• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, August 26, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Memburu Sedekah di Bulan Puasa

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
5 September 2009
in Kabar Baru, Sosial
0
0

Pengemis di Bulan Puasa

Teks Luh De Suriyani, Foto Anton Muhajir

Ketika satu per satu jamaah sholat Jumat keluar masjid, Komang Abon, 5 tahun, justru beranjak maju ke arah masjid. Dia menengadahkan tangan di pintu keluar masjid di jalan Sudirman Denpasar Jumat akhir Agustus lalu. Satu dua muslim yang keluar memberikan uang ribuan atau recehan pada Komang.

Siang itu Komang ditemani kakak perempuannya Luh Sari, 7 tahun. Di sisi yang lain ibu Komang dan Luh, Wayan Putu juga mengemis dengan menggendong anak terkecilnya.

Keluarga dari Dusun Muntigunung, Kecamatan Abang, Karangasem itu mengaku baru datang di Denpasar dua hari sebelumnya. Mereka tinggal di kawasan Gajah Mada. Sehari-hari mereka mengemis di Pasar Badung.

Namun, Jumat lalu, mereka pindah tempat untuk mengemis. Kali ini ke Masjid Sudirman Denpasar. Si Ibu mengenakan tutup kepala ala perempuan tua muslim. “Biar dikira dari Jawa,” ujarnya.

“Penyamaran” sederhana ini menurutnya tak sulit diketahui karena tidak ada yang pernah mengajaknya bicara.

Tak seperti hari biasa, rombongan pengemis ini tak sulit mendapat uang dari pengunjung Masjid. Maklum, bulan puasa dianggap waktunya bersedekah.

Namun ketika bulan puasa itu justru jadi “bencana” bagi Busadi, pria 70 tahun, yang telah terperangkap selama 15 hari di kantor Satpol PP Kota Denpasar. Ia ditangkap di kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar oleh petugas patroli sebelum bulan puasa. Dia harus berpuasa di dalam kurungan Satpol PP.

Busadi yang hanya memiliki satu kaki itu mengaku mengemis di Denpasar sekitar dua bulan ini. Dari Situbondo, Jawa Timur, kampungnya ia mengaku berangkat sendirian.

“Saya ingin dipulangkan sebelum lebaran,” ujarnya. Ia tidur di atas dipan tanpa kasur bersama seorang pengemis lainnya di salah satu sudut bangunan kantor petugas ketertiban kota itu. Ketika ditemui, ia sedang menulis di sebuah buku tulis, menuliskan nama dan angka-angka ditemani seorang pria lansia lain dari Bondowoso.

“Saya memang minta-minta karena miskin. Mestinya pemerintah mengurus orang seperti saya bukan nangkepin,” sesal Busadi.

Tak hanya pengemis dari luar Bali yang memburu sedekah di bulan puasa ini di Denpasar. Bulan ini juga adalah tambang rejeki bagi pengemis-pengemis lain dari Bali.

Wirawan, Kepala Seksi Penertiban Umum Satpol PP Kota Denpasar menyebutkan penangkapan pengemis selalu terbanyak dari kelompok yang dinilai menganggu ketertiban kota lainnya seperti orang gila, anak jalanan, dan pedagang kaki lima.

Setiap bulan, rata-rata ditangkap 40 orang pengemis di Denpasar saja. Hingga Juli tahun ini, sudah 181 orang pengemis yang ditangkap. Sementara pada tahun 2008, terdapat 330 orang pengemis, sebagian besar dari Karangasem.

“Mereka selalu datang setelah ditangkap, bahkan membawa teman-teman yang lain,” ujar Wirawan.

Terlebih pada bulan puasa, menurut Wirawan jumlahnya bisa dua kali lipat. “Sebagian pengemis dari Karangasem ini akan berpakaian muslim, biar lebih mudah mendapat sedekah di Masjid,” tambahnya

Namun, menurutnya Satpol PP tidak punya target penangkapan khusus di bulan puasa. “Kami bekerja biasa saja. Kalau patroli baru ada tangkapan,” kata Wirawan.

Selain pengemis, penertiban lainnya hingga Juli ini adalah pedagang kaki lima sebanyak 42 orang, dan orang gila yang berkeliaran di jalan sebanyak 17 orang.

IB Brahmaputra, Kepala Satpol PP Kota Denpasar mengatakan sejumlah program sosial yang diluncurkan pemerintah tak bisa mencegah pengemis datang. “Padahal pembinaan gepeng dilakukan secara khusus oleh Dinas Sosial, kita hanya menertibkan,” katanya.

Sementara usai lebaran, pihaknya mengaku bersiap-siap melakukan operasi penertiban penduduk, khususnya di jalanan. Sementara penertiban di wilayah desa dan banjar dilakukan perangkat desa setempat. “Karena uang penertiban penduduk pendatang akan masuk kas banjar atau desa,” kata Brahmaputra. [b]

Tags: AgamaBaliDenpasarSosialToleransi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

12 August 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Next Post
Makanan Mak Nyus Sekitar Kampus

Makanan Mak Nyus Sekitar Kampus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

25 August 2026
Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

25 August 2026

Permasalahan Penanggulangan Sampah Plastik di Desa Wisata

24 August 2026
Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

23 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia