• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Terlambat Terapi ARV Tingkatkan Jumlah Kematian ODHA

Anton Muhajir by Anton Muhajir
24 November 2008
in Kabar Baru
0
2

Oleh Anton Muhajir

Kematian Orang dengan HIV dan AIDS (OHDA) di Bali meningkat dua kali lipat tahun ini dibandingkan empat tahun sebelumnya. Menurut data di bagian Voluntary, Counseling, and Testing (VCT) RS Sanglah kasus kematian ODHA pada 2004 adalah 32 orang. Namun tahun ini sudah 72 orang padahal baru sampai Oktober.

Selain kasus kematian, jumlah warga yang melakukan konseling terkait HIV dan AIDS juga meningkat tiga kali lipat dibanding empat tahun lalu. Dari 324 orang pada tahun 2004 menjadi 987 orang hingga Oktober lalu.

Kematian ODHA ini didominasi kalangan injecting drug user (IDU). Menurut Istina Dewi, Koordinator Pendampingan Yayasan Bali Plus, pada bulan lalu tercatat enam ODHA yang meninggal. Empat di antaranya adalah dari injecting drugs user (IDU). Sisanya waria dan heteroseksual.

“IDU seperti janjian satu sama lain. Mereka meninggal saling menyusul,” kata Istina Dewi, biasa dipanggil Antin.

Meningkatnya kasus kematian ODHA tersebut bisa terjadi karena beragam alasan. Tapi yang paling banyak adalah karena keterlambatan terapi ARV sehingga sebagian ODHA yang masuk ke rumah sakit sudah dalam keadaan kritis. “Sebagian besar ODHA yang datang sudah stadium lanjut sehingga sulit bertahan,” kata Sagung Suryani, koordinator klinik VCT Sanglah.

Yusuf Rey Noldy, konselor di Yayasan Hatihati mendukung pernyataan Sagung. Menurut Noldy, saat ini memang banyak ODHA yang masuk rumah sakit ketika kondisi kesehatannya sudah parah. “Biasanya karena terlambat ikut terapi ARV,” katanya. Antiretroviral (ARV) adalah obat untuk menghambat laju penambahan HIV di dalam darah ODHA.

Namun, lanjut Noldy, masih banyak ODHA yang tidak ikut terapi ARV meski tingkat kekebalan tubuhnya sudah semakin menurun dan sudah waktunya ikut terapi. “Karena mereka takut efek samping,” tambahnya. Menurut Noldy, minum ARV memang bisa mengakibatkan efek samping seperti ruam-ruam, neuropati, insomnia, bahkan keracunan obat. Tapi, lanjutnya, efek samping terjadi pada saat pertama kali minum obat.

Akibat efek samping ini, ODHA yang sudah terapi pun kadang-kadang mendadak berhenti minum ARV dan beralih ke terapi alternatif seperti obat-obatan tradisional. Mereka berhenti tanpa konsultasi dengan dokter.

Alasan kedua tingginya angka kematian ODHA adalah karena ketidaktahuan ODHA itu sendiri pada kesehatan pribadi. “Meskipun sudah tahu positif HIV, bahkan pada fase AIDS, namun IDU tersebut tidak tahu bagaimana sebaiknya menjaga kesehatan,” ujar Antin.

Ketidaktahuan ini terjadi, lanjut Antin, karena ODHA tersebut sama sekali tidak mendapat pendampingan dari LSM di Bali sementara ODHA itu sendiri tidak terbuka pada keluarga. Ketika sudah di rumah sakit dan kritis, barulah pihak rumah sakit yang menelpon LSM agar ODHA tersebut mendapat pendampingan. “Tapi kami tidak bisa berbuat banyak karena kondisinya juga sudah parah,” tambah Antin.

Gaya hidup adalah faktor ketiga. Sebagian ODHA, apalagi IDU, memang tidak peduli pada kesehatan sendiri. Contohnya waktu makan tidak teratur. Atau berhubungan seks tanpa kondom dengan pekerja seks komersial untuk menghilangkan stress. Atau merokok dan minum minuman beralkohol. “Masak sudah tahu kena Tuberculosis (TB), masih saja merokok,” kata Antin.

Karena tidak peduli terhadap kesehatan sendiri, lanjut Antin, sebagian besar ODHA IDU juga tidak tahu tentang kesehatan dasar sehingga tidak pernah check up. Untuk cek kesehatan mereka biasanya menunggu gratisan. Padahal secara ekonomi mereka mampu. “Mereka lebih suka mengeluarkan uang untuk bersenang-senang daripada untuk menjaga kesehatan,” tambah ibu satu anak ini.

Namun, menurut Noldy, banyak pula ODHA yang tidak peduli kesehatan karena alasan ekonomi. Mereka mengaku tidak bisa cek kesehatan karena tidak bisa membayar biaya di rumah sakit. “Kalau sudah seperti itu, kami tidak juga mau bilang apa. Karena kami juga tidak bisa membantu biaya pengobatan,” tuturnya.

Noldy, yang juga mantan IDU, mengatakan sebaiknya ODHA cek kesehatan tiap tiga bulan sekali untuk menjaga agar kondisi tubuh tidak drop. Selain itu, ODHA juga perlu konsultasi pada dokter atau konselor sebulan sekali. “Karena ODHA kan rentan mengalami masalah kesehatan jadi harus rajin cek kesehatan. Tidak harus sakit untuk cek up,” kata Noldy.

Bagi Noldy dan Antin, kematian ODHA itu sendiri bermakna ganda. Di satu sisi, akibat kematian tersebut, dampingan mereka makin berkurang. Begitu pula beban pekerjaan. Tapi di sisi lain, secara psikologis itu sangat berpengaruh. “Makin banyak ODHA yang meninggal membuat kami makin down. Itu tidak bisa kami tutupi. Apalagi mereka juga teman kami sendiri. Seperti mengingatkan kapan ya giliran kami,” ujar Noldy. [b]

versi Inggris dapat di link di: the jakarta post

Tags: BaliHIV/AIDSKesehatanNGO
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post

Bali Creative Power Daftarkan Sembilan Hak Cipta Kreatif

Comments 2

  1. keyno says:
    17 years ago

    Mmmh,,, Bali,, Oh tidak my second hometown,,,

    Meningkat lagi pengidap HIV dan Kematian karena AIDS,,

    klo saya punya pandangan lain mas,,

    mungkin mereka dah ngerasa “How Ever i’ll be Die, so what’s the point?”

    Nah sekarang, mungkin pertanyaannya, gimana cara kta, sepaya membangkitkan rasa percaya diri mereka lagi, utk ngejalani hidup,,,

    Reply
  2. binti says:
    17 years ago

    saya ikut prhatin dengan segala masalah ODHA namun tak ada yang bisa aku kerjakan untuk mereka,bagaimana caranya untuk berbagi rasa dengan mereka?kasih tau aku lewat mana harus berpatisipasi………please…….

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia