• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Winasa, Membuat Panggul Pemukul Gamelan Bali

Eka Juni Artawan by Eka Juni Artawan
26 July 2011
in Berita Utama, Kabar Baru, Sosok
0
3

Hanya sebilah golok dan sepotong kayu untuk menghaluskan panggul. Foto Eka Juni Artawan.

Perajin panggul ini menghidupkan tradisi sekaligus anak dan istri.

Ketut Winasa Putra, 34 tahun, ahli membuat panggul, alat pemukul gambelan khas Bali yang bentuknya mirip palu. Hasil kerajinannya sebagian sudah terjual secara perorangan ke wilayah Denpasar dan Tabanan. Dia memanfaatkan keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutanan, Kabupaten Jembrana. Melalui usaha ini, ia terbukti mampu menjadi pengelola usaha rumah tangga secara mandiri.

Semenjak ayahnya meninggal dua tahun yang lalu, ia meneruskan usaha bapaknya. Tak hanya usaha, Winasa memamng mewarisi bakat ayahnya guna menghidupkan kembali usaha sebagai pengrajin panggul. Bapak satu anak ini bekerja sendiri tanpa dibantu siapa pun.

Alat yang digunakan pun bisa dibilang sangat sederhana, hanya sebilah golok dan sepotong kayu sebagai alas untuk menghaluskan kerajinannya.

Jenis bahan yang digunakan berasal dari kayu kemuning (Murraya paniculata) dan kayu kendung (Helicia javanica). Kedua bahan kayu tersebut ia peroleh di wilayah Tabanan dan sebagian dari Desa Pedungan, Denpasar.

Untuk memperoleh bahan tersebut dia harus berusaha keras agar bisa mencapai dalam hutan. Ia hanya dibantu oleh seorang teman.

Kayu-kayu tersebut akhirnya dibawa pulang setelah membelinya dari seorang pemilik lahan. Kerap kali ia menemui kesulitan dan hambatan dalam memperoleh kayu-kayu itu. Tak jarang binatang melata jenis ular ukuran besar ia jumpai.

Kayu kemuning dan kayu kendung adalah jenis kayu yang paling banyak digunakan sebagai panggul. Namun, kayu tersebut juga memiliki kekurangan.

“Kayu kemuning bagus. Hasil suaranya jernih namun pantangannya tidak boleh dibawa ketempat duka. Kalau kayu kendung bebas,” terangnya.

Pesanan
Sebagai seorang pengrajin rumah tangga ia tetap memilih kedua jenis kayu tersebut. Dalam sehari ia kadang menghasilkan 5 biji panggul. Namun, kadang bisa juga kurang. Tergantung kesibukannya beternak dan berladang.

Setelah genap 10 pasang, hasil kerajinan tersebut lalu ia kirim ke Koperasi Unit Desa Surya Merta Desa Gumbrih. Untuk sepuluh set panggul ia hargai Rp 100.000. Pihak koperasi bisa menjual dengan harga lebih dari itu. Karena sebagai barang titipan ia hanya cukup terima Rp 100.000.

“Yang penting saya terima seratus ribu. Selebihnya biarlah Koperasi yang atur harga,” ungkapnya.

Jasa koperasi rupanya sangat membantu dalam proses pemasaran. Terbukti tiap kali ia menaruh barang titipannya selalu saja habis terjual dan tidak mengenal kembali. Apalagi di saat-saat musim menjelang hari raya, ia kerap kali menerima banyak pesanan dari daerah lain seperti Tabanan.

Sebagai seorang pengrajin rumah tangga, buruh tani dan beternak  dari hasil itu mengaku sangat bersyukur sehingga mampu menutupi kebutuhan hidup istri dan ibu kandungnya yang tinggal dalam satu rumah.

“Apapun usaha yang digeluti yang penting syukur. Asal bisa makan dan menyekolahkan anak,” imbuh pria yang pernah bercita-cita menjadi seorang guru ini. [b]

Tags: BaliEkonomi KerakyatanJembranaMusikProfil
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Eka Juni Artawan

Eka Juni Artawan

Being me on mine,...Always try to the best and better to do first,... while the result is the next business. Devoted to the work to achieve a prosperous future and independence.

Related Posts

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Next Post
Membangun Harapan Wirausaha di Dunia Maya

Membangun Harapan Wirausaha di Dunia Maya

Comments 3

  1. balibergabung says:
    15 years ago

    ide kreatif kembangkan bakat. teruslah berkarya.

    Reply
  2. dewa setiawan says:
    15 years ago

    berkarya dan melestarikan budaya lokal. hendaknya menjadi tauladan bagi generasi muda untuk selalu melestarikan budayanya. kalau bukan kita, siapa lagi???

    Reply
  3. Dharmana CyberHolic says:
    15 years ago

    yg mw pesen pnggul bsa tlpon atau sms ke 081999434288…
    atas nama Ketut Sanjaya
    Alamat : br.pokas , blahbatuh, gianyar

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia