• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Travel

Romantisme Naik Jukung di Pulau Serangan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
26 January 2014
in Travel
0
0

jukung-serangan-bersandar

Kurang dari satu jam menyusuri selat antara Bali daratan dan Pulau Serangan.

Sebelum direklamasi pada 1990-an awal, Pulau Serangan di Denpasar Selatan terpisah dari Bali daratan. Ada selat selebar kira-kira 1 km dari daerah hutan bakau di Suwung, Denpasar Selatan ke pulau yang terkenal dengan Pura Sakenan dan penyu ini.

Setelah ada jembatan penghubung, selat antara Bali daratan dan Pulau Serangan itu tak lagi menjadi jalur bagi para pengunjung pulau seluas 491 hektar setelah direklamasi ini.

jukung-serangan-kapal-layar

Namun, kini Anda bisa menikmati romantisme naik jukung di Pulau Serangan seperti sebelum tahun 1990-an. Nelayan setempat menyediakan jukung untuk para pengunjung di pulau ini. Selain untuk mengantarkan para pemancing, jukung ini juga menawarkan jasa untuk berkeliling selat di bagian utara Pulau Serangan.

Tarif keliling naik jukung ini sekitar Rp 150.000 untuk turis lokal. Untuk turis asing, bisa sampai dua kali lipatnya, Rp 300.000. Biaya tersebut untuk satu jukung yang bisa dinaiki 5-6 orang. Jadi, penumpang bisa berbagi total harga tersebut di antara mereka. Harga bisa berkurang tergantung tawar menawar. Lama perjalanan sekitar 45 menit sampai 1 jam.

jukung-serangan-keramba

Belum ada rute perjalanan naik jukung yang tetap. Semua tergantung negoisasi antara pengunjung dengan pemilik jukung. “Kadang hanya ke satu tempat, tapi ada juga yang sampai sisi timur pulau,” kata Nyoman Sastra, salah satu nelayan di Serangan.

Seperti halnya tahun 1980-an, daya tarik utama naik jukung di selat Serangan ini adalah selat itu sendiri. Selat ini menjadi pelabuhan bagi kapal layar, yacht, dan kapal nelayan lokal untuk bersandar. Warna-warni ratusan perahu dan kapal yang bersandar di sini menjadi pemandangan menarik di antara birunya air laut.

jukung-serangan-nelayan

Jukung kemudian melaju di antara ratusan perahu tersebut, melewati beberapa tempat pemancingan dengan para pemancing sedang menunggu ikan, keramba pertunjukan lumba-lumba maupun hiu, juga beberapa kapal yang karam di sana.

jukung-serangan-perumahan

Hutan bakau di sisi utara yang menghijau juga menarik untuk dinikmati. Begitu pula dengan Pura Sakenan di ujung utara Pulau Serangan yang hingga saat ini dikunjungi ribuan umat Hindu Bali terutama saat Hari Raya Kuningan.

jukung-serangan-jembatan

Bagian paling mendebarkan ketika jukung ini melewati kuatnya arus di bawah jembatan yang menghubungkan Bali daratan dan Pulau Serangan. Lewat di bawah jembatan ini di antara kuatnya arus benar-benar terasa berbeda setelah selama ini hanya melewati jalan beraspal di atasnya. [b]

Tags: Denpasarpulau serangantravel
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Jadi Presiden, Siapa Mau?

Jadi Presiden, Siapa Mau?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia