• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

TPST Samtaku Jimbaran Terbakar, Aliansi Zero Waste Minta Tinjau Izin

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
18 July 2024
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Dua TPST yang diresmikan pemerintah pusat bermasalah. Padahal dua proyek jelang G20 ini diklaim menggunakan teknologi canggih. TPST kesiman Kertalangu yang diresmikan Presiden Joko Widodo diprotes karena bau dan limbahnya sampai dibuatkan baliho prote soleh warga sekitar. Sementara TPST Samtaku Jimbaran yang diresmikan Menkomarves Luhut Binsar P. selain diprotes bau kini terbakar pada 17 Juli 2024 lalu.

Kenapa penanganan sampah selalu bermasalah di ujung lokasi pemrosesan akhir? Ancaman lain yang menjadi peristiwa rutin adalah kebakaran di TPS dan TPA.

Berikut siaran pers dari AZWI mengenai kebakaran TPST Samtaku yang ketika diresmikan, dikelola Pemda, PT Reciki, dan Danone. https://www.antaranews.com/berita/2564149/tpst-samtaku-jimbaran-wujud-tanggung-jawab-produsen-pada-kemasannya

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), Nexus3 Foundation, PPLH Bali bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali menyoroti peristiwa kebakaran Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Samtaku Jimbaran pada Rabu (17/7/2024) sekitar pukul 04.30 WITA. Mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan investigasi mendalam terhadap penyebab kebakaran, mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di TPA/TPST lain dan mencabut izin operasional TPST Samtaku. Peristiwa ini tak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan namun juga masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Badung, Bali dan jadi pembelajaran di tempat lain.

Menurut keterangan saksi, api mulanya membakar gudang area TPST Samtaku Jimbaran, disinyalir akibat korsleting listrik pada panel listrik. Sekitar 11 unit mobil Pemadam Kebakaran (DamKar) Badung dari lima pos dikerahkan untuk menangani peristiwa kebakaran tersebut. Namun hingga Rabu (17/7/2024) sore, petugas DamKar belum bisa membeberkan penyebab pasti kebakaran.

“Apinya mulai ada dari jam setengah 5 pagi, dan pemadam kebakarannya kira-kira sampai jam 7 pagi. Asapnya sesekali ke rumah (saya), saat ada angin,” ungkap Kadek, salah satu warga yang tinggal di sekitar TPST Samtaku Jimbaran saat diwawancarai tim Nexus3 Foundation, Kamis (18/7/2024).

Kebakaran TPST Samtaku Jimbaran menjadi pembelajaran khususnya pemerintah. Sejak awal, pembangunan TPST Samtaku tidak memperhatikan persiapan dan edukasi di masyarakat sebelumnya.

“Kebakaran TPST Samtaku menjadi pembelajaran khususnya bagi pemerintah, pengusaha dan masyarakat. Malu sebenarnya sebagai warga Bali, karena TPST ini awalnya sangat digadang-gadang menjadi percontohan pertama dalam pengelolaan sampah di Bali. Sudah banyak provinsi lain datang untuk studi tiru, tetapi kenyataannya hasilnya tidak optimal. Sangat disesalkan sejak awal sosialisasi tidak menyeluruh dan transparan kepada warga sekitar tentang peruntukan TPST ini dan pelanggan angkutan sampah juga tidak diedukasi untuk memilah,” kata Catur Yudha Hariani, Direktur PPLH Bali. “Dampaknya, sampah campur itu menimbulkan bau tidak sedap, asap, dan mengganggu kesehatan warga sekitar.  Harapan saya kejadian ini menjadi peringatan kepada pemerintah untuk tidak mudah tergiur untuk menerapkan teknologi dan dengan mudah mengeluarkan izin pendirian TPST di tengah permukiman. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi dan monitoring ke TPST-TPST yang ada di Bali agar tidak ada kejadian yang sama,” tegasnya.

Di sisi lain, peristiwa kebakaran ini juga menjadi perhatian serius bagi warga sekitar TPST karena tumpukan berbagai jenis sampah plastik yang terbakar menimbulkan asap yang mengandung racun berbahaya dan karsinogenik seperti dioksin, furan, PFAS, particulate matter (PM2.5, PM10), karbon (CO, CO2, black carbon), logam berat, NOx, serta PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbons). Polutan-polutan ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan, pusing, mual, dan muntah dalam jangka pendek, serta meningkatkan risiko kanker paru, gangguan kognitif, dan penyakit jantung dalam jangka panjang.

“Kemasan plastik mengandung berbagai bahan kimia beracun pengganggu hormon dan karsinogen yang dapat membahayakan kesehatan saat terbakar atau dibakar, termasuk dalam bentuk pelet atau briket RDF,” kata Yuyun Ismawati, Senior Advisor Nexus3 Foundation.

“Sejak awal keberadaan TPST Samtaku di tengah-tengah pemukiman warga sudah menyalahi rencana tata ruang serta melanggar hak warga atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Aktivitas TPST sudah merugikan warga, seperti aliran limbah air lindi ke pekarangan mereka, arus truk sampah keluar masuk, dan bau dari tumpukan sampah. Kebakaran ini memperburuk kondisi lingkungan dan kesehatan warga. Pemerintah dan pengelola harus bertanggung jawab,” tegas Rezki Pratiwi, Direktur LBH Bali.

Pembangunan fasilitas TPST harus disertai dengan standar operasional yang memadai serta edukasi kepada masyarakat. Kegagalan operasional TPST sejenis ini kemungkinan besar dapat terjadi juga di TPST-TPST lainnya. Pemerintah harus fokus pada perubahan sistem pengelolaan sampah yang menekankan pada pemilahan dan pengelolaan sampah sejak di sumber dan mewajibkan produsen mengambil kembali kemasan mereka lewat skema EPR (Extended Producers Responsibility).

TPST Samtaku Jimbaran menjadi pionir dan model pengolahan sampah di Bali yang direncanakan dapat mengolah sampah organik menjadi kompos, dan sampah anorganik menjadi bahan daur ulang dan Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar.

Setelah warga Lingkungan Angga Swara – diwakili oleh almarhum Owen Podger – mengirimkan surat terbuka kepada Danone, Pemerintah Kabupaten Badung dan Provinsi Bali serta beberapa Kementerian untuk menyatakan keluhan mereka masalah polusi, TPST Samtaku Jimbaran semakin jadi sorotan publik.

Penyebab penutupan TPST pionir Kabupaten Badung itu adalah kerusakan mesin secara beruntun, disusul PT Resiki Solusi Indonesia (RSI) dan salah satu pemegang saham (PIY) akhirnya mundur dari pemegang saham PT Rejeki Mantap Jaya (Remaja) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada bulan Januari 2024. 

Selama tiga tahun terakhir, operasional TPST tidak berjalan dengan baik. Bau yang dihasilkan akibat penumpukan sampah organik, pemilahan sampah campuran serta bau dan asap dari proses pembuatan briket RDF, mengganggu kehidupan sehari-hari warga sekitar TPST. Selain menimbulkan ketidaknyamanan, warga juga mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan, seperti sesak nafas, pusing dan mual. Hal ini terjadi karena lokasi TPST Samtaku Jimbaran berada di sekitar pemukiman dan berjarak kurang dari 100 meter dengan rumah-rumah terdekat.

skrinsyut dari akun IG BaliPariwara

Demikian siaran pers dari AZWI. Sebelumnya, persoalan ini juga pernah diliput oleh penulis di BaleBengong. https://balebengong.id/tpst-samtaku-jimbaran-dan-masalahnya/

kampungbet
Tags: pengelolaan sampahsiaran persTPST terbakar
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Tidak Terpengaruh Pilkada, ForBALI Siap Menangkan Teluk Benoa

Walhi Bali Kritisi Proses Penyusunan Naskah Akademik Pengelolaan Reklamasi Pesisir

30 December 2025
GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

27 December 2025
Aktivis Bali Ditangkap dan Dibawa ke Jakarta

Aktivis Bali Ditangkap dan Dibawa ke Jakarta

23 December 2025
Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

13 December 2025
Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

11 December 2025
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Oligarki Kian Vulgar

Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Oligarki Kian Vulgar

10 December 2025
Next Post
Cek Fakta (Salah): Sri Mulyani Dikabarkan Akan Mundur Sebagai Menteri Keuangan

Cek Fakta (Salah): Sri Mulyani Dikabarkan Akan Mundur Sebagai Menteri Keuangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia