• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Teror dan Intimidasi Kepala Babi Busuk Terhadap Mahasiswa Papua di Bali

LBH Bali by LBH Bali
11 June 2025
in Kabar Baru, Opini
0
0
Kiriman kepala babi busuk ke mahasiswa asal Papua

Pada 6 Juni 2025, mahasiswa Papua menerima paket kepala babi busuk oleh orang tak dikenal, yang dikirim ke dua alamat, tempat tinggal mereka, di Denpasar. Pasca menerima paket tersebut, selama dua hari berturut-turut, tanggal 7 dan 8 Juni 2025, dua orang dengan baju dinas kepolisian, mendatangi dan mengintrogasi mereka terkait paket ini.

Mahasiswa asal Papua di Denpasar dikirim paket berisi kepala babi busuk pada Jumat, 06 Juni 2025. Tepat jam 15:00 WITA di  kontrakan mahasiswa asal Papua di Denpasar, beberapa mahasiswa asal Papua menerima paket yang diantar oleh ojek online. Paket berupa dua kotak kardus ditujukan kepada Wemison Enembe dan Yuberthinus Gobay disertai nomor kontak dan keterangan buku Papua Bergerak.

Kedua paket diantar ke tempat yang berbeda. Paket atas nama Wemison Enembe dikirim ke Jalan Gn. Welirang 1, sedangkan paket atas nama Yubertinus Gobay ke Asrama Papua (Aspura) di Jalan Tukad Yeh Aya No 52, Denpasar Selatan. Dua paket tersebut berisi sama, yaitu kepala babi yang sudah busuk, satu tulang, serta tanah hitam yang dibungkus plastik hitam dan dimasukan dalam karton berlapis plastik merah. Dalam paket karton juga ditulis nama, alamat, nomor telepon, dan isi buku.

Setelah mencoba menelusuri kontak pengirim yang tertera pada paket, kontak tersebut bukan berasal dari kenalan mahasiswa asal Papua. Ojek online yang mengirim pun langsung pergi setelah mengantarkan paket.

Ketika paket dibuka, keluar aroma busuk yang berasal dari bangkai kepala babi, tulang, dan tanah. Pada aplikasi Get Contact, ditemukan dua pengirim dengan identitas yang berbeda, yaitu Vanawl Apparel mengirimkan pake ke Yuberthinus Gobay dan Made Budawan mengirimkan paket ke Wemison Enembe. Diduga kedua pengirim tersebut sama karena foto profilnya serupa.

Beberapa hari setelahnya, yaitu pada tanggal 07 juni 2025, sekitar pukul 14.00 – 14.30 WITA, dua orang yang mengaku dari Polresta mendatangi Aspura. Dua orang tersebut tidak mengenakan seragam polisi, hanya mengenakan kaos polos. Bahkan, salah satunya memiliki tato di lengan kiri hingga ke leher.

Mereka datang dengan tujuan menanyakan kronologi kejadian pengiriman paket berisi kepala babi. Namun, mahasiswa asal Papua yang berada di tempat menolak menjawab pertanyaan dua orang tersebut. Mereka pun datang ke kontrakan mahasiswa asal Papua di Jalan Gn. Welirang 1 dan menanyakan hal serupa.

Teror binatang busuk terhadap mahasiswa Papua menunjukkan langkah mundur demokrasi di Indonesia. Motiv teror ini tidak dapat dilepaskan dari aktivitas kritis yang dilakukan mahasiswa Papua dalam menyuarakan pelanggaran HAM seperti pembunuhan dan penyiksaan oleh aparat, perampasan lahan berskala luas, kerusakan lingkungan, dan pelanggaran HAM lainnya yang terjadi di tanah Papua.

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Bali melakukan siaran pers di LBH Bali pada 10 Juni 2025. Dalam siaran pers tersebut, mereka mengungkapkan bahwa teror yang diterima bukan hanya kali ini saja. “Misalnya dulu beberapa teman-teman itu dibuang jarum suntik. Dibuang jarum suntik itu di asrama Papua lama di sana. Itu banyak jarum suntik yang dibuang, kemudian berapa lagi itu diintimidasi di kontrakan-kontrakan,” ungkap salah satu anggota AMP. Teror dan intimidasi terus dilakukan oleh OTK hingga teror kepala babi busuk yang diterima saat ini.

Teror ini adalah bentuk pembungkaman, intimidasi, dan serangan psikologis agar penerima teror berhenti bersuara. Terlebih peristiwa semacam ini bukan kali pertama terjadi, dan menjadi pola berulang. Padahal, menyuarakan pendapat secara demokratis telah dijamin dalam konstitusi UUD 1945 Pasal 28E ayat (2) dan Pasal 28F. Kebebasan berpendapat dan berekspresi juga menjadi amanat penting dalam kehidupan bernegara di Indonesia, yang termuat dalam UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Oleh karena itu, kami menyatakan:

  1. Mengutuk keras teror binatang busuk terhadap mahasiswa Papua.
  2. Agar negara memperhatikan prinsip-prinsip HAM dan menjamin kebebasan berekspresi dan berpendapat tanpa ada intimidasi dan serangan dalam berbagai bentuk.
  3. Mendesak Komnas HAM dan Kementerian HAM Republik Indonesia melakukan investigasi menyeluruh terhadap peristiwa teror yang dialamatkan kepada AMP Bali
  4. Mendesak Kepolisian Republik Indonesia c.q Kepolisian Daerah Bali untuk melakukan pengusutan dan mengungkap aktor yang melakukan teror kepada AMP Bali

Berikut bukti-bukti yang kami kumpulkan:

Kontak pengirim paket atas nama Wemison Enembe
Paket berisi kepala babi atas nama Wemison Enembe
Paket atas nama Wemison Enembe
Kontak pengirim paket atas nama Yuberthinus Gobay
Paket berisi kepala babi atas nama Yuberthinus Gobay
Paket atas nama Yuberthinus Gobay
sangkarbet kampungbet
Tags: intimidasimahasiswa Papuamahasiswa Papua di Balisiaran persteror
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
LBH Bali

LBH Bali

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali. Bali Legal Aid Institute. Bantuan hukum gratis bagi masyarakat tertindas dan buta hukum. Jalan Plawa No. 57, Denpasar. Telp (0361) 223 010.

Related Posts

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
UFF 2020 Akan Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara

Ubud Food Fest 2026: Penjaga Pangan di Darat dan Laut

26 March 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

28 February 2026

Situasi Pariwisata Bali Kini dari Pernyataan Gubernur

27 February 2026
Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

19 February 2026
Next Post
Kesehatan Gigi dan Mulut Belum Inklusif, Anak Disabilitas Sulit Mengakses

Kesehatan Gigi dan Mulut Belum Inklusif, Anak Disabilitas Sulit Mengakses

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia