• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Tresna Setonden Mati, Klip Megelut Marco Band

Saylow by Saylow
10 January 2017
in Kabar Baru
0
0
Marco Band salah satu band rock alternatif berbahasa Bali. Foto Marco Band.

Istirahatnya Lolot Band membuat Donnie Lesmana dan Comar punya inisiatif.

Pada kurun waktu 2008-2009, ketika band Lolot sedang hiatus dari panggung musik Bali, mereka berinisiatif untuk membuat side project “Marco”. Nama ini sebenarnya adalah kebalikan dari nama Comar, Marco.

Project ini berhasil menelurkan album pertama. Formasi awal band ini adalah Comar (vokal dan gitar), Donnie (gitar), Hendra (drum) dan Lelut (bass). Sejalan dengan waktu Lolot kembali eksis. Maka Donnie dan Hendra kembali sibuk di Band Lolot. Begitu juga dengan Lelut.

Di tahun 2016 lalu walaupun masih dibantu Donnie & Hendra dari Lolot, band ini akhirnya membentuk formasi baru yaitu Comar (vokal), Adi Kusuma (gitar), Mank Marilyn (bass) dan Ade Ananta (drum).

Trensna Setonden Mati, lirik lagu ini dibuat oleh Comar & Ketut Slonog, sepupu Comar. Kemudian dalam perjalanannya lagu ini digubah lagi bersama dengan personil Marco baik secara lirik maupun aransemen menjadi seperti sekarang.

Lagu ini adalah single pertama yang nantinya akan menjadi bagian dari sebuah album yang akan dirilis Marco Band. Dalam perjalanannya pembuatan single ini Marco banyak didukung oleh teman-teman penggiat musik di Bali. Misalnya untuk studio rekaman dibantu oleh Donnie dan Hendra, kemudian studio latihan yang sering dibantu oleh Iwan Rock.

Akhirnya pada 15 Desember 2016 lalu, video klip single Trensna Setonden Mati resmi dirilis di kanal Youtube.

Awalnya Andy Duarsa, strudara klip ini, berinisiatif untuk menghubungi Marco menawarkan diri untuk membuat video klip single ini. Tentu saja kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Marco, karena Andy adalah sutradara klip senior di Bali dan sudah pernah membuat video klip untuk Marco sebelumnya.

Konsep awal klip ini dibuat oleh Marco dan Andy Duarsa. Kemudian dipilihlah sebuah gudang penyewaan tata-cahaya di bilangan Banjar Kedaton, Denpasar sebagai lokasi pengambilan gambar video.

Konsep awal klip ini awalnya hanya menampilkan personel band yang sedang memainkan lagu di sebuah setting panggung dengan tata-cahaya. Tapi kemudian muncul ide dari Comar untuk melibatkan teman, keluarga dan penggemar Marco untuk berkolaborasi di klip ini.

Akhirnya klip ini mempunyai dua versi, yaitu versi band dan versi “megelut”. Idenya adalah menampilkan potongan-potongan video yang menampilkan ekspresi cinta dengan berpelukan (megelut) dari sepasang kekasih, teman atau suami-istri.

Tentu saja hal ini mendapatkan tanggapan positif, dengan banyaknya potongan video yang dikirim.

Kemudian video-video ini dipilih dan dirangkai kemudian disisipkan menjadi satu bagian dari klip Trensna Setonden Mati yang peranannya sangat penting untuk membuat video klip ini sangat menyentuh walau dengan background suara musik rock.

Distribusi klip Trensna Setonden Mati selain melalui kanal digital juga didistribusikan melalui siaran TV Lokal Bali.

Marco Band sudah dikenal karena sering menjadi langganan sebagai band pembuka Lolot. Tahun lalu Marco membuka pertunjukan musik Lolot di dua lokasi yaitu di Desa Pelaga, Badung & Desa Selat, Karangasem. Catatan penting Marco juga pernah manggung di salah satu panggung musik terbesar yang pernah digelar di Padanggalak, Denpasar.

Rencana ke depan Marco Band adalah melanjutkan merekam dan merampungkan album. Band ini juga sedang mempersiapkan diri untuk merilis single kedua dari album tersebut.

Yang menarik adalah single berikutnya ini dibuat bertemakan ajakan menjaga kebersihan, dan didedikasikan untuk “Festival Malu Dong Buang Sampah” yang akan segera digelar pertengahan tahun ini.

Marco Band tidak berhenti sampai di situ saja. Single Trensna Setonden Mati juga sudah dapat dinikmati di kanal-kanal digital utama seperti di , dan . Hal ini dimungkinkan karena bantuan Antida Music sebagai satu-satunya agen distribusi musik digital di Bali. [b]

Youtube Klip (Megelut Version)

Marco Band juga bisa diikuti di Facebook dan Instagram.

Contact Marco (0813 5366 6913). Booking Contact: Chandra (0819 9906 8526).

Tags: DenpasarMarco BandMusikMusik Alternatif Bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Saylow

Saylow

Saylow, putra asli Karangasem tepatnya Dusun Tanahampo. Berlatar belakang ilmu teknologi informasi dan desain, memilih managemen seni dan pertunjukan sebagai jawaban atas kebutuhan kesehatan mental dan menyandarkan kepulan asap dapur dengan melakukan usaha dagang parcel buah rumahan.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Sandrayati - arise*

Sandrayati Rilis ‘Arise’, Single Jelang Album Baru ‘INHABIT’

3 August 2025
Next Post
Lima Fakta Mobil Motor Listrik Undiksha

Lima Fakta Mobil Motor Listrik Undiksha

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia