• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, February 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

RS Sanglah Buka Konseling dan Hotline KDRT

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
16 January 2009
in Kabar Baru
0
0

Oleh Luh De Suriyani

Kesadaran untuk melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) makin tinggi di Bali. Ditandai dengan makin banyaknya permintaan visum fisik di RS Sanglah Denpasar. Untuk itu, sebuah pos konseling dan hotline dibuka bagi korban tindak kekerasan.

“Kita tak ingin menjadi tempat permintaan visum forensik saja oleh korban tindak kekerasan tapi bisa menangani korban dari segi psikis dan sosialnya,” ujar dokter I Gusti Rai Tirta, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Seluruh Indonesia (PDSKJI) Cabang Denpasar yang bekerja sama dengan Staf Medis Fungsional (SMF) Psikiatri membuka pos konseling ini di RS Sanglah.

Setiap orang yang membutuhkan konseling atau pemeriksaan mengenai KDRT bisa datang ke Bagian SMF Psikiatri RS Sanglah atau telephone (0361) 228824 pada jam 08.00-13.00 Wita. Bisa juga lewat email di psychiatry_denpasar@yahoo.com

“Selain visum fisik, RS Sanglah akan memberikan visum psikiatri untuk menangani korban KDRT. Ini penting untuk menganalisa kondisi kejiwaan korban dan bagaimana latar belakang kejiwaan pelakunya,” tambah Rai Tirta pada wartawan di RS Sanglah Kamis kemarin.

Pembukaan os konseling ini dilakukan karena makin tingginya permintaan visum korban KDRT yakni 48 kasus di tahun 2008. “Sebelumnya kasus KDRT tidak mungkin dilaporkan oleh korban ketika minta visum. Pasti sebagian besar mengaku karena jatuh atau kecelakaan. Perempuan cenderung menutupi tindakan kekerasan yang dialaminya dalam keluarga,” tutur dokter Lely Setyawati, psikiater dari SMF Fakultas Kedokteran Universitas Udayana RS Sanglah ini.

Selain itu, menurut Lely sebagian besar koban KDRT tidak mau melakukan konsultasi psikis atau visum psikiatri karena tidak didukung keluarganya. “Hanya sebagian dari 48 kasus itu yang bisa dirujuk ke SMF Psikiatri. Keluarga menganggap kekerasan bukan masalah kejiwaan,” tambahnya.

Berdasarkan survei kesehatan mental terkahir di Bali pada 1995, Rai Tirta menyebutkan sebanyak empat persen atau 120 ribu orang penduduk Bali mengalami gangguan kejiwaan. Gangguan jiwa ini meliputi banyak dimensi seperti depresi, bunuh diri, ketakutan, penjudi patologis, dan lainnya.

Sementara 2 dari 1000 orang atau sekitar 7000 orang di antaranya adalah pengidap gangguan jiwa psikotik berat dan kronis atau schizopherenia.

“Data ini pasti lebih besar sekarang. Bahkan makin kronis karena kebanyakan kasus kejiwaan di Bali menjadi kasus bunuh diri,” ujar Rai.

Pelaku KDRT pun termasuk penderita gangguan kejiwaan, seperti sejumlah kasus yang masuk ke RS Sanglah. Terakhir, ada dua kasus tindakan kekerasan berat yang kini ditangani.

Pertama, bocah perempuan 9 tahun, inisial AN yang diperkosa pamannya. Hasil visum oleh polisi dianggap tidak cukup sebagai bukti untuk menahan pelaku, dan kini korban mengalami trauma berat.

Lalu kasus keracunan obat pada KN, ibu rumah tangga 45 tahun. Setelah rawat inap, baru diketahui suami sengaja meracun istrinya dengan obat dan memaksanya keluar dari RS Sanglah. Kasus ini akhirnya dilaporkan ke polisi. Sementara KN masih menjalani rawat jalan dan terapi mental.

“Dua kasus ini membuktikan bahwa visum fisik tidak bisa memberikan cukup bukti untuk proses hukumnya. Karena itu kami terus meminta polisi untuk menggunakan alat bukti visum psikiatri juga,” ujar dokter Lely. [b]

Tags: BaliSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post
Tragedi Narsisme ala Kabul

Tragedi Narsisme ala Kabul

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia