• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, April 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Sambil Berwisata Belajar Ekosistem Hutan Bakau

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
31 March 2013
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan, Travel
0
2

wisata-mangrove01

Pepohonan bakau di Selatan Bali selalu bisa membuat pikiran beristirahat.

Begitu pula dengan hutan bakau di dekat perempatan tersibuk By Pass Ngurah Rai Tuban menuju Bandara Ngurah Rai. Ada area refreshing yang masih tersembunyi. Lokasi jalan-jalan ini dikelola kelompok nelayan setempat.

Sebanyak 90 orang kelompok nelayan itu menyiapkan kejutan kecil untuk membasuh penat pengunjungnya. Persis sebelum lampu lalu lintas arah bandara, di kiri jalan jika kita dari Denpasar, ada sebuah jalan masuk selebar mobil yang membawa kita ke pintu bambu. Di dekatnya ada patung kepiting bakau berwarna cokelat.

Wisata Hutan Mangrove di TubanPintu gerbang kecil menuju hutan bakau ini biasanya terkunci jika Anda belum membuat reservasi. Di mulut pintu bambu kecil ini ada papan berukuran sedang bertuliskan Community Development Ekowisata Mangrove Kelompok Nelayan Wanasari.

Di sekitar areal ini cukup ramai karena ada proyek pengerjaan jalan tol di atas perairan. Juga ada warung kecil, pos koordinasi kelompok nelayan, dan bale kelompok nelayan. Anda bisa bertanya dengan warga sekitar terutama di pos nelayan untuk bisa masuk ke kawasan ekowisata ini.

Pengelolanya mengatakan beberapa kelompok turis sudah pernah masuk dan mengadakan kegiatan kecil di areal ekowisata. Awal tahun ini, sudah dibuat dua gazebo berukuran besar di atas perairan. Gazebo terbuat dari kayu dan bambu ini jaraknya hanya sekitar 30-50 meter dari jalan tol yang hampir rampung ini.

wisata-mangrove03

Selain kerapatan pohon bakau, di sekitarnya ada tambak-tambak kepiting yang dikeliling pagar bambu. Ketika air surut, tak bisa dipastikan pasang surut air di kawasan ini, kepiting yang berwarna cokelat dan hitam ini akan terlihat di lumpur dan akar-akar bakau. Sebaliknya jika air pasang.

Kepiting bakau adalah ikon kelompok nelayan Kelurahan Tuban yang mewilayahi bandara internasional Ngurah Rai. “Kepiting bakau kami jual ke restoran terdekat,” kata Agus, salah satu anggota kelompok. Di masa depan, Agus dan kelompok nelayan berniat mengembangkan kuliner kepiting agar pengunjung bisa menikmati. Ada lima jenis kepiting bakau yang dibudidayakan.

wisata-mangrove02

Jalan setapak sudah dibuat dan panjangnya baru 250 meter mengelilingi hutan bakau. Warga berencana membangun sampai 2,5 km ke arah barat laut. Jika terealisasi, maka jalan bamboo dengan lebar sekitar 1 meter ini adalah rute trekking terpanjang di pesisir hutan bakau di Bali.

Udara segar langsung menyergap ketika jalan di pesisir bakau ini. Termasuk saat siang hari ketika matahari terik. Beberapa kali suara pesawat yang akan landing menderu. Pemandangan ekstra di sini adalah pesawat di atas jalan tol.

wisata-mangrove04

Latar belakang lain adalah perahu-perahu nelayan tradisional yang parkir di sekitar gazebo. Makin sedikit nelayan yang aktif melaut karena tangkapan makin sedikit dan saat ini sedang sulit keluar karena proyek jalan tol.

I Made Sumasa, koordinator kelompok nelayan di sini mengatakan sejumlah paket wisata yang ditawarkan adalah edukasi bakau meliputi penanaman dan pembibitan. Lalu budi daya kepiting, tur hutan mangrove dengan perahu, trekking, dan menyewakan gazebo.

Pria ini mengatakan peluang ekowisata ini akan sangat berarti bagi nelayan yang sudah makin sedikit penghasilannya dari melaut.

Hutan mangrove yang sudah dikelola sebagai obyek wisata di dekat sini adalah Taman Hutan Rakyat Mangrove di Suwung Kauh, Denpasar. Area ini hampir bersisian dengan ekowisata mangrove ini karena hutan mangrove di Bali selatan memanjang sampai Nusa Dua. [b]

Tulisan ini juga dimuat di Bali Daily. Foto-foto Anton Muhajir.

Tags: BadungLingkunganTravelWisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Next Post
Yuk Ikut Seleksi Pertukaran Pemuda Antar-Negara

Yuk Ikut Seleksi Pertukaran Pemuda Antar-Negara

Comments 2

  1. Nyoman Surya says:
    13 years ago

    wah keren. Tempat alternatif Mangrove Center yang gak keurus.. Oya kalau mau masuk mesti reservasi dulu ya?

    Reply
  2. agus says:
    12 years ago

    hebat

    Reply

Leave a Reply to agus Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia