• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pilihan Jalan agar Tak Masuk Jalur Neraka

Pande Baik by Pande Baik
1 May 2018
in Berita Utama, Pelayanan Publik
0
0
Jalan pintas antara Canggu – Tibubeneng ini seringkali memakan korban. Foto Balibelly.com.

Jalan ini kalau tak salah sampai punya julukan Jalur Neraka.

Apa sebabnya? Karena hanya di ruas jalan ini begitu banyak kendaraan roda empat nyemplung ke sisi kanan atau kiri jalan saat dipaksakan untuk berpapasan dengan kendaraan roda empat lainnya.

Lebar jalan ini memang tidak cukup mampu menampung dua kendaraan roda empat berjajar. Maka, ketika dipaksa, salah satu dari mereka pun jadi korban.

Jalan ini kerap dikeluhkan warganet lokal, nasional, bahkan jadi topik warga internasional.

Ruas jalan ini adalah salah satu akses alternatif menghubungkan Desa Canggu dengan Desa Tibubeneng dari sisi selatan, yang bisa dicapai melalui jalur Jalan Nelayan tepatnya sebelum menuju pantai Batu Bolong di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung.

Lantas, kenapa jalan kecil ini bisa mengakibatkan begitu banyak masalah, termasuk seringnya kecelakaan? Apakah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung yang memang tidak peduli? Apakah mereka hanya diam dan tidak bertindak meskipun memiliki pendapatan asli daerah (PAD) tinggi?

Ataukah karena Pak Polisi yang tidak mau menjaga lalu lintas setempat?

Mereka yang belum pernah melewati jalan pintas Desa Canggu – Tibubeneng ini, yang menurut Google Maps dikenal dengan Jalan Echo Beach, kalau boleh saran, lebih baik jangan ikut-ikutan menyalahkan. Sebab, akan terlihat jelas bahwa sesungguhnya tidak paham fakta di lapangan.

Pertama, sudah jelas, masyarakat kita banyak yang buta huruf dan buta rambu.

Karena sudah jelas itu jalan satu arah. Kalau tidak salah hanya diizinkan dari arah Canggu ke Tibubeneng. Dari arah barat ke timur. Bukan sebaliknya.

Jadi kalaupun ada yang ngeyel ya jangan menyalahkan orang lain. Salahkan dulu diri sendiri yang tidak paham situasi, atau mereka yang melanggar rambu lalu lintas dari arah timur.

Ini saran saya kepada Dinas Pendidikan. Mari galakkan lagi program membaca dan memahami huruf maupun kalimat. Jika perlu sekalian dibantu Dinas Perhubungan agar masyarakat mampu membaca dan memahami arti rambu lalu lintas.

MAAF, saya bercanda.

Saya yakin, jika semua patuh pada rambu setempat, tidak akan ada mobil nyemplung lagi.

Sumber foto Sam Donner @ YouTube

Kedua, kendala di lapangan terkait pelebaran jalan yaitu proses pembebasan lahan di kanan kiri jalan pintas Canggu – Tibubeneng.

Menurut informasi yang saya peroleh, di awal pelebaran jalan terdahulu, pemilik lahan sudah merelakan sebagian lahan untuk dimanfaatkan pelebaran tersebut. Masak kini dia harus merelakan lagi?

Namun, jika masuk ke proses pembebasan lahan, kendala lain saat ini adalah soal nilai jual tanah yang akan digunakan untuk maksud pelebaran tersebut. Apakah pemilik lahan rela menjual sebagian kecil lahannya kembali sesuai dengan nilai jual objek pajak (NJOP) yang telah ditetapkan pemerintah? Atau sebaliknya, apakah pemerintah mau membeli lahan dengan harga pasar atau kesepakatan yang rawan penggelembungan?

Ketiga, dugaan penundaan dari pemerintah ataupun pemilik lahan di kanan dan kiri jalan tersebut. Alasannya mungkin mereka khawatir akan perubahan alih fungsi lahan ketika jalan tersebut nantinya diperlebar dan diaspal hotmiks. Meskipun bisa bernilai jual tinggi, tetapi bukan tidak mungkin bakalan mengurangi lahan hijau yang kini masih tampak asri dipandang.

Masuk akal bukan?

Jalur Alternatif

Nah, bagi warga yang berdomisili di sekitaran Canggu, saya yakin pasti tahu, ada setidaknya empat jalur pintas lain semacam ruas Canggu – Tibubeneng yang bisa digunakan sebagai jalur alternatif khususnya kendaraan roda dua, bila akses di jalan utama dirasa cukup memusingkan.

Berikut di antaranya:

1. Jalan Pura Blulang Yeh

Jalan ini berada di Desa Canggu, lingkungan Padang Linjong, Kuta Utara, menuju Desa Pererenan. Medannya kurang lebih sama dengan jalan pintas Canggu – Tibubeneng di mana kanan kirinya masih berupa sawah. Jadi mohon berhati-hati.

2. Jalan Bantan Kangin

Jalan ini merupakan perbatasan Canggu dengan Desa Tibubeneng, Kuta Utara, menuju Jalan Raya Padonan, Kolibul Kawan Tibubeneng.

Status jalan ini merupakan aset Kabupaten Badung untuk memecah kemacetan yang terjadi di persimpangan Tibubeneng – Pantai Berawa. Jalan sudah diaspal hotmiks dan masih bisa dilalui dua kendaraan roda empat meskipun tak begitu leluasa.

Jadi, harap tetap berhati-hati.

3. Jalan Subak Daksina

Jalan ini masuk Desa Tibubeneng, terusan dari jalan Bantan Kangin masuk ke Gang Mangga. Menuju Canggu tembusan lingkungan Uma Buluh.

Jalan ini hanya cukup untuk papasan dua sepeda motor bebek. Bagi yang menggunakan XMax apalagi Harley, jangan coba-coba nekat kalau tidak mau nyemplung karena sisi kanan dan kiri jalan masih berupa sawah asri.

Jalan ini baru selesai ditangani dengan perkerasan paving merah.

4. Jalan Babakan Kubu

Jalan di Desa Canggu, Kuta Utara ini tembus ke ruas jalan milik kabupaten yaitu Jalan Raya Babakan Canggu.

Kondisi jalan masih berupa tanah, dengan sawah di kanan kirinya tetapi badan jalan sudah ada. Hingga kini belum ditangani dengan pengaspalan kalau tidak salah terkendala lahan.

Demikian yang bisa saya bagi. Semoga bisa jadi pilihan jalan agar tak tersesat apalagi tercebur gara-gara lewat “Jalur Neraka”. [b]

Tags: BadungCangguFasilitas Publik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Pande Baik

Pande Baik

Pande Baik. Warga Denpasar yang tinggal di Jl Nangka Denpasar dan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Badung. Membagi ide, pengalaman, dan pengetahuannya lewat blog menjadi hobinya sehari-hari.

Related Posts

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

9 June 2025
Apakah Awig-awig Masih Bertaji Mengadang Alih Fungsi Lahan?

Apakah Awig-awig Masih Bertaji Mengadang Alih Fungsi Lahan?

28 March 2025
Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

8 September 2024
Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

13 August 2024
Pecatu dan Canggu, Model Industri Pariwisata yang Melupakan Identitas Lokal

Pecatu dan Canggu, Model Industri Pariwisata yang Melupakan Identitas Lokal

25 June 2024
Next Post
Menyajikan Menu Lokal untuk Lidah Internasional

Menyajikan Menu Lokal untuk Lidah Internasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia