• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, May 25, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pesatnya Bisnis Media, Pudarnya Independensi Wartawan

Angga Wijaya by Angga Wijaya
2 July 2017
in Kabar Baru, Opini
0
0
Salah satu tuntutan buruh Bali dalam aksi May Day dengan meminta dimasukkannya biaya upacara. Foto Metro Bali.

Ketika bisnis media berkembang pesat, independensi wartawan justru sekarat.

Bisnis media massa di Tanah Air dari hari ke hari semakin melaju dengan pesat. Namun, tuntutan komersial secara tidak langsung telah membunuh independensi wartawan. Pemilik modal telah menempatkan para wartawan sebagai alat mendapatkan keuntungan yang melampaui kompetensinya.

Metha Madonna, konsultan media yang juga sebagai pemakalah di International Conference of Communication Industry and Community (ICCIC) di Inna Grand Bali Beach Denpasar pada Maret 2016 mengatakan, kebanyakan pemilik modal telah melakukan komodofikasi wartawan, mulai dari mediator, agen, marketing hingga broker pencari iklan.

Dampak tekanan dari perusahaan media agar wartawan juga menjadi pencari iklan, pastinya akan menggerus idealisme dan independensi wartawan. Maka pada saat menyampaikan informasi pertimbangan untung rugi, kesinambungan hubungan dengan pemasangan iklan yang juga narasumber menjadi beban.

Dosen Fakultas Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta itu sangat menyesalkan intervensi pemilik modal atau perusahaan yang telah mengkomodifikasi peran wartawan sekaligus pencari iklan. Hal ini sangat bertentangan dengan kode etik jurnalistik dan memanipulasi informasi.

Pers nasional semakin jauh dari kejujuran dan diwarnai para pemburu kekuasaan.

Menurut mantan wartawan sebuah harian nasional ini, hal demikian dialami banyak wartawan termasuk dirinya sendiri. Jika tidak mendapatkan iklan dari narasumber atau minimal membantu memperlancar kinerja marketing, nasib wartawan di redaksi akan terancam.

Namun pada perkembangannya fenomena komodifikasi wartawan yang jadi penelitiannya dalam tesis magisternya, bukan saja tekanan dari pihak perusahaan tapi juga kebutuhan akan hidup si wartawan.

Maka dalam seminar international ICCIC yang dihadiri pembicara dari berbagai negara. Metha mengungkapkan jika komodifikasi jurnalis bukan saja kebutuhan komersial tapi juga menjadi kebutuhan berpolitik si pemilik modal.

“Tapi ini masih perlu diteliti lebih jauh di mana indepensi jurnalis yang dikungkung kepentingan politik pemilik modal, namun pastinya kondisi ini mengakibatkan pers nasional semakin jauh dari kejujuran dan diwarnai para pemburu kekuasaan,” tegasnya. [b]

Tags: MediaOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Angga Wijaya

Angga Wijaya

Bernama lengkap I Ketut Angga Wijaya. Lahir di Negara, Bali, 14 Februari 1984. Menyukai dunia literasi sejak SMA. Pernah kuliah Prodi Antropologi Fakultas Sastra Universitas Udayana. Bekerja sebagai wartawan di Denpasar.

Related Posts

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Next Post
Habis Narsis Terbitlah Duit

Habis Narsis Terbitlah Duit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

25 May 2026
Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia