• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, May 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

ForBALI Ajak Jokowi “Blusukan” di Bali

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
27 August 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan
0
1

Kedonganan Tolak Reklamasi 02

Joko Widodo, presiden terpilih mendapat kejutan pada kunjungannya ke Bali hari ini.

Pengguna internet mengajak pria asal Solo ini blusukan ke sejumlah area dan tempat wisata di Bali secara virtual.

Blusukan ala netizen Bali dimulai dari sarapan di pusat kuliner laut di Pulau Serangan yang direklamasi perusahaan milik keluarga Soeharto pada 1994 ini. Jokowi diajak makan seafood yang baru menjadi mata pencaharian sejumlah warga setelah belasan tahun berusaha memperbaiki pesisir ini.

Usaha rumput laut dan ikan hias hancur lebur karena ekosistem rusak akibat reklamasi atau pengurugan laut. Serangan kini luasnya empat kali lipat dari luas aslinya.

“Sejak reklamasi warga desa adat & BTID berkonflik krn pembagian hak milik,” cuit admin akun Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi ini.

Blusukan kemudian berlanjut ke timur, arah pesisir Gianyar dan Klungkung seperti Lebih, Keramas, Kusamba yang abrasinya makin parah. Salah satunya akibat dampak reklamasi Serangan.

Blusukan virtual di pesisir ini sampai di Karangasem. Diceritakan ada Pantai Jasri yang juga abrasi, dan rencana pengambilan materi reklamasi di Teluk Benoa dari perairan kabupaten di Timur Bali ini.

Jokowi diingatkan untuk mengingat nasib hilangnya pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau yang menjual pasir untuk reklamasi di negara tetangga.

Perjalanan berlanjut ke Pasar Sukawati, lokasi pertama blusukan Jokowi yang diliput media di Bali. Ada dokumentasi foto Jokowi membeli udeng dan istrinya Iriana membeli oleh-oleh. Lalu berlanjut kembali ke arah Bali Selatan. Misalnya Pecatu yang memiliki sejarah kelam dan panjang konflik tanah antara Bali Pecatu Graha dan petani serta pemilik tanah warga setempat.

Sampai sekarang masih ada beberapa warga yang lahan dan rumahnya terisolasi karena menolak ganti rugi yang dinilai tak sepadan. Misalnya perjuangan I Wayan Rebho, warga setempat yang pernah ditangkap dan disel karena protes.

Berlanjut blusukan ke GWK yang beberapa waktu lalu didemo warga sekitar karena dinilai tak memenuhi kesepakatan seperti infrastruktur jalan dan peluang tenaga kerja lokal. Inilah ironi yang banyak terjadi di sejumlah proyek besar.

Sampai akhirnya tiba di Teluk Benoa.

Kawasan yang baru saja peruntukannya diubah sepihak oleh pemerintah pusat, dari area konservasi menjadi pemanfaatan. Bahasa reklamasi kemudian diubah jadi revitalisasi untuk memperhalus bahasa walau substansinya sama mengurug laut dan membuat kawasan elite seperti lapangan golf dan akomodasi mewah.

“Apakah tak cukup 17 ribu pulau di Indonesia, pak Jokowi sampai teluk kami diurug untuk membuat pulau baru?” gugat @forBALI.

Blusukan di dunia maya ini berakhir di Kedonganan, salah satu lokasi aksi protes tolak reklamasi karena warga menilai akan berpengaruh pada model wisata ekonomi kerakyatan di sana seperti wisata seafood khas Jimbaran dan pasar ikan.

Sejumlah tokoh masyarakat dan warga dalam aksinya menilai model wisata kerakyatan di pesisir lebih adil. Jika resor elite diizinkan di area reklamasi akan menurunkan kunjungan wisatawan ke Kedonganan karena di teluk mereka mendapat pemandangan lebih wah setelah mengurug laut. Sementara nelayan tak akan bisa bebas mencari ikan lagi di kawasan itu.

Ribuan netizen terhibur dan seperti larut ikut blusukan yang dishare di akun twitter @forBALI kemudian disebarluaskan atau retweet oleh banyak pihak. Termasuk selebritis, akademisi, dan anak muda di Bali dan luar Bali.

Dalam blusukan ini, Jokowi juga diajak melihat baliho-baliho tolak reklamasi yang dirusak dua hari terakhir ini. Hal ini sudah diadukan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang membuka posko pengaduan sehari di kantor Walhi Bali hari ini.

“Bali dilacurkan,” komentar Yande Surya, salah seorang netizen.

Setelah warga Tanjung Benoa dan Kedongana, pada Kamis besok siang, giliran warga desa Kelan yang akan mengadakan aksi protes dan mengajak warga bergabung untuk bersuara di hari kedua Jokowi di Bali. [b]

Tags: ForBaliLingkunganTeluk BenoaTolak Reklamasi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Next Post
Blues Krisis di Negeri Krisis

Blues Krisis di Negeri Krisis

Comments 1

  1. made sutarka says:
    12 years ago

    IMB laris,manis, bagaikan kacang goreng,
    Hotel coreng moreng,bagaikan buah kelengkeng
    Yang penting ijin laku PEMIMPIN BALI BAWA BUKU,
    Pasti bali sumua laku,
    AKROBAT TERGELINCIR KENA OLI,………….
    Pejabat jadi kasir jual bali…………….mantap brow

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

8 May 2026
Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

8 May 2026
Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia