• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, April 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Buku

Buku-buku Alternatif di Taman Baca Kesiman

Anton Muhajir by Anton Muhajir
17 August 2014
in Buku, Kabar Baru
0
0

TBK-homey

Tak mudah menemukan buku-buku alternatif di Bali.

Selain karena memang sedikit peminatnya, kadang-kadang juga karena buku-buku tersebut dilarang pemerintah atau malah digerebek kalangan fundamentalis.

Buku alternatif di sini sebenarnya mengacu ke pemikiran, penulis, atau tema-tema di luar arus utama. Bahasa kerennya, buku-buku kiri. Misalnya, buku tentang sejarah G30S dari sejarawan independen, bukan versi Orde Baru.

Atau buku tentang perlawanan terhadap pariwisata di Bali. Atau tentang musik underground di pulau ini.

Bersyukurlah kini ada Taman Baca Kesiman (TBK), perpustakaan baru yang terbuka untuk siapa saja.

TBK baru dibuka sekitar dya bulan lalu. Pengelolanya Agung Alit, salah satu aktivis Bali yang juga pemilik Mitra Bali, usaha di bidang perdagangan berkeadilan (fair trade).

Sejak dibuka dua bulan lalu, TBK menjadi tempat kumpul kalangan aktivis dan pecinta buku.

TBK-pengunjung

Ribuan koleksi di TBK sebagian besar adalah buku-buku pemikiran alternatif. Ada novel, majalah, dan buku-buku bacaan. Misalnya karya Pramoedya Ananta Toer, Noam Chomsky, hingga pemikir Iran Ali Syariati. Tema buku juga beragam dari sastra, musik, budaya hingga politik.

Hingga saat ini, pengunjung bebas membaca semua buku tersebut gratis. “Tapi untuk sementara belum boleh dibawa pulang karena sistemnya belum siap,” kata Agung Alit.

Lokasi yang relatif sunyi, meskipun berada di pinggir jalan besar, membuat TBK nyaman sebagai tempat baca. Pengunjung bebas untuk memilih tempat membaca seperti di ruangan, kursi di halaman, atau lapangan rumput di samping perpustakaan.

Selain ribuan buku di perpustakaannya, TBK juga menyediakan kafe kecil untuk pengunjung. Karena itu, TBK juga bisa jadi sekadar tempat untuk ngobrol santai tanpa harus membaca buku. Masyarakat umum bebas ke taman baca ini.

Lapangan rumput seluas kira-kira 10 are juga bisa jadi tempat main bagi anak-anak. Jadi, ketika orang-orang tua serius baca, si anak-anak bebas main di sana.

Di lapangan rumput itu pula, saat ini makin sering diadakan diskusi tentang isu-isu yang juga alternatif. Misalnya, musik blues dan perlawanan terhadap reklamasi di Teluk Benoa, sejarah kekerasan 1965, dan lain-lain.

Tak hanya untuk membaca, tempat baru ini juga makin sering jadi tempat diskusi pu

Semua melengkapi TBK sebagai tempat singgah asyik bagi keluarga pecinta buku. [b]

Tags: BukuDenpasar
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Next Post
Merawat si Dory agar Tetap Lestari

Merawat si Dory agar Tetap Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia