• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Sejarah dan Eksplorasi Hidden Canyon Guwang

Mada Layana Sita by Mada Layana Sita
3 March 2023
in Kabar Baru, Lingkungan, Travel
0
0
Pintu masuk Hidden Garden, restoran Hidden Canyon Beji Guwang. Foto oleh Jyoti

Oleh Mada dan Jyoti

Hidden Canyon Beji Guwang, siapa sih yang tidak asing dengan tempat wisata ini? Objek wisata yang berlokasi di Guwang, Sukawati ini dilatarbelakangi dengan lembah yang sempit dan dalam. Lembah ini terbentuk dari erupsi gunung Batur pada 29 ribu tahun lalu. Jejak lapisan material erupsi Gunung Batur masih terlihat di tebingnya. Bahkan sudah ada buku hasil penelitian ahli geologi mengkonfirmasi jejak erupsi ini.

Hidden Canyon ini dibagi menjadi 3 track yang jika ditotal panjangnya dapat mencapai lebih dari 2 km dengan estimasi perjalanan 2 jam perjalanan. Selain tempatnya yang unik dan menarik, Hidden Canyon ini juga memiliki sejarah yang cukup mengejutkan. Ada juga track pendek kurang dari 1 km. Perjalanan dimulai dari Pura Beji Guwang, turun ke sungai, menelusuri tebing yang indah. Bahkan ada jaquzi alami di tebingnya. Kemudian jelang finish, naik ke arah jalur persawahan yang membentang indah. Petualangan yang lengkap dan dekat dari Kota Denpasar.

Sebelum terkenal dengan nama Hidden Canyon atau lemba tersembunyi, warga setempat mengenal kawasan ini sebagai Pura Beji Guwang. Sampai akhirnya terkenal jadi Hidden Canyon, wisata petualangan. Pura Beji Guwang ini dulunya dikenal dengan tempat yang “tenget” atau bahasa umumnya angker. Terdapat batu yang besar atau dikenal dengan Batu Keled artinya batu yang sempit.

Batu ini adalah pemisah antara Pura dengan ngarai (Canyon), sedikit orang berani melewati batu tersebut. “Tidak banyak orang berani masuk ke sana karena tempatnya memang sangat tertutup batu dan sulit dilalui,” ujar I Made Yoga Antara selaku manajer Hidden Canyon.

Namun pada 2015, Pura Beji didatangi oleh tamu dari Prancis yang bersikeras untuk menjelajahi atau mengeksplor isungai dan lembah. Kemudian ia mendokumentasikan penjelajahannya ini ke media sosial. Tepatnya Facebook dengan caption “Hidden Canyon”. Banyak orang pun menjadi mulai tertarik untuk menjelajahi isi canyon tersebut. Akhirnya Hidden Canyon pun dibuka dengan tidak resmi oleh warga.

Selama dibukanya Hidden Canyon (sebelum diresmikan), objek wisata ini hanya memanfaatkan tip/donasi dari pengunjung. Tour guide-nya pun hanya sekadar pemuda-pemuda yang bersukarela dan berminat untuk memandu pengunjung. Pada akhirnya tahun 2018, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) memutuskan untuk mengelola Hidden Canyon ini secara profesional. Seperti menambahkan fasilitas, contohnya loker, toilet, handuk, dll.

Kita harus mengakui bahwa Hidden Canyon Guwang ini memiliki keindahan alam yang sangat sangat memanjakan mata. Namun, untuk memperoleh tempat yang indah dan asri tentu tidak mudah. Setiap paginya sejumlah kegiatan konservasi dilaksanakan oleh pegawai-pegawai Hidden Canyon tepat sebelum Hidden Canyon dibuka, misalnya membersihkan sungai dan lembah. Selain itu mereka juga memeriksa ketinggian air setiap hari terutama saat musim hujan demi keselamatan pengunjung. Sebelum datang, silakan cek update informasi di akun IG @hiddencanyonbejiguwangofficial

https://www.instagram.com/hiddencanyonbejiguwangofficial/

Untuk tiket mulai 2023, bagi WNA harga tiketnya bernilai sekitar Rp 240 ribu rupiah per orang. Namun, untuk WNI harganya Rp 180 ribu rupiah per orang. Tiket ini sudah termasuk lokal guide, loker, handuk, dan voucher makan siang. Jumlah pengunjung bisa mencapai 50 orang saat musim ramai.

kampungbet
Tags: hidden canyon guwangKJW Desa Guwangpura beji guwang
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Mada Layana Sita

Mada Layana Sita

Related Posts

Melihat Perkembangan Seni Ukir Desa Guwang

Sosok Pengrajin Seni Ukir Desa Guwang

16 March 2023
Cara Pasar Seni Guwang Bertahan di Tengah Gempuran Pasar Modern

Cara Pasar Seni Guwang Bersaing di Tengah Gempuran Supermarket Oleh-oleh

15 March 2023
Tradisi Mepeed di Desa Adat Guwang

Tradisi Mepeed di Desa Adat Guwang

9 March 2023
Sumber Air Alami Jadi Penghasilan Desa Adat Guwang

Sumber Air Alami Jadi Penghasilan Desa Adat Guwang

2 March 2023
Next Post
Duang D(asa) Pulau Dewata: Membayangkan Bali 20 Tahun Lagi

Duang D(asa) Pulau Dewata: Membayangkan Bali 20 Tahun Lagi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia