• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Waspada Corona, Bukan Berarti Parno

Oka Negara by Oka Negara
5 April 2020
in Kesehatan
0
0

Jenazah ditolak masyarakat untuk dikubur. Tim medis yang merawat pasien juga ada yang ditolak pulang ke rumah. Orang terkapar di jalan tak ada yang berani mendekat.

Rupanya stigma terhadap Covid-19 bermunculan. Betapa sosialisasi dan edukasi yang benar harus terus dilakukan. Jika tidak, informasi yang tidak benar, banyaknya hoax, akan membuat masyarakat menjadi semakin memberi cap buruk terhadap pasien beserta orang-orang terdekatnya.

Bahkan saat ini juga banyak kejadian orang pingsan atau terkapar di jalan tidak ada yang berani menolong. Masyarakat mengaitkan dengan disebabkan virus corona. Tentu saja tidak benar. Banyak kejadian adalah karena kelelahan, epilepsi yang kambuh, serangan jantung, hingga kecelakaan tunggal. Jangan sampai akhirnya malah tidak ada yang membantu dan terlambat memberikan pertolongan.

Lalu apa yang bisa dilakukan?

1. Pastikan dulu dari tampilan visual apakah benar orang yang terkapar membutuhkan pertolongan dengan memperhatikan jarak aman atau physical distance.

2. Secepatnya menelpon atau menghubungi RS atau pusat layanan kesehatan terdekat. Dapat juga menghubungi kepolisian.

3. Bantu meminggirkan yang terkapar ke posisi aman, sehingga bisa tidur terlentang lurus dalam keadaan rileks. Pastikan saat menolong menggunakan masker dengan baik serta jangan sesekali membuka masker untuk memegang mulut, hidung, dan mata. Jika ada sarung tangan, akan lebih baik gunakan sarung tangan.

4. Jika dugaannya adalah serangan jantung dan yang berniat menolong pernah mendapatkan pelatihan kegawatdaruratan jantung, pastikan melakukan bantuan tidak dengan nafas buatan, tetapi dengan pijatan dada. Pastikan menggunakan masker, dan area mulut yang ditolong ditutup terlebih dahulu.

5. Selanjutnya tunggu bantuan datang. Pastikan orang di sekitar menjaga jarak.

6. Demikian juga jika ternyata akhirnya meninggal di tempat, lakukan langkah 2,3,5.

7. Setelah tuntas, pastikan segera mencuci tangan. Sampai di rumah segera ganti baju semua, juga masker dan mandi.

Ini semua untuk menghindari risiko penularan jika yang ditolong kemungkinan seorang yang mengidap Covid-19, yang bisa jadi ada di sekitar karena tanpa gejala. Ini bisa tetap dilakukan untuk tetap menjalankan kepedulian untuk menolong seseorang yang mengalami musibah di jalan. Tanpa kemudian kita ikut menyebar stigma.

Berikut kontak darurat satgas penanggulangan di Bali.

 

 

Sementara Majelis Adat di Bali sendiri sudah memberi panduan yadnya di tengah pandemi ini.



kampungbet
Tags: covid 19penanganan korbantips mencegah corona covid19
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Oka Negara

Oka Negara

Oka Negara. Dokter tinggal di Jl Waturenggong, Panjer, Denpasar Selatan. Meski sudah tidak remaja, masih aktif di Kita Sayang Remaja (Kisara), kelompok relawan remaja Bali di bidang kesehatan reproduksi dan narkoba. Juga aktif di berbagai kegiatan terkait dua masalah tersebut, termasuk Bali Community Cares (BCC), kelompok peduli anak-anak korban HIV/AIDS di Bali.

Related Posts

Memahami Beban Berlapis dan Hak-hak Perempuan Korban Terorisme di Bali

Memahami Beban Berlapis dan Hak-hak Perempuan Korban Terorisme di Bali

15 June 2024
Momentum Menjadi Manusia dalam Kewaspadaan Masa Corona

Momentum Menjadi Manusia dalam Kewaspadaan Masa Corona

29 April 2020
Pandemi Corona, Momentum Memperbaiki Pariwisata Nusa Penida

Pandemi Corona, Momentum Memperbaiki Pariwisata Nusa Penida

14 April 2020
Laporan Minggu III: Bantuan APD untuk Tenaga Kesehatan

Laporan Minggu III: Bantuan APD untuk Tenaga Kesehatan

13 April 2020
Corona dan Cerita Kami yang di Desa

Corona dan Cerita Kami yang di Desa

11 April 2020
Tak Mudah Menjadi Waria, Apalagi di Tengah Pandemi COVID-19

Tak Mudah Menjadi Waria, Apalagi di Tengah Pandemi COVID-19

7 April 2020
Next Post
Siapkah Kita untuk Pembelajaran Jarak Jauh?

Siapkah Kita untuk Pembelajaran Jarak Jauh?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia