• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, March 5, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Taman Bermain Anak di Kota Denpasar dinilai Cukup Aman namun Perlu Pemeliharaan Rutin

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
20 February 2026
in Kabar Baru, Pelayanan Publik
0
0
Taman bermain di Lapangan Puputan Badung

Sorak-sorai terdengar dari satu sudut di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung atau yang lebih dikenal dengan Lapangan Puputan Badung. Anak-anak tampak berlarian, sedangkan para orang tua duduk di sisi lapangan. Situasi tersebut merupakan pemandangan sehari-hari di taman bermain Lapangan Puputan Badung.

Anak-anak dari usia di bawah lima tahun hingga di atas lima tahun tampak asyik mencoba satu per satu alat permainan. Salwa, salah satu anak di sana, beralih dari ayunan satu ke ayunan lain. Dengan mudahnya ia berkenalan dengan anak lain di sana, membangun jejaring baru di taman bermain.

Sementara Salwa bermain, ibunya tampak asyik duduk di pojokan sembari bermain ponsel. Di sisi barat taman bermain ada kursi-kursi kayu. Sore itu pada Senin, 8 Februari 2026, semua kursi penuh oleh orang tua yang tengah menunggu anak-anaknya bermain.

Orang tua yang tidak kebagian tempat duduk mengisi sisi kosong di lapangan taman bermain. Beberapa dari mereka duduk lesehan di sudut taman bermain, ada juga yang lesehan di dalam area taman bermain untuk mengawasi anaknya dari dekat.

Sejak tahun 2023, taman bermain di Lapangan Puputan Badung disulap menjadi satu area khusus. Area taman bermain yang sebelumnya dilapisi beton, kini dilapisi karpet rumput sintetis. Tiga taman bermain di Kota Denpasar disulap sedemikian rupa dan sama persis. Banyak alat bermain baru, seperti perosotan, jungkat-jungkit, ayunan, dan panjat tali jaring.

BaleBengong melakukan pemantauan taman bermain di tiga ruang publik Kota Denpasar, yaitu Lapangan Puputan Badung, Taman Kota Sewaka Dharma, dan Taman Janggan Renon. Survei dilakukan dengan menanyakan langsung ke pengunjung taman bermain, beberapa responden merupakan orang tua dan ada juga anak-anak.

Salwa merupakan satu di antara banyaknya anak yang sering datang dan pergi ke Lapangan Puputan Badung untuk bermain. Intensitas kedatangan yang cukup sering membuat Salwa akrab dengan alat permainan di sana.

Dari segi keamanan, sebagian besar responden menilai Lapangan Puputan Badung dan Taman Kota Sewaka Dharma cukup aman untuk anak. Sementara, responden Taman Janggan Renon menilai taman bermain aman untuk anak.

“Nggak bisa dibilang cukup nyaman sih,” kata Salwa ketika ditanya perihal kenyamanan di Lapangan Puputan Badung. Begitu ditanya alasannya, Salwa langsung turun dari ayunan dan menuju ke ayunan lain. Salwa menunjuk bagian atas ayunan yang kerangkanya tampak lepas.

Ia mengatakan bahwa ayunan tersebut bisa berbahaya jika diayunkan terlalu kencang. Ketika dibandingkan dengan ayunan di sebelahnya, salah satu baut ayunan tersebut memang tampak lepas. Tidak ada tanda pemberitahuan bahwa ayunan tersebut rusak, sehingga ayunan masih dimainkan oleh pengunjung.

Sebagian besar responden survei di Lapangan Puputan Badung pun mengungkapkan material alat bermain cukup baik untuk anak karena masih ada alat bermain yang rusak dan belum diperbaiki. Sementara itu, material alat bermain di Taman Janggan Renon dan Taman Kota Sewaka Dharma dinilai baik.

Pernyataan Salwa juga diungkapkan oleh Sudiartika, salah satu orang tua yang tengah mengawasi anaknya bermain. Anak Sudiartika masih berusia dua tahun, sehingga ia harus selalu awas ketika anaknya bermain. Sore itu pun ia bergantian mengawasi anaknya bersama istrinya.

Sudiartika yang tengah duduk lesehan di atas karpet rumput sintetis pun menoleh beberapa kali ke arah anaknya, memastikan anaknya baik-baik saja. Sesekali ia ikut bermain di alat bermain yang berbahaya, seperti mangkok putar. Pasalnya, alat tersebut berputar terlalu kencang, sehingga anak-anak mudah jatuh. Selain mangkok putar, ia pun menilai ayunan juga membuat anak yang menaikinya mudah jatuh.

“Untuk anak dua tahun harus diawasi ketat, kalau untuk anak lima tahun sepertinya nggak masalah (tidak diawasi terlalu ketat),” ujar Sudiartika.

Di sebuah kursi kayu sisi barat duduk seorang wanita yang matanya terus melihat ke arah mangkok putar. Kusuma tengah mengawasi cucunya bermain. Selama belasan menit, cucunya hanya bertahan bermain di mangkok putar, tak berniat pindah tempat. 

Intensitas kedatangan Kusuma ke taman bermain Lapangan Puputan Badung tidak bisa dikatakan sering. Pasalnya, cucunya sangat mudah bosan. Dua kali terakhir datang ke sana, Kusuma menemui beberapa anak SMP yang bermain trampolin. 

Trampolin yang kecil diisi oleh beban yang membuatnya tak seimbang. Akhirnya, trampolin tersebut jebol dan tidak lagi diadakan di taman bermain. Kejadian itu bukan sekali atau dua kali. Bahkan, petugas parkir sering menegur anak-anak SMP yang sering bermain di taman bermain. Kusuma cukup menyayangkan hal tersebut karena cucunya sangat senang bermain trampolin.

Taman bermain Taman Kota Sewaka Dharma sama ramainya dengan Lapangan Puputan Badung. Bedanya, anak-anak di Taman Kota Sewaka Dharma tampak lebih berkelompok. Sebanyak enam anak laki-laki bermain jungkat-jungkit yang berada di sudut taman bermain. Teriakan mereka membuat beberapa orang menoleh.

Di bawah jungkat-jungkit hanya ada tanah, tidak dilapisi karpet atau rumput sintetis. Lapisan rumput sintetis hanya ada di sebelah utara, di taman bermain yang baru diperbaiki. Alat jungkat-jungkit pun tampak berkarat, ada bunyi derit ketika enam anak laki-laki tersebut menaikinya secara bersamaan.

Jungkat-jungkit di Taman Kota Sewaka Dharma

Tak jauh dari jungkat-jungkit, ada perosotan. Di ujung perosotan ada keset berbentuk persegi kecil. Di atas perosotan tersebut tengah bermain empat orang anak yang masih berada di tingkat Taman Kanak-kanak.

Empat anak tersebut diawasi oleh Prima yang duduk tak jauh dari perosotan. Dalam beberapa kesempatan, Prima sering mengajak anak dan keponakannya bermain di Taman Kota Sewaka Dharma dan Lapangan Puputan Badung. Ia mengaku lebih sering ke Lapangan Puputan Badung karena lebih mudah mengawasi anak-anak. Selain itu, ia juga menilai taman bermain di Lapangan Puputan Badung lebih aman dari segi alat bermain karena seluruh areanya telah dilapisi rumput sintetis.

Taman bermain di Lapangan Puputan Badung

Di Taman Kota Sewaka Dharma, Prima kerap melihat ada orang tua yang ikut menggunakan alat bermain. Ketika itu pun, pada Senin, 16 Februari 2026, beberapa orang tua ikut menggunakan alat bermain, salah satunya jungkat-jungkit. “Ada orang tua yang ikut bermain, harusnya kan nggak boleh,” kata Prima.

Berbeda dengan Taman Kota Sewaka Dharma, alat bermain di taman bermain Taman Janggan Renon Denpasar hanya dimainkan oleh anak-anak. Saat berkunjung ke Taman Janggan Renon Denpasar, pada Rabu, 11 Februari 2026, taman bermain ini tampak padat. Luasnya lebih sempit dibanding dua taman bermain sebelumnya.

Sebelum masuk taman bermain ada spanduk kecil bertuliskan, perhatian orang tua atau dewasa tidak diperkenankan masuk ke area bermain. Namun, di dalam area bermain banyak orang tua yang duduk lesehan. 

Mega, salah satu pengasuh anak yang kerap ke Taman Janggan menyampaikan kurangnya kursi tunggu di sekitar Taman Janggan. “(Harusnya) ditambah kursi buat nunggu karena kadang harus duduk lesehan. Terus ditambah tempat berteduhnya,” ujar Mega. Pernyataan Mega juga disetujui oleh Nael. “Kursi buat mengawasi anak diperbanyak. Alat bermainnya juga dicek berkala karena kan untuk keamanan anak,” ungkap Nael.

Pembangunan taman bermain di ruang publik mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). RBRA dibangun untuk mengembangkan empat kecerdasan anak, yaitu mengembangkan kecerdasan intelektual dan pengetahuan, menumbuhkan kecerdasan emosional dan sosial, mengembangkan kecerdasan motorik dan keterampilan, serta mengembangkan kecerdasan komunikasi dan bahasa. 

Dalam proses penyusunan rencana ruang bermain ada tiga kegiatan yang perlu dilakukan, salah satunya adalah partisipasi anak. Meskipun taman bermain di Kota Denpasar telah direvitalisasi, perlu adanya keterlibatan anak dan orang tua dalam membangun taman bermain untuk anak.

Dari hasil survei yang dilakukan BaleBengong, secara keseluruhan responden menilai taman bermain anak di Kota Denpasar cukup aman dan nyaman. Namun, ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan oleh pihak terkait, yaitu alat bermain yang sudah rusak, tempat tunggu orang tua untuk mengawasi anak, dan penggunaan alat bermain yang tidak sesuai usia.

sangkarbet sangkarbet situs toto hk pools slot 200 sangkarbet
Tags: Lapangan Puputan Badungtaman bermaintaman bermain anakTaman Janggan RenonTaman Kota Sewaka Dharma
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

Lapangan Puputan Badung: Paket Komplit Lokasi Jogging di Denpasar

24 March 2024

Ibarat Perseteruan Abadi Tom dan Jerry

10 February 2010
Next Post
Banten bukan Beban Perempuan, Laki-Laki Juga Punya Peran

Paradoks Identitas Sekaa Teruna Teruni di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

4 March 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Membakar Vitalitas Kebudayaan

4 March 2026
Mesin Tap Trans Metro Dewata Sering Galat

Perang dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

3 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia