• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Tranformasi Kehancuran di Berubah Benyah

Rama Indirawan by Rama Indirawan
14 October 2021
in Budaya, Foto, Kabar Baru
0
0
Dea – IMPERFECTION

Berubah Benyah adalah pameran kelompok oleh Andre Yoga, Dea Rahajeng, dan Rama Indirawan yang akan mengajak semua menuju transformasi kehancuran melalui lukisan, foto, tulisan, dan segala hal yang ada di antaranya. Pameran ini diselenggarakan di Deus Ex Machina Temple of Enthusiasm di Canggu, Bali, dari 2-31 Oktober.

Nama Berubah Benyah berasal dari kata “Berubah” yang berarti menjadi lain dari sebelumnya, dan bahasa Bali yaitu “Benyah” yang memiliki arti hancur. Saat seseorang, tempat, atau benda mencapai tingkat yang lebih tinggi, ia dapat bertransformasi menjadi lebih baik atau buruk.

Berubah Benyah menyoroti sisi buruknya, menganalisis perubahan yang dapat terjadi pada manusia, tempat, dan berbagai hal lainnya. Transformasinya memiliki berbagai bentuk, dalam manusia kita dapat melihatnya pada ketenaran, kekayaan, dan kekuasaan. Sedangkan tempat atau benda dapat dilihat melalui perkembangan, eksploitasi, dan pencabutan hak-haknya.

Pameran adalah respon dan refleksi dari fenomena Berubah Benyah yang terjadi di Bali, Indonesia. Isu ini tidak unik karena juga terjadi di berbagai belahan dunia lainya, lintas manusia dan budaya lokal dan global. Berubah Benyah adalah transformasi yang dapat menghancurkan siapa saja atau apa saja menjadi berkeping-keping.

Andre Yoga adalah peelukis dan illustrator, Andre Yoga mendapatkan inspirasi dari observasi kehidupan sehari-hari nya, baik yang membosankan ataupun luar biasa. Andre menuangkan inspirasi tersebut ke dalam karya-karyanya: sebuah mitologi era modern dengan cerita yang tak disangka.

Sebagai sebuah kritik sosial, karyanya seringkali menggambarkan kisah tentang isu-isu sosial, budaya dan juga keadaan saat ini. Sejak awal karirnya di tahun 2013, Andre telah menemukan gaya khas tersendiri. Diawal karir menggambarnya, Andre menggunakan teknik seperti dot works dan pointillism yang sangat detail. Pada tahun 2019, Andre mulai memadudukan gaya kolase ke lukisannya. Karyanya selalu tidak terduga karena menggabungkan elemen-elemen gambar yang tidak biasa dengan sentuhan gaya Bali.

Andre – Pariwisata

Dea Rahajeng adalah fotografer yang menemukan estetika dalam manusia dengan melihat setiap subjek secara berbeda. Dia percaya bahwa setiap orang berbeda dan tidak dapat dibandingkan satu sama lain. Setiap orang memiliki nilai-nilai sejati yang dapat ditunjukkan. Momen tercipta karena koneksi.

Memotret teman, sahabat, dan orang yang akan menjadi teman di masa depan, Dea dapat mengintimkan diri bersama subjeknya untuk mengungkap kualitas “mentah” seseorang. Ia menciptakan foto yang menggambarkan berbagai suasana hati dan emosi, dari yang aneh hingga konyol. Dea Menjelajahi segi pandang dan menangkap perspektif untuk mendapatkan keinginannya berupa kesempurnaan yang tidak sempurna.

Sedangkan Rama Indirawan adalah penulis dan perupa yang menitikberatkan karya-karyanya dengan tulisan atau teks melalui literasi dan berbagai transformasinya. Kata-kata, bahasa, dan aksara menjadi beberapa instrumen utama yang berusaha untuk menyampaikan pesan, memberikan perspektif, dan menyebarkan makna.

Rama mengekspresikan beragam konteks, dari kebiasaan modern yang terus berubah, realitas sosial dan politik, hingga relasi manusia dengan spiritualitasnya. Subjek yang kini tengah ditelaah adalah obsesi—menjelajahi hasrat manusia, delusi, hingga emosi yang menjauhkan diri dari moderasi.

kampungbet

Tags: berubah benyahpameran fotopameran seni
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Rama Indirawan

Rama Indirawan

Related Posts

Rekonstruksi I Love Bali oleh Slinat

Rekonstruksi I Love Bali oleh Slinat

24 March 2025
Ritual, antara Solidaritas dan Pencarian

Ritual, antara Solidaritas dan Pencarian

20 August 2014
Tak Ada Surga di Bali Kini

Tak Ada Surga di Bali Kini

28 May 2011
Next Post
Mulih, Lagu Basa Bali Perdana Navicula

Mulih, Lagu Basa Bali Perdana Navicula

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia