• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, September 9, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
1 June 2010
in Agenda, Kabar Baru, Sosial
0
1

Teks Luh De Suriyani, Ilustrasi Internet

Pada 2009 terdapat 858 kasus kekerasan, sebagian besar dilakukan suami atau pacar. Sementara pada 2010 hingga akhir April terdapat sedikitnya 170 kasus kekerasan pada perempuan yang masuk ke kepolisian di Bali.

Sekitar 200 orang masyarakat mengikuti launching perogram kampanye penghentian kekerasan pada perempuan “We Can” oleh Federasi LBH APIK, Selasa, di Denpasar. Melalui kampanye perubahan perilaku ini, tiap orang mendapat sertifikat menjadi change maker dalam upaya penghentian kekerasan, khususnya dalam keluarga.

“Mulai saat ini, tiap orang diharapkan berkomitmen memutus rantai kekerasan dalam rumah tangga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Ni Nengah Budawati, Direktur LBH APIK Bali yang juga dideklarasikan dalam kampanye We Can kemarin.

Kampanye We Can merupakan sebuah metode berkampanye yang bertujuan melakukan perubahan sikap dan perilaku setiap orang secara berantai sebagai gerakan sosial yang nantinya mampu menghentikan segala kekerasan terhadap perempuan.

“Seseorang hanya akan berubah bila menyadari masalahnya sendiri, maka strategi kampanye We Can akan mengajak semua orang dari berbagai kalangan atau komunitas untuk berperan sebagai pembuat perubahan atau change maker dengan cara menolak kekerasan dalam kehidupan meraka dan selanjutnya mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama,” jelas Nursyahbani Katjasungkana, pendiri dan koordinator Federasi LBH APIK Indonesia yang kini mempunyai 15 kantor di seluruh Indonesia.

Dalam kampanye ini hadir Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna, kepolisian khusus perempuan dan anak, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta, LSM, pelajar, dan lainnya. Kapolda Sutisna mengatakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendominasi kasus kekerasan pada perempuan di Bali.
Sementara Nyoman Parta menyebut kemiskinan dan budaya patriarkhi di Bali menjadi sumber kekerasan pada perempuan dan anak. Di sisi lain, ia mengakui pendampingan hukum korban kekerasan tak bisa dilakukan secara intens karena anggaran APBD Bali untuk kasus KDRT sangat kecil dan tak fokus pada pendampingan korban.

Hasil penelusuran LBH APIK Bali memperlihatkan Bali hanya menganggarkan Rp 200 juta per tahun untuk kasus KDRT melalui lembaga badan P2TP2 namun sebagian besar dialokasikan untuk biaya rutin termasuk rapat-rapat. “Hanya sebagian kecil untuk pendampingan korban,” ujar Budawati.

Kampanye di Bali juga memulai kampanye kedua We Can di seluruh Indonesia. Kampanye We Can telah dilaksanakan di India sejak tahun 2004 dan juga dilaksanakan di negara-negara Asia Selatan meliputi Bangladesh, Srilanka, Afghanistan, Pakistan dan Nepal. Disebutkan kampanye We Can telah melibatkan lebih dari 600 organisasi dan telah menggerakkan lebih dari 5 juta change maker baik laki-laki atau perempuan yang siap untuk mengambil sikap terhadap upaya kekerasan terhadap perempuan.

Tags: Balidata kasuskekerasan terhadap perempuanLBH APIK BaliNGOSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

29 August 2026
Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

12 August 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Next Post

Ritual Menghidupkan Pasar Kuliner Tradisional

Comments 1

  1. desy khairani says:
    13 years ago

    Mbak, saya senang dan bahagia membaca tulisan ini, memberikan pencerahan kepada saya yang saat ini juga sedang melakukan hal yang sama untuk Perempuan dan anak di daerah saya. Saya tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat. Saat ini saya sedang merancang kegiatan kampanye Publik ” Save Our Children ” dan Stop Violence Againts Women, bisa kasi masuka gak mbak buat saya, agar kegiatan ini tidak membosankan,

    Salam Hangat

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Inilah Kunci Kemewahan Sejati Primo Chocolate Bali

Gotong Atas, Royong Bawah

8 September 2026
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Setahun Banjir dan Meruwat Bali

8 September 2026
Apakah Rp59 miliar Terlalu Mahal untuk Memastikan Warga Bali tetap Memiliki Transum?

Apakah Rp59 miliar Terlalu Mahal untuk Memastikan Warga Bali tetap Memiliki Transum?

7 September 2026
Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

Tumpek Uye: Manusia bukan Satu-satunya Mahluk di Bumi tapi Paling Invasif Merusak

6 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia