
Pada 6 Juni 2025, mahasiswa Papua menerima paket kepala babi busuk oleh orang tak dikenal, yang dikirim ke dua alamat, tempat tinggal mereka, di Denpasar. Pasca menerima paket tersebut, selama dua hari berturut-turut, tanggal 7 dan 8 Juni 2025, dua orang dengan baju dinas kepolisian, mendatangi dan mengintrogasi mereka terkait paket ini.
Mahasiswa asal Papua di Denpasar dikirim paket berisi kepala babi busuk pada Jumat, 06 Juni 2025. Tepat jam 15:00 WITA di kontrakan mahasiswa asal Papua di Denpasar, beberapa mahasiswa asal Papua menerima paket yang diantar oleh ojek online. Paket berupa dua kotak kardus ditujukan kepada Wemison Enembe dan Yuberthinus Gobay disertai nomor kontak dan keterangan buku Papua Bergerak.
Kedua paket diantar ke tempat yang berbeda. Paket atas nama Wemison Enembe dikirim ke Jalan Gn. Welirang 1, sedangkan paket atas nama Yubertinus Gobay ke Asrama Papua (Aspura) di Jalan Tukad Yeh Aya No 52, Denpasar Selatan. Dua paket tersebut berisi sama, yaitu kepala babi yang sudah busuk, satu tulang, serta tanah hitam yang dibungkus plastik hitam dan dimasukan dalam karton berlapis plastik merah. Dalam paket karton juga ditulis nama, alamat, nomor telepon, dan isi buku.
Setelah mencoba menelusuri kontak pengirim yang tertera pada paket, kontak tersebut bukan berasal dari kenalan mahasiswa asal Papua. Ojek online yang mengirim pun langsung pergi setelah mengantarkan paket.
Ketika paket dibuka, keluar aroma busuk yang berasal dari bangkai kepala babi, tulang, dan tanah. Pada aplikasi Get Contact, ditemukan dua pengirim dengan identitas yang berbeda, yaitu Vanawl Apparel mengirimkan pake ke Yuberthinus Gobay dan Made Budawan mengirimkan paket ke Wemison Enembe. Diduga kedua pengirim tersebut sama karena foto profilnya serupa.
Beberapa hari setelahnya, yaitu pada tanggal 07 juni 2025, sekitar pukul 14.00 – 14.30 WITA, dua orang yang mengaku dari Polresta mendatangi Aspura. Dua orang tersebut tidak mengenakan seragam polisi, hanya mengenakan kaos polos. Bahkan, salah satunya memiliki tato di lengan kiri hingga ke leher.
Mereka datang dengan tujuan menanyakan kronologi kejadian pengiriman paket berisi kepala babi. Namun, mahasiswa asal Papua yang berada di tempat menolak menjawab pertanyaan dua orang tersebut. Mereka pun datang ke kontrakan mahasiswa asal Papua di Jalan Gn. Welirang 1 dan menanyakan hal serupa.
Teror binatang busuk terhadap mahasiswa Papua menunjukkan langkah mundur demokrasi di Indonesia. Motiv teror ini tidak dapat dilepaskan dari aktivitas kritis yang dilakukan mahasiswa Papua dalam menyuarakan pelanggaran HAM seperti pembunuhan dan penyiksaan oleh aparat, perampasan lahan berskala luas, kerusakan lingkungan, dan pelanggaran HAM lainnya yang terjadi di tanah Papua.
Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Bali melakukan siaran pers di LBH Bali pada 10 Juni 2025. Dalam siaran pers tersebut, mereka mengungkapkan bahwa teror yang diterima bukan hanya kali ini saja. “Misalnya dulu beberapa teman-teman itu dibuang jarum suntik. Dibuang jarum suntik itu di asrama Papua lama di sana. Itu banyak jarum suntik yang dibuang, kemudian berapa lagi itu diintimidasi di kontrakan-kontrakan,” ungkap salah satu anggota AMP. Teror dan intimidasi terus dilakukan oleh OTK hingga teror kepala babi busuk yang diterima saat ini.
Teror ini adalah bentuk pembungkaman, intimidasi, dan serangan psikologis agar penerima teror berhenti bersuara. Terlebih peristiwa semacam ini bukan kali pertama terjadi, dan menjadi pola berulang. Padahal, menyuarakan pendapat secara demokratis telah dijamin dalam konstitusi UUD 1945 Pasal 28E ayat (2) dan Pasal 28F. Kebebasan berpendapat dan berekspresi juga menjadi amanat penting dalam kehidupan bernegara di Indonesia, yang termuat dalam UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Oleh karena itu, kami menyatakan:
- Mengutuk keras teror binatang busuk terhadap mahasiswa Papua.
- Agar negara memperhatikan prinsip-prinsip HAM dan menjamin kebebasan berekspresi dan berpendapat tanpa ada intimidasi dan serangan dalam berbagai bentuk.
- Mendesak Komnas HAM dan Kementerian HAM Republik Indonesia melakukan investigasi menyeluruh terhadap peristiwa teror yang dialamatkan kepada AMP Bali
- Mendesak Kepolisian Republik Indonesia c.q Kepolisian Daerah Bali untuk melakukan pengusutan dan mengungkap aktor yang melakukan teror kepada AMP Bali
Berikut bukti-bukti yang kami kumpulkan:














![[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan](https://balebengong.id/wp-content/uploads/2025/01/KOLOM-MATAN-AI-oleh-I-Ngurah-Suryawan-by-Gus-Dark1-120x86.jpg)

