Agenda lain, pada Minggu (7/4/2019), komunitas ini mengadakan jamming (latihan bersama) dengan para anggota. Jamming dilakukan di seputaran Tugu Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi. Mereka mengambil tema kegiatan “One Decade Parkour Bali”.

Kegiatan jamming ini mengajak para anggota lama dan baru untuk latihan bersama. Positifnya kegiatan Komunitas Olahraga Parkour Bali meski ada beberapa anggota yang tidak mahir dalam suatu gerakan maka pra praktisi akan memberikan semangat dan motivasi. Mereka pun tidak takut untuk latihan kembali. Usai jamming, para anggota berkumpul untuk berdiskusi mengenai sejarah perkembangan parkour dunia dan awal lahirnya Parkour Bali. Tak lupa Komunitas ini memberikan kaos eksklusif dalam lomba yang diadakan di social media.

Alvin, salah seorang anggota Parkour Bali yang sudah 7 tahun bergabung mengatakan bahwa dirinya sangat senang menjadi bagian Komunitas Olahraga Parkour.

“Menjadi bagian dari Komunitas Parkour Bali merupakan sebuah kebanggaan. Selain mendapatkan teman dan keluarga, kita bisa melatih tubuh kita sehingga mahir dengan teknik-teknik olahraga parkour,” katanya.

Anggota lainnya Ngurah Yoga Reksa juga pun berujar bahwa dengan olahraga Parkour dirinya mendapat nilai-nilai yang positif. “Kalo gabung di sini badan menjadi sehat, praktisi-praktisinya sudah terlatih, dan temen-temennya asyik untuk diajak berdiskusi,” ungkapnya sambil tersenyum.

Bumiko salah seorang anggota termuda yang berusia 9 tahun curhat mengenai komunitas yang digelutinya belum lama ini. “Seru sekali bergabung dengan Parkour Bali, karena di sekolah tidak diajarkan teknik-teknik memacu adrenalin seperti parkour,” tuturnya malu-malu.

Untuk bergabung dengan Komunitas Olahraga Parkour tidak dikenakan biaya sama sekali. Hanya iuran seikhlasnya yang diberikan oleh para anggotanya. Komunitas Parkour Bali rutin mengadakan latihan bersama setiap hari Jumat pukul 19.00 wita di Taman Puputan Denpasar dan Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi setiap Minggu pukul 08.00 wita. [b]

Tags: BaliKomunitas
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Herdian Armandhani

Herdian Armandhani

Blogger, Citizen Journalist, Traveller.

Related Posts

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Next Post
Pendakian Rohani atau Pendakian Rok Mini?

Ketika Janda Bali Harus Pulang “Melalung”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026

TPA Suwung Ditutup, Apakah Bali Siap?

19 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia