• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Tedun, Ajang Gaul ala Truna Truni

Persma Akademika by Persma Akademika
3 April 2014
in Berita Utama, Kabar Baru
0
0
reuni-banjar
Ilustrasi foto dari http://reunisd01banjarbali.blogspot.com/

Oleh Ni Komang Dharma Yanti

Tung. Tung… Kulkul dibunyikan dua kali.

Bunyi kentongan besar sebagai sarana komunikasi antar-warga banjar dua kali memiliki isyarat khusus, sering dikatakan sebagai kulkul pengenten (pengingat). Tujuannya memberitahukan kepada warga banjar yang akan melaksanakan kegiatan di bale banjar agar lekas bersiap-siap.

Tung… Tung…Tung.. Kulkul kembali dibunyikan tiga kali. Kali ini bermakna berbeda sesuai hitungannya. Bunyi kulkul tiga kali menandakan aktivitas yang akan diselenggarakan di balai banjar akan segera dimulai.

Kulkul masih menjadi primadona, sarana komunikasi tradisional namun masih efektif utamanya ketika Sekehe Truna Truni (STT), perkumpulan pemuda dan pemudi di banjar, akan melaksananakan tedun.

Tedun adalah aktivitas tersendiri yang wajib dilaksanakan oleh STT dan dijadikan pula sebagai aktivitas bulanan layaknya organisasi-organisasi lainnya.

Kata tedun sendiri berasal dari Bahasa Bali Alus, yang dapat diartikan turun dalam Bahasa Bali Madya). Istilah tedun sama halnya dengan kata paum (atau rapat dalam Bahasa Indonesia). Maksudnya, truna-truni banjar tersebutlah yang turun ke banjar untuk bersama-sama berkumpul mengadakan sebuah rapat.

Selain sebagai wadah berkumpul, tedun juga bisa menjadi sarana penampungan aspirasi truna-truni banjar tersebut. Apalagi dalam satu wadah STT tentunya mereka semua berasal dari jenjang pendidikan berbeda meskipun sudah menginjak usia remaja.

Hal tersebut akan menambah keragaman pengetahuan ketika saat tedun terjadi aktivitas saling bertukar pendapat dan pengalaman.

Ada hal-hal yang paling dinanti ketika tedun tiba. Beberapa anggota baru dari STT akan memperkenalkan dirinya di hadapan senior-seniornya yang lebih dulu berada dalam wadah tersebut. Bak diospek, rasa tegang, canggung dan deg-degan menyelimuti wajah mereka.

Ditambah lagi suara – suara nakal yang dikeluarkan oleh anggota STT yang menambah riuh suasana. Sejenak suasana kembali hening ketika calon truna atau truni yang baru mulai memperkenalkan diri.

Bagi segelintir truna dan truni, tedun adalah aktifitas yang menyenangkan dan biasanaya ditunggu-tunggu. Bagi truna atau truni yang mempunyai pacar dalam satu banjar, maka tedun adalah momen di mana dia dapat menunjukkan kecerdasan dan kepeduliannya terhadap organisasi di hadapan pasangannya.

Curi-curi pandang saat pasangannya duduk bersama dalam sebuah forum adalah bumbu istimewa ketika tedun bagi mereka yang memiliki pasangan dalam satu banjar. Bagi para jomblo, tedun tidak kalah istimewanya, karena mereka bisa menebar pesona dan menunjukkan bakat lebih mereka dihadapan lawan jenisnya.

Ketika zaman sudah berubah menjadi lebih elastis, maka tidak demikian dengan tedun. Tradisi ini masih berjalan hingga kini, dan masih menganut beberapa ketentuan lama.

Meriki… meriki truna-truni sampunang lali benjang jagi tedun… [b]

Tags: AdatBaliBudaya
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Persma Akademika

Persma Akademika

Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana - Sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa atau lembaga dalam bidang jurnalistik di Universitas Udayana. Sekretariat : Gedung Student Center Universitas Udayana, Jalan Dr. Goris, Denpasar, Bali. http://www.persakademika.com/

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Next Post
Bebek Panggang Berbungkus Daun Pisang

Bebek Panggang Berbungkus Daun Pisang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia