• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, March 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Teater Shakespeare di Balai Banjar

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
29 July 2016
in Budaya
0
0
Pertunjukan gender membuka teater Cymbeline di Banjar Kedampal, Abiansemal. Foto Luh De Suriyani.
Pertunjukan gender membuka teater Cymbeline di Banjar Kedampal, Abiansemal. Foto Luh De Suriyani.

Balai Banjar Kedampal di Abiansemal, Badung riuh akhir Juni lalu. 

Malam itu, kelompok teater asal Inggris mementaskan karya William Shakespeare berjudul Cymbeline. Sebagian penonton adalah anak-anak, seniman tradisional cilik dari Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Badung.

Setengah jam sebelum pertunjukkan dimulai, puluhan warga sudah datang di balai banjar. Sebagian anak-anak dan mereka mengenakan kamen dan selendang. Orang dewasa juga berkamen, hal jamak jika ada pertemuan atau acara di banjar.

Beberapa orang yang ditanya tidak tahu mereka akan menonton apa. “Katanya orang-orang bule yang akan pentas. Saya tidak tahu tentang apa,” seru seorang pecalang. Dia mampir usai bertugas dalam persiapan upacara ngaben di desa yang terkenal dengan aktivitas kesenan tradisionalnya ini.

Pecalang itu melanjutkan di balai banjar atau pura desa pernah ada pertunjukkan kolaborasi warga dengan orang asing juga. Jadi ini bukan pengalaman pertama.

Pertunjukkan dibuka dengan alunan gender secara bergantian dari seniman cilik perempuan dan laki-laki. Namun hanya mengisi waktu sambil menunggu tim teater ini siap. Kelompok gender hanya salah satu dari beragam kesenian tradisi yang digembleng dan ditekuni warga.

Ada barongan gong, semara pegulingaan, angklung, semarandhana, gambang, topeng, wayang, sekaa arja cupak dan calonarang dan lainnya di banjar Kedampal.

Kepala Desa I Wayan Sutama memberikan pidato pembuka setelah gender selesai. Ia mengucapkan terima kasih pada Leon Rubin, sutradara teater dan sekolah dramanya yang mau pentas di banjar.

Teater Cymbeline di Banjar Kedampal, Abiansemal. Foto Luh De Suriyani.
Teater Cymbeline di Banjar Kedampal, Abiansemal. Foto Luh De Suriyani.

“Saya dengar teater ini memelajari seni dari berbagai negara dan sudah latihan di Bali selama satu bulan. Mudah-mudahan jadi inspirasi meningkatkan kreativitas seni di Kedampal. Thank you very much. We do apologize dont have people here because there are death ceremony tomorrow,” ujarnya.

Sutama mengaku kolaborasi seni tradisi dan teater seperti ini bagus bagi masyarakat mencerna jenis seni baru. Apalagi ratusan seniman di Kedampal sangat aktif dan kerap membuat parade seni.

Nyaris semua pemain selama dua jam pertunjukkan ada di panggung. Mereka duduk sambil menunggu giliran dialog. Dimulai dengan prolog dari pengantar cerita. Di antara pemain ada beberapa personil Teater Kini Berseri, yang kadung lekat sebagai kelompok operet, memainkan lakon komedi.

“Kami kan pengen main drama musical. Masak jadi badut terus. Ternyata proses latihan sama dia sangat memuaskan dan berkesan,” seru Indra Parusha, dedengkot Kini Berseri.

Indra yang penjual bunga ini terlihat paling semangat memainkan dialognya sebagai Cloten. Ia turun naik panggung, berjalan depan penonton, pokoknya serius. Ia dan rekannya di Kini Berseri ikut casting yang diumumkan ke mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan via Facebook.

Tim ini manggung di tiga tempat. “Dia mau masuk desa sekalian survei apakah warga desa paham dengan pertunjukan teater,” ujar Indra.

Sejumlah pemain asing menantang dirinya menghapal dialog-dialog panjang dalam bahasa Indonesia dengan bahasa puitik khas Shakespeare. Cymbeline, tentang kisah cinta dan penghianatan khas Shakespeare.

IMOGEN: Oh kebaikan palsu! Betapa sempurna deritaku ini. Betapa sempurnanya senyum perempuan ini tatkala menikammu! Suamiku tercinta, aku khawatir dengan kemarahan ayah.

POSTHUMUS LEONATUS: Permaisuriku! Kekasihku! Oh putriku, berhentilah menangis, aku akan tetap menjadi suami yang setia, dan berpegang pada kebenaran: Aku akan tinggal di Roma, di tempat Philario, seorang sahabat mendiang ayahku.

“The cast is an amazing team from Bali, Malaysia, Brazil, Mexico and Java. The designer is from China, now in Singapore and the lighting designer from Hong Kong,” tulis Leon Rubin di akun Facebook-nya.

Teater multikultur ini makin kaya rasa saat dipentaskan di balai banjar. Setelah satu jam, anak-anak mulai terlihat bosan dan ngobrol sendiri. Namun setelah beberapa cast berdialog sambil tertawa dan bergerak mereka kembali menyimak.

“Saya tak mengerti ceritanya. Tapi senang pas adegan punya bayi,” ujar Putri, seniman gender cilik ini. Namun ia dan semua temannya terlihat tetap duduk walau beberapa kali kelihatan bosan.

“Dari luarnya saja, wanita ini sungguh luar biasa! Ia seorang wanita langka pikirannya, dia sendiri seekor burung istimewa, dan aku telah kalah taruhan. Keberanian jadilah sahabatku! Dan senjatakanku dari ujung rambut sampai ke ujung kaki!” bisik Iachimo tentang sang putri. [b]

Tags: Badungteater
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

9 June 2025
Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

8 September 2024
Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

13 August 2024
Nobar Pulau Plastik di Fairfield by Marriott Bali Kuta

Nobar Pulau Plastik di Fairfield by Marriott Bali Kuta

27 April 2021
Menikmati Tradisi Unik Nusantara di Plataran Canggu

Menikmati Tradisi Unik Nusantara di Plataran Canggu

4 December 2020
Next Post
Budi Susila, Sang Guru Daur Ulang

Budi Susila, Sang Guru Daur Ulang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia