• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, April 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Bahasa Bali yang Memudahkan Gek Me

fuguku by fuguku
21 May 2013
in Budaya, Kabar Baru, Pendidikan, Sosok
0
2

Gek MeMau tak mau, suka gak suka, kita harus belajar bahasa Bali.

Banyak orang Bali sekarang berpendapat bahasa Bali sudah kuno, usang, dan kurang keren. Hal ini kita bisa jumpai ketika banyak generasi muda yang jarang menggunakan bahasa Bali di dalam percakapan mereka.  Hal serupa di alami Anak Agung Ayu Meitridwiastiti atau lebih akrab disapa Gek Me.

Hal ini bisa dimaklumi sebab lahir dan dibesarkan di luar pulau Bali. Dia bersekolah di sana, yaitu TK dan  SD di Yos Sudarso, Subang, Jawa Barat. “Sampai kelas tiga dia baru pindah ke Bali,” kata Gek Me di sela-sela kegitannya siaran di Radio Diva, Denpasar.

Gek Me mengaku tidak bisa bisa berbahasa Bali, bahasa yang dipergunakan selama ini adalah bahasa Indonesia dan itu full sampai kelas tiga.

Kepindahan Gek Mae ke Bali tidak secara otomatis membuat perempuan kelahiran Tangerang 23 Juli 1987 ini bisa menggunakan bahasa Bali dalam percakapan di kehidupan sehari-hari. Memang di dalam keluarga Gek Me didik oleh kedua orang tua dengan disiplin, dan mengajarkan mandiri, “Orang tua sering berbicara menggunakan bahasa Bali namun saya jawab dengan bahasa Indonesia. Takut salah bahasa Balinya,” ungkap Gek Me.

Gek Me Siaran di Radio DivaMelanjutkan kembali sekolah di Bali Gek Me tidak banyak mengalami masalah bahasa karena dia bersekolah dari SD sampai SLTP di kota Gianyar. Tepatnya SD Negeri 6 Gianyar dan SLTP Negeri 3 Gianyar. Lingkungan perkotaan ini membuatnya terbisa menggunakan bahasa Indonesia, apa lagi teman-teman sebayanya rata-rata anak kota.

Selepas dari SLTP 3 Gianyar, anak ke-2 pasangan dari  Dr. Drs. Anak Agung Gede Rai, M.Si dan Dr. dr. Anak Agung Oka Lely, Sp.A melanjutkan ke SMA Negeri 1 Blahbatuh. Saat ditanya mengapa memilih sekolah ini, dia memberikan jawaban sebab ikut ama teman-teman dan tidak suka akan sekolah yang banyak aturan di saat Masa Oririentasi Siswa (MOS). Seperti kepang yang banyak.

Selama sekolah di SMA Gek Me mempunyai prestasi yang membanggaka yaitu ketua OSIS periode kedua dan PASKIBRAKA Gianyar.

Melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Perguruan Tinggi membuat perempuan pecinta lele goreng dan coklat ini. “Mau tak mau, suka tak suka, harus belajar bahasa Bali,” ungkap Gek Me.

Gek Me SiaranKeinginannya pupus ketika mau kuliah di Jurusan Hubungan Internasional sebab mengharuskan Gek Me meninggalkan pulau Bali. Hal ini ditolak oleh sang ibu tercinta karena dia anak perempuan pertama. Dari sang ayah menyarankan kuliah di sastra Bali Falkultas Sastra Universita Udayana (Unud). Dengan pertimbang dari sang ayah lulusan S1 Satra Inggris sudah banyak sehingga peluang kerja sempit. Kalau pilihan sastra Jepang di Unud saat itu baru ada program D3.

Dari saran sang ayah, Gek Me menurut, meskipun keinginannya cuma 30 persen di sastra Bali.

Semasa kuliah, perempuan yang hobi renang, dan senam erobik merasa sangat tertekan akan pelajaran bahasa Bali disebabkan semasa sekolah dulu bahasa Bali merupakan formalitas saja. Hal ini dibuktikan dengan baru pahamnya aksara Bali yaitu A Na Ca Ra Ka, di semester tiga, dan di  semester empat rasanya sudah tidak sanggup lagi melanjutkan kuliah ini.

Namun sang waktu menjawab dengan berbeda, di tahun 2007 seorang teman yaitu Diah Utari mengajak Gek Me menjadi penyiar di salah satu radio swasta di Denpasar tepatnya Radio Diva. Sebagai seorang penyiar radio Gek Me mempunyai nama udara yaitu Melia Krisnani dan di radio ini Gek Me membawakan acara yang dominan berbahasa Bali.

Semenjak menjadi penyiar radio mau tak mau Gek Me belajar bahasa Bali, yang memberikan imbas baik. Seperti mendapatkan pekerjaan di bidang entertainment lain. Seperti presenter  di Dewata TV yang membawakan acara Dewata Nunas Tembang, di mana format  acara ini menerima telepon dan memutarkan pilihan video klip yang dipilih serta mengharuskan dia berbahasa Bali.

Gek Me WisudaSari bahasa Bali mendapatkan kesempatan menjadi MC baik dalam bahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Hadiah yang paling membahagiakan lulus dari S1 sastra Bali Falkutas Sastra Unud dengan perolehan IPK tertinggi.

Tidak sampai di sana bahasa Bali mempengaruhi Gek Me. Dengan tidak membuang  waktu langsung melanjutkan ke jenjang S2 kosentrasi wacana sastra program studi linguistic UNUD. Setelah menyelesaikan studi S2 di tahun 2012 lagi-lagi, “Bahasa Bali yang memudahkan saya mendapatkan pekerjaan menjadi asisten dosen di IKIP PGRI Bali,” tutur Gek Me. [b]

Tags: Bahasa BaliSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
fuguku

fuguku

saya seorang anak manusia dimuka bumi ini dan baru belajar nulis.

Related Posts

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

14 July 2023
Menyusun Katalog agar Satua Bali Tak Punah

Menyusun Katalog agar Satua Bali Tak Punah

2 April 2021
Ketut Ismaya

Mantan Preman dan Suka Dukanya

2 December 2020
Menggunakan Kesenian untuk Mengatasi Krisis Lingkungan

Menggunakan Kesenian untuk Mengatasi Krisis Lingkungan

1 December 2020
Mendengar Franky, Membangun Asa di Masa Pandemi

Mendengar Franky, Membangun Asa di Masa Pandemi

18 April 2020
“Juru Ukur Tanah” yang Mengoleksi Sepatu Mahal

“Juru Ukur Tanah” yang Mengoleksi Sepatu Mahal

6 June 2019
Next Post
Perpustakaan “Twin Tower”, Gaul Sambil Cari Ilmu

Perpustakaan “Twin Tower”, Gaul Sambil Cari Ilmu

Comments 2

  1. hadi saputra says:
    13 years ago

    Bangganya bisa mengenalmu gek ayu

    Reply
  2. kadekdoi says:
    11 years ago

    Wah ada Mbok Gek Mey, Ketua OSIS dan murid kesayangan Ibu saya di BLASMAN. Perempuan Bali modern yang tidak lupa akan budaya dan bahasa Bali. Salam untuk Mbok Gek Ling Ling ya. Kakak beradik yang menginspirasi. 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia