• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Tak Hanya Sembahyang di Pura Jagatnatha

Maryo Kempes by Maryo Kempes
3 February 2010
in Budaya, Kabar Baru, Sosial
0
0

Teks Maryo Kempes, Foto Ilustrasi Sanat Kumara

Pura terbesar di Denpasar ini bukan hanya untuk tempat sembahyang. Bisa jadi tempat tebar pesona,  pacaran, hingga menambah pendapatan.

Jumat sore pekan lalu, ribuan pemuda dan pemudi dengan pakaian adat sembahyang ala Hindu Bali mulai mendatangi Pura Jagatnatha di sebelah timur Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali. Sudah menjadi tradisi bahwa setiap bulan purnama umat hindu melaksanakan sembahyang berbakti kepada Yang Maha Kuasa.

Hujan yang rintik-rintik mengguyur Lapangan Puputan tidak menjadi kendala bagi muda-mudi untuk melaksanakan niatnya bersembahyang. Begitu pula dengan Made, 23 tahun, pemuda dari Singaraja yang sedang kuliah di Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar. Seusai melaksanakan sembahyang ia duduk santai mengawasi beberapa orang yang lewat di depannya.

Menurutnya setiap malam purnama di pura Jagatnatha banyak pemuda dan pemudi melakukan persembahyangan bersama. Ramainya muda-mudi bersembahyang ke pura ini disebabkan adanya Dewi Smararatih yang memberikan anugrah kepada para anak muda yang taat bersembahyang pada malam bulan Purnama. Setelah bersembahyang kebanyakan dari mereka duduk bersantai-santai menikmati malam di lapangan Puputan Badung. Malah, kadang-kadang ada beberapa pasang muda-mudi datang dengan pakaian sembahyang namun tidak masuk ke Pura. Mereka hanya duduk mojok berdua hingga malam.

Lain lagi dengan siswi kelas 1 SMA Dwijendra Denpasar yang tidak mau menyebutkan namanya. Ia tidak tahu mengapa setiap malam purnama sebagian besar pengunjungnya adalah anak muda. Tapi bagi dirinya malam Purnama menjadi sebuah kesempatan untuk bisa pergi di malam hari bersama teman-temanya. Karena pada malam-malam biasanya Dia harus tetap berdiam diri di rumah ataupun belajar mengerjakan tugas sekolahnya.

Hal senada juga disampaikan salah seorang temannya yang menyatakan bahwa pura Jagatnata adalah pura Gaul. Ini dikarenakan setiap malam purnama banyak anak muda yang datang tidak hanya untuk bersembahyang namun ada yang sebagai ajang untuk bertemu dengan sang pacar. Adapula sebagai ajang untuk sekadar berkumpul dan bermain bersama teman-temannya.

Namun bagi para pedangang, purnama juga menjadi berkah tersendiri bagi mereka. Menurut pedagang asongan yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman, setiap purnama tiba, pendapatannya selalu meningkat tiga kali lipat dari hari-hari biasanya.

Begitu pula dengan para penjual canang (bahan yang dihaturkan untuk sembahyang) dadakan ini. Mereka berjejer sambil menawarkan canang dengan harumnya dupa kepada setaip orang yang lewat. Kebanyakan mereka menjual canang hanya pada saat-saat ada hari suci seperti malam purnama. Salah seorang pedagang mengaku senang saat malam purnama datang. Ia bisa mendapat uang tambahan untuk kebutuhan rumah tangganya. Ia juga dapat membantu suaminya yang juga bekerja sebagai juru parkir di area lapangan Puputan Badung.

Begitulah fungsi Pura Jagatnatha. Tak hanya untuk sembahyang, pura ini juga tempat menebar pesona, bertemu pacar, serta menambah pendapatan. [b]

Foto diambil dari sini.

Tags: AgamaBaliBudayaDenpasarSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Maryo Kempes

Maryo Kempes

Sumaryo sering dipanggil Maryo Kempes asli Jawa, lahir dan besar di Lampung dan sekarang tinggal di Denpasar, Bali. Sibuk kuliah dan menjadi volunter Sahabat Walhi Bali. Mari bersama kita wujudkan lingkungan yang berkeadilan dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.. Go Greens.

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

4 November 2026
Budaya dan Spektrum Cahaya

Budaya dan Spektrum Cahaya

29 October 2026
Transisi ke Kendaraan Listrik di tengah Kelangkaan BBM adalah Wacana Kapitalistik?

Transisi ke Kendaraan Listrik di tengah Kelangkaan BBM adalah Wacana Kapitalistik?

23 October 2026
Kelangkaan BBM di Bali: Contoh Kegagalan Mitigasi dan Komunikasi Risiko

Kelangkaan BBM di Bali: Contoh Kegagalan Mitigasi dan Komunikasi Risiko

20 October 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Di Luar Pintu Rumah, Kita Sama-Sama Bekerja; Di Dalam, Mengapa Hanya Satu yang Boleh Lelah?

Di Luar Pintu Rumah, Kita Sama-Sama Bekerja; Di Dalam, Mengapa Hanya Satu yang Boleh Lelah?

5 October 2026
Next Post
Lemah Pengendalian, Berkurang Pendapatan

Lemah Pengendalian, Berkurang Pendapatan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

4 November 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

4 November 2026
Di Wanagiri, Merawat Kopi berarti Merawat Sumber Air

Di Wanagiri, Merawat Kopi berarti Merawat Sumber Air

3 November 2026
Energi Bersih dan Masa Depan Pekerja Lokal: Siapa yang Siap Berubah?

Energi Bersih dan Masa Depan Pekerja Lokal: Siapa yang Siap Berubah?

3 November 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia