• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, February 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Umah Panti, Rumah Adat Desa Tigawasa

I Ketut Tekayasa by I Ketut Tekayasa
13 May 2023
in Budaya, Kabar Baru
0
0

Rumah adat merupakan rumah tertua yang ada di Desa Tigawasa adapun sebutan lain dari rumah adat ini yaitu Umah Panti. Rumah adat atau umah panti ini biasanya dihuni oleh orang yang dianggap tua atau memiliki kedudukan sebagai penua panti dan biasanya penua panti ini juga bertugas di desa adat sebagai para ulu (prajuru).

Penua panti memiliki peranan yang sangat penting di rumah panti tersebut di mana dia harus menjaga sarana dan prasarana dan setiap waktu tertentu menginformasikan kepada anggota panti. Diskusi atau disebut paum panti ini biasanya membahas masalah kerusakan yang ada di dalam rumah, sekitaran rumah maupun di sanggah (merajan) dimana semuanya akan dibahas di dalam paum tersebut.

Tujuannya mencari solusi dari kerusakan yang sudah disampaikan oleh penua panti. Selain menginformasikan kepada anggota panti untuk melakukan diskusi (paum panti) penua panti juga menjadi perwakilan untuk menghadiri musyawarah desa adat. Musyawarah dilaksanakan di bale banjar adat pada saat Redite Kiwon di mana membahas mengenai acara di desa adat contohnya seperti akan terlaksananya ritual.

Rumah adat (umah panti) juga memiliki kas tujuannya pendanaan upacara. Upacara ini dinamakan upacaran melapah nguling. Upacara melahpah nguling ini akan berlangsung 4 hari, hari pertama membuat taring (peneduh bambu), hari kedua membuat kue, hari ketiga metanding atau mmebuat sesajen, dan hari keempat hari terakhir puncak acara yaitu melakukan persembahyangan bersama di sanggah.

Tujuannya untuk memohon keselamatan seluruh anggota panti yang dipimpim oleh pemangku panti. Selain untuk upacara, kas juga dapat dipergunakan oleh seluruh anggota panti untuk melakukan perbaikan di rumah adat (umah panti) dan memperbaiki sanggah (merajan) yang rusak.

Rumah adat biasanya digunakan sebagai tempat persinggahan oleh anggota panti yang rumahnya jauh dari rumah adat. Sementara Umah Panti biasanya di pusat desa karena itu sering jadi persinggahan oleh anggota panti. Biasanya saat menunggu anaknya keluar sekolah dan ada kegiatan di pusat desa, anggota panti mampir di Umah Panti.

Dalam rumah adat ini juga memiliki ritual lain seperti ngelisin. Ngelisin merupakan serangkaian kegiatan upacara yang menggunakan bulan nanggal sebagai patokan upacara, dilakukan oleh anggota keluarga yang memiliki anak baru lahir. Biasanya yang memimpin upacara ini adalah balian panti. Tujuannya menyampaikan ke leluhur bahwa ada anggota baru.

Biasannya setelah ngelisin seluruh anggota panti akan berkumpul sebentar sambil menikmati kopi dan menikmati lungsuran (sesajen usai dihaturkan) sebagai prasarana upacara ngelisin, Setelah menikmati kopi dan lungsuran, penua panti akan mengajak anggota pantinya berembug membahas mengenai upacara lainnya.

Peran anak muda di dalam rumah adat (umah panti) yaitu melakukan kegiatan gotong royong (mereresik) di sanggah jelang persembahyangan. Selain gotong royong, anak mudanya juga membuat penjor untuk menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.

kampungbet
Tags: rumah adat desa tigawasaumah panti
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Ketut Tekayasa

I Ketut Tekayasa

Related Posts

No Content Available
Next Post
Social Project Bali Kumpulkan 209 Kantong Darah

Social Project Bali Kumpulkan 209 Kantong Darah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia