• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Bisnis Food Truck di Bali Makin Menggeliat

Diah Dharmapatni by Diah Dharmapatni
17 December 2016
in Gaya Hidup, Kabar Baru
0
2
Food truck hadir di Big Feast 2016: Tales of Food hingga 18 Desember 2016.
Food truck hadir di Big Feast 2016: Tales of Food hingga 18 Desember 2016.

Lokasi menentukan prestasi.

Karena itu, bisnis kuliner pun biasa diawali dengan mencari lokasi strategis untuk membangun warung, kafe atau restoran. Namun, kini bisnis kuliner pun semakin inovatif dengan memanfaatkan kendaraan untuk berjualan, truk bersantap.

Kendaraan disulap menjadi dapur, etalase restoran hingga tempat makan. Bisnis kuliner ini dikenal dengan food truck.

Inovasi food truck kian dilirik para pebisnis kuliner di Bali. Oleh karena itu, Big Feast 2016: Tales of Food memfasilitasi para pebisnis food truck ini tampil bercerita dalam sesi diskusi pembukaan.

Beberapa food truck bermula dari restoran yang memang sudah ada. Salah satunya Flapjacks, kafe yang menyajikan makanan penutup seperti pancake dan es krim. Ayu, perwakilan Flapjacks yang hadir dalam diskusi menyebutkan Flapjacks juga mulai mengembangkan food truck di samping kafe yang sudah ada.

“Kami baru saja launching kemarin (15/12). Kami ingin jemput bola, langsung mendekati konsumen yang berbeda,” ungkap Ayu.

Flapjacks membuka kafe di area Sanur dan Kuta. Konsumen yang berkunjung ke kafe kebanyakan turis dan warga yang berada di sekitar kafe. Menurut Ayu, food truck dapat menjadi cara ampuh memperluas target konsumen, terutama konsumen lokal.

Food truck memang dapat menjangkau konsumen yang tak terbatas. Para pebisnis food truck juga dapat menarik konsumen dengan desain kendaraan yang unik. Warna dan bentuk kendaraan yang kreatif dipercaya dapat mencuri perhatian.

Flapjacks sendiri menggunakan truk engkel untuk menyajikan produknya. Food truck lainnya seperti Porkswagen dan Bites on Wheel memilih menggunakan mobil van Volkswagen.

Selain itu, kreativitas penyajian produk juga perlu mendapat perhatian khusus. Makanan harus enak dan bersih.

“Yang penting kita yakin produk yang kita jual itu worth it. Bikin konsumen kembali lagi dan lagi,” jelas Ayu.

Tantangan Food Truck di Bali

Food truck memang tampak mudah karena sangat fleksibel. Meski demikian, pebisnis food truck juga memiliki tantangan tersendiri, terutama izin lokasi untuk berdagang.

img20161216144437-a
Para pebisnis food truck berbagi cerita di Big Feast 2016 Jumat lalu (16/12).

Ratih Pradnyaswari, pemilik food truck Porkswagen menyebutkan izin berjualan secara reguler untuk food truck masih sulit. Sekalipun usaha food truck dapat memilih lokasi sendiri. Menurutnya, belum ada izin khusus dari pemerintah mengenai usaha food truck di Bali.

“Kelihatannya food truck ini enak, bisa buka di mana saja dan tidak bayar sewa. Padahal kami juga bayar (izin) ke desa adat. Belum lagi pecalang dan ormas,” ujar Ratih.

Kelihatannya food truck ini enak, bisa buka di mana saja dan tidak bayar sewa. Padahal kami juga bayar (izin) ke desa adat. Belum lagi pecalang dan ormas. – Ratih.

Meski terkendala izin, para pebisnis food truck tidak patah semangat. Pemilik food truck Bites on Wheels, Gani mengatakan food truck miliknya lebih menyasar acara yang sudah pasti punya izin.

“Sekarang kami lebih fokus ke even. Setiap hari jalan sih nggak ya. Tapi kendaraannya harus dipanasin setiap hari,” tutur Gani.

Kehadiran food truck di berbagai acara festival akhirnya membuat warga mengidentikkan food truck hanya untuk festival. Menurut Gani, food truck sangat mungkin memiliki ruang sendiri di tempat umum. Beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat telah memfasilitasi tempat khusus para pebisnis food truck ini.

Masalah lainnya, daya beli konsumen masih kurang. Harga yang ditawarkan food truck ini rata-rata Rp 20.000. Hal ini karena makanan yang ditawarkan juga menggunakan bahan berkualitas premium.

“Mereka (konsumen-red) lebih baik beli nasi campur daripada belanja di food truck, kecuali belinya di even,” ungkap Gani.

Para pebisnis food truck di Bali juga membentuk komunitas untuk berjejaring dengan sesama pebisnis dan berbagi informasi acara. Beberapa food truck ini hadir di acara Big Feast 2016: Tales of Food mulai 16 hingga 18 Desember 2016 di Level 21 Mall Denpasar. [b]

Tags: DenpasarEkonomi KreatifFood Truck
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Diah Dharmapatni

Diah Dharmapatni

Bekerja di bidang sains dan teknologi.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post
Membahas Kontroversi Tari Bali Syariah

Membahas Kontroversi Tari Bali Syariah

Comments 2

  1. cara negosiasi bisnis says:
    9 years ago

    wah sekarang Inovasi food truck banyak dilirik pebisnis kulines di bali

    Reply
  2. teknik negosiasi bisnis says:
    9 years ago

    Kelihatannya food truck ini enak, bisa buka di mana saja dan tidak bayar sewa berarti snagat murah ya untuk modal

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia