• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Waspada Reklamasi Berkedok Tempat Selfie

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
29 December 2016
in Berita Utama, Lingkungan
0
0
Rencana Pembangunan Rest Area Tol Bali. Sumber Tribune Bali.

Kabar mengejutkan datang dari pengelola jalan tol Bali Mandara.

Menurut berita di berbagai media lokal, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) akan membangun tempat istirahat di tengah jalan tol satu-satunya di Bali itu. Salah satu fungsinya adalah sebagai latar belakang selfie. Iya, tempat selfie.

Berdasarkan informasi di Tribune Bali, tempat istirahat yang juga area pelayanan wisata itu akan berada di sisi timur bagian tengah jalan tol. Dari sana pengguna bisa melihat pemandangan laut, hutan mangrove, serta kapal pesiar dan nelayan yang parkir di Pelabuhan Benoa, sebagai latar belakang selfie.

Rest area itu akan akan dibangun pada akhir 2017.

Di tempat istirahat seluas 30.000 meter persegi ini akan disediakan fasilitas tempat istirahat bagi wisatawan usai mereka jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat menarik di Bali.

Bentuk bangunannya dua lantai di atas tiang pancang di atas laut. Jadi, konon tidak perlu reklamasi.

“Rencana konstruksinya sama seperti jalan tol, dibangun di atas laut dengan menggunakan pondasi tiang pancang. Sehingga tidak menimbun laut dengan tanah, dan tidak bermasalah dengan isu reklamasi yang jadi sorotan belakangan ini. Letaknya juga berhimpitan dengan jalan tol,” kata Direktur Utama JBT, Akhmad Tito Karim sebagaimana ditulis Tribune Bali.

Tito mengaku masih menunggu izin dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk bisa memulai konstruksi rest area ini.

Di bangunan itu nantinya akan ada berbagai fasilitas seperti restoran dan ruang pertemuan, toko souvenir, serta panggung pertunjukan seni dan budaya.

Nama resminya tempat itu nanti adalah Tempat Pelayanan Wisata (TPW) Bedawang Nala. Nama ini diambil dari legenda Bali yaitu kura-kura yang mengangkat beban manusia ke atas punggungnya.

Tol Bali Mandara sendiri menghubungkan tiga titik utama yaitu Benoa – Bandara Ngurah Rai – Nusa Dua. Panjangnya 12,7 km. Panjang waktu tempuh paling lama hanya 30 menit.

Karena itu, ide membuat tempat istirahat di jalan tol Bali Mandara ini harus diwaspadai.

Desain tempat wisata di tengah jalan tol Bali Mandara. Mari mewaspadai reklamasi berkedok tempat selfie. Sumber Tribune Bali.

Patut diketahui bahwa rencana pembangunan TPW itu berada di area izin lokasi reklamasi Teluk Benoa. Izin tersebut saat ini dipegang oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI).

Rencana reklamasi di Teluk Benoa, sebagaimana sudah diketahui bersama, sudah ditolak oleh rakyat Bali termasuk desa-desa adat yang berhadapan langsung dengan Teluk Benoa. Rencana pembangunan TPW juga memiliki kesamaan tujuan dengan PT TWBI, untuk membangun sarana pendukung pariwisita.

Karena itulah patut diwaspadai bahwa rencana pembangunan TPW ini adalah bagian terselubung untuk memuluskan reklamasi Teluk Benoa secara keseluruhan. Sebab, dia berada pada lokasi sama dan untuk tujuan yang sama pula.

Klaim Jasamarga Bali Tol yang akan membangun tempat pelayanan wisata seluas 3 hektar dengan tiang pancang juga patut dipertanyakan. Pasalnya, pada saat pembangunan jalan tol juga mereka melakukan pengurugan laut atau reklamasi dengan berbagai alasan. Padahal, awalnya direncanakan sepenuhnya menggunakan tiang pancang.

Parahnya lagi, material sisa urugan tersebut sampai saat ini belum dibersihkan.

Ada jejak rekam dari pihak JBT yang tidak taat Analisis Mengendai Dampak Lingkungan (AMDAL). Karena itu besar kemungkinan, pembangunan TPW juga dilakukan dengan reklamasi. Bisa saja itu merupakan bagian dari rencana reklamasi Teluk Benoa secara keseluruhan yang akan dilakukan oleh PT TWBI.

Jasamarga juga mengklaim pembangunan TPW untuk memenuhi permintaan pengguna jalan tol. Namun, muncul juga pemberitaan lain yang menyatakan sebaliknya. Direktur Jasamarga Bali Tol, Ahmad Tito Karim menyebut, pembangunan TPW itu sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan Jasamarga Bali Tol.

Peningkatan pendapatan dibutuhkan pihak Jasamarga Bali Tol karena prakiraan pendapatan dari pengoperasian jalan yang meleset sebesar 10 persen. Artinya ini murni ditujukan untuk membangun sarana prasarana pariwisata. Untuk mengeruk keuntungan dengan modus pembangunan rest area berdasarkan permintaan publik.

Fakta tersebut menunjukkan, pembangunan TPW tidak ada hubungannya dengan penyedian tempat istirahat. Terlebih jarak tempuh dalam sekali jalan tidak lebih dari 10 km.

Tujuan utamanya hanya membangunan sarana pariwisata, hal yang lebih dekat dengan rencana reklamasi Teluk Benoa oleh PT TWBI. Mari waspada, jangan mau dikadali! [b]

Tags: Jalan Tol BaliLingkunganTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Next Post
ODS Memamerkan Karya untuk Melawan Stigma

ODS Memamerkan Karya untuk Melawan Stigma

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia