
Baru-baru ini masyarakat Bali dihebohkan dengan wacana water taxi atau taksi air yang kabarnya akan beroperasi di perairan Bali. Dilansir dari Tempo.co, penyediaan dan pengoperasian taksi air akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Rute yang tersedia berada di kawasan padat wisatawan, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Nusa Dua.
Kabarnya, taksi air akan mengurangi waktu tempuh menuju sejumlah destinasi, seperti Pantai Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, hingga Uluwatu. Dalam uji coba menggunakan kapal jukung, waktu tempuh dari bandara ke Seminyak dan dari bandara ke Uluwatu sekitar 35-40 menit. Operasional taksi air yang didukung oleh pemerintah Bali ini kabarnya akan dimulai Desember 2025.
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali diwakili Kepala Bidang Pelayaran, I Gede Nyoman Ary DS menyebutkan kehadiran taksi air merupakan upaya pemerintah untuk mengentaskan kemacetan di daerah pantai barat Bali, yaitu Nusa Dua, Kuta, Canggu, dan sekitarnya. “Karena kan sebagian besar kan banyak kawasan villa, hunian di sana yang ditinggali oleh orang-orang asing gitu,” ungkap Ary ketika ditemui di Dishub Provinsi Bali pada 12 Maret 2025.
Ary menambahkan pihak Dishub Provinsi Bali hanya sebagai supporting atau pendukung dalam rencana pembuatan taksi air ini. Sementara, proyek taksi air merupakan proyek pusat dari Kemenhub. Hingga saat ini Dishub Provinsi Bali sebagai pendukung hanya masih dalam tahap pembahasan, terutama terkait pembuatan jetty dermaga yang akan menjadi titik-titik berlabuhnya taksi air.
Ketika ditanya terkait target penumpang taksi air, Ary menyebutkan baik warga lokal maupun wisatawan memiliki kesempatan yang sama menaiki taksi air. “Sekarang berhitung waktu kan. Kalau dari Canggu ke sana 2 setengah jam dibandingkan dengan 15-30 menit, kan mesti orang milih ke sana. Terus nanti bagaimana connecting dengan moda (transportasi) lainnya untuk tujuannya,” imbuhnya.
Meski masih belum ada kepastian terkait ketersediaan kapal, Ary menyebutkan nantinya bisa saja proyek ini menggandeng BUMN dan swasta. Dari pemerintah hanya akan menyediakan dermaga untuk berlabuhnya kapal, sedangkan kapal yang beroperasi bisa dari pihak lain. Secara garis besar, gambarannya kurang lebih seperti di Pelabuhan Sanur.
Terlepas dari wacana taksi air oleh pemerintah, ada beberapa layanan taksi air yang sudah beroperasi di Bali. Salah satunya adalah Go Boat yang menawarkan rute ke berbagai destinasi pariwisata, mulai dari Canggu, Uluwatu, Jimbaran, Nusa Penida, Lembongan, Kepulauan Gili, hingga Lombok. Tarif Go Boat dimulai dari Rp200.000.
Ada pula Water Taxi Bali Marine yang beroperasi di area Pelabuhan Benoa. Taksi air ini diinisiasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 sebagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo.
Kami bertanya kepada Yulia, pekerja di kawasan Tuban terkait taksi air ini. Yulia mengungkapkan dirinya tidak tahu menahu tentang wacana taksi air dan tidak ada gambaran terkait bentuk taksi air ini nantinya. Hal ini juga diungkapkan oleh Sitha, pekerja di kawasan Kerobokan. Sitha pun belum pernah mendengar tentang wacana taksi air oleh pemerintah.
kampungbet
![[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan](https://balebengong.id/wp-content/uploads/2025/01/KOLOM-MATAN-AI-oleh-I-Ngurah-Suryawan-by-Gus-Dark1-75x75.jpg)



