• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, July 25, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru Kabar

Skena Underground Bali Harus Terus Saling Dukung

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
25 February 2018
in Kabar, Musik
0
0
Wina Wibawa gitaris band Ranjau yang juga main di skena underground Bali.

Dentuman musik terdengar menghentak dan menggelegar.

Iramanya kasar dengan tempo amat cepat. Seolah membawa semangat dalam harmoni nadanya. Begitulah musik bawah tanah (underground) ini terdengar di kalangan penikmatnya yang disebut Metalhead.

Sebuah band underground terbentuk berawal dari kecintaan sama terhadap musik jenis ini. Setelah kongko-kongko sekadar ngobrol, cikal bakal band pun terbentuk dengan nama Ranjau.

Obrolan berlanjut ke media sosial. Mereka menggunakan teknologi ini untuk mengembangkan kemampuan diri.

“Seiring perkembangan teknologi, musik underground sekarang ini pun semakin maju. Peran media sosial, seperti Facebook dan IG (Instagram) sangatlah besar,” kata gitaris Ranjau, Wina Wibawa.

Menurut Wina Wibawa tiga tahun terakhir even musik cadas cenderung lesu kegiatan. Bisa dikatakan ada penurunan. Hal ini berdampak pada perkembangan musik cadas itu sendiri. Padahal, Wina mengatakan, banyaknya even akan menambah minat penggemar dan penikmat musik cadas.

Wina menceritakan perjalanannya bermusik underground. Dia sudah mengenal musik cadas sejak SMP saat menyaksikan acara Forum Musik Kompilasi (FMK).

“Pada waktu hanya bisa menghayal bisa terlibat performance dalam acara tersebut,” ujarnya.

Angan-angan itu bisa tercapai juga. Dia mendapat kesempatan untuk tampil sepanggung dan duduk bareng band-band lainnya saat dia mulai ngeband.

Setelah lulus Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), sekarang bernama SMK I Sukawati pada tahun 2000, dia melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengambil jurusan seni murni.

Saat masih kuliah, dia membentuk band Ranjau bersama Lanang Niose, Pecon Ranjau dan Bobtal Niose. Setelah selesai menempuh studi, ia menetap di kampung halamannya, Tabanan.

Tak jauh dari seni ia membuka bisnis percetakan dan periklanan. Wina juga aktif di dua band berbeda dengan aliran berbeda pula yaitu Ajal yang beraliran deathmetal dann Total Idiot yang beraliran punk.

https://www.youtube.com/watch?v=yHsEuij_KbE

Wina bergabung Total Idiot dari tahun 2012. Band ini termasuk band punk tua. Meskipun menginjak 23 tahun, band ini masih aktif. “Tinggal diledakkan,” ujar Wina.

Metalhead Bali mungkin tidak asing lagi mendengar kedua band tersebut. Mereka sering tampil berbagai even di Bali sampai luar Bali. Menurut Wina para pemusik underground Indonesia dan Bali khususnya tetap berkarya dan mencari identitasnya.

“Harapan saya musisi underground Indonesia dan Bali khususnya tetap berkarya dan mencari identitasnya agar metalheads Indonesia disegani dan diperhitungkan di kancah permusikan metal dunia,” ujarnya.

Wina menambahkan para musisi underground perlu saling dukung. “Kalau nggak dari kita, terus siapa lagi yang mau bangkitin skena ini,” katanya. [b]

Tags: BaliKomunitasMusikUnderground
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pewarta warga. Lahir dan besar di Nusa Penida, Bali bagian tenggara. Senang menulis dan bercerita. Juga sering berkelana ke mana-mana.

Related Posts

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Next Post
Pak Ogah, Sosok Misterius yang Suka Ngayah

Pak Ogah, Sosok Misterius yang Suka Ngayah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Festival 100 Tahun Rarud Batur

Festival 100 Tahun Rarud Batur

24 July 2026
Kembang, Memori Senyap Perempuan dalam Tragedi 1965

Kembang, Memori Senyap Perempuan dalam Tragedi 1965

23 July 2026
Oka Rusmini Mengubah Puisi jadi Ekshumasi Sejarah dalam Karya Barunya

Oka Rusmini Mengubah Puisi jadi Ekshumasi Sejarah dalam Karya Barunya

21 July 2026
Sejumlah Proyek Besar yang Kini Telantar

Ketika Jalan Pulang Dihapus: Refleksi tentang Hilangnya Jiwa Pulau Serangan

20 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia