• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, December 10, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Sejuta Pesona Pulau Nusa Penida

Devi Yeni by Devi Yeni
20 June 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Sosial, Travel
0 0
0

Yey! akhirnya Nusa Penida!

Malam itu tiba-tiba menerima notif email yang isinya “selamat kamu dapat kursi di menit terakhir untuk melali ke Nusa Penida besok”. Tak pernah terbayang pergi ke Nusa Penida secepat itu.

Tanpa persiapan sama sekali. Jadilah esok paginya saya berkumpul di Sanur dengan teman-teman dari komunitas media kreatif lain. Kami pergi ke Nusa Penida menggunakan fast boat.

“Saya salah kostum!” saya yang menggunakan jumper tebal dan celana jeans hitam menggerutu kesal karena ketika fast boat kami bersandar. Ternyata Pulau Nusa Penida itu sangat terik dan kering.

Namun, ketika menoleh ke arah hamparan laut biru yang tenang itu saya langsung berfikir, “Oke, ini bakal menjadi liburan singkat yang sangat menarik. Mari lupakan segala kepenatan di ibu kota”.

Kedatangan saya hari itu bertepatan dengan digelarnya Nusa Penida Festival yang pertama kali diadakan di Nusa Penida. Saya langsung diarahkan menuju mobil untuk diantar ke destinasi pertama kami yaitu Pura Goa Giri Putri.

Jalanan berliku penuh goncangan dengan pemandangan pantai nan indah dan aroma rumput laut menemani perjalanan saya menuju Pura Goa Giri putri. Pura ini sangat unik karena pintu masuknya berupa goa sangat sempit. Hanya bisa dimasuki satu orang. Namun, setelah melewati mulut Goa sekitar tiga meter mata saya langsung takjub karena menemukan rongga goa sangat besar dan luas.

Beranjak dari Pura Goa Giri Putri, saya dan teman-teman yang lain diantar menuju desa Tangled. Desa ini terkenal akan kain tenun khasnya yaitu kain rangrang dan kain cepuk. Di sana saya menemukan wanita paruh baya ibu Made Mbung yang sedang asyik menenun kain. Nantinya, kain itu akan dijadikan kain rangrang yang indah.

Siapa sangka kain rangrang dapat mencapai harga Rp 2 juta per lembar kainnya dikarenakan proses penenunannya yang rumit dan penggunaan bahan alami dalam pewarnaannya.

Waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Rombongan kami pun kembali ke Sampalan. Sesampainya di Sampalan ternyata warga Nusa Penida sudah ramai berkumpul untuk menyaksikan pesta pembukaan Nusa Penida Festival.

Pembukaan ini diisi dengan pawai kebudayaan dari 16 desa di Nusa Penida. Panas terik dan debu tidak mengurangi semangat warga Nusa Penida dalam menyambut perhelatan promosi wisata Pulau Nusa Penida yang dicanangkan akan diadakan setiap tahunnya. Acara pun berlanjut hingga malam hari dan semakin meriah karena adanya penampilan dari Joni Agung dengan musik khas reggae-nya.

Esoknya paginya saya dan teman-teman lain berencana mencicipi kuliner khas Nusa Penida. Saya mendapati sarapan pagi saya yang belum pernah saya makan sebelumnya yaitu “Tipat Sate”. Sate lilit ikan yang segar serta pepes pedas membuat mulut saya ingin mengunyah terus. Belum pernah saya mendapati sarapan enak seperti ini selain sarapan dari masakan ibu saya tentunya.

Harganya pun murah meriah satu piring tipat sate hanya Rp 16.000 dengan 6 tusuk sate lilit dan 2 bungkus pepes ikan.

Nusa Penida adalah pulau yang masih asli belum terjamah pihak investor. Belum ada mini market berwarna merah atau hijau, belum ada hotel-hotel mewah di bibir pantainya, dan masyarakatnya menurut saya adalah masyarakat yang tangguh. Pulau kering dengan curah hujan yang sangat rendah tentu mendorong masyarakatnya bekerja keras dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk dijadikan lahan ekonomi.

Berbagai macam olahan rumput laut mulai dari krupuk, dodol, hingga pepesan mereka jajakan untuk dijadikan makanan khas oleh-oleh Nusa Penida. Pulau yang menurut saya memiliki sejuta pesona ini harus menjadi destinasi wajib liburan bagi yang sudah penat dengan kemacetan, kebisingan, asap kendaraan, hotel tinggi di mana-mana.

Harapan sejuta harapan saya bawa sepulang dari Nusa Penida.

Semoga kembalinya saya nanti, Pulau Nusa Penida masih dan tetap mempertahankan kemurnian dari keindahan alamnya tanpa dirusak oleh investor-investor rakus yang mulai menggerogoti Pulau Bali demi meraup rupiah sebanyak-banyaknya. [b]

Tags: KlungkungNusa PenidaPerjalananSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Devi Yeni

Devi Yeni

Mahasiswa S2 akuntansi FE Unud

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Gumi Serombotan: Industri Kain Tradisional Melaju, Anak Mudanya Berlayar

Gumi Serombotan: Industri Kain Tradisional Melaju, Anak Mudanya Berlayar

12 June 2025
Ditekan Hingga Tandatangani Surat Damai, Korban Penyiksaan Buser Polres Klungkung Pastikan Tidak Cabut Laporan

Ditekan Hingga Tandatangani Surat Damai, Korban Penyiksaan Buser Polres Klungkung Pastikan Tidak Cabut Laporan

10 July 2024
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
TPA Suwung yang Dibalut Asap: The Aftermath

TPA Suwung yang Dibalut Asap: The Aftermath

19 October 2023
Next Post
Perjalanan Sehari ke Nusa Lembongan

Katanya Nusa Lembongan Tanah Surga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

9 December 2025
Tujuh Langkah Mitigasi Jika Gunung Agung Erupsi

Media Sosial yang Berisik, Kita yang Beraksi

9 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia