• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, March 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Rasis! Pengkhianat! Miskin Moral!

Anggara Mahendra by Anggara Mahendra
27 August 2015
in Berita Utama, Buku, Kabar Baru
0
0

20150820 Launching Buku SID 20 tahun - Rudolf Dethu_ANG_9481

Awal tahun 2003 di Surabaya, mereka pernah dilempari. Botol, air kencing dibungkus plastik, kursi, dan ember semua melayang saat Superman Is Dead bermain di atas panggung tanpa barikade dan petugas keamanan yang hanya sedikit.

Mereka dianggap band eksklusif, banyak permintaan yang ribet, pengkhianat genre musik punk yang anti mapan karena masuk major label hingga isu anti jawa yang hampir mematahkan semangat bermusik Bobby, Jerinx dan Eka.

Di sisi lain, pada masanya Superman Is Dead pernah menjadi mitos di kalangan underground tanah air. Katanya, salah satu personilnya orang luar negeri karena liriknya berbahasa Inggris, teman musisi punk luar negeri dan asumsi-asumsi lain yang beredar di masa itu.

Perjalanan Superman Is Dead dari tahun 1995 hingga 2015 dirangkum oleh Rudolf Dethu, manager Superman Is Dead yang lebih suka menyebut dirinya sebagai ‘propagandis’.

Mini biografi 250 halaman yang dibagi dalam tiga tema besar untuk bercerita tiga kontroversi besar melelahkan dan nyaris mematikan karier bermusik mereka: Rasis! Pengkhianat! Miskin Moral!

20150820 Launching Buku SID 20 tahun - Rudolf Dethu_ANG_2536 20150820 Launching Buku SID 20 tahun - Rudolf Dethu_ANG_2503

“You can’t expect them to read thick book,” menjadi pertimbangan Dethu saat membuat mini biografi yang nantinya akan dibaca oleh OutSIDers dan Lady Rose (fans base SID) yang sebagian adalah generasi muda. Font yang digunakan relatif besar dengan ukuran 11-12, setiap paragraf yang hanya terdiri dari 4-5 kalimat agar semakin mudah dicerna.

“Biografi nantinya akan berlanjut. Tiga tema ini kalau saya mau bermain-main dengan serius “Rasis” sendiri bisa jadi satu biografi jika mengikuti alur biografi konvensional, tapi diperpendek dan dibuat lebih ringan jadi digabung ketiganya,” tambah Dethu.

Dari tiga kontroversi besar ini, Rasis mendapat porsi terbesar. Tentang Superman Is Dead plus Dethu dan tim manajemen yang berusaha menangkal isu rasisme Jawa yang hanya isu belaka. Mimpi buruk manggung di Surabaya di awal 2003 tidak memutuskan semangat mereka, karena jika takut menerima tawaran manggung di pulau Jawa justru makin menguatkan isu itu benar adanya.

Mereka kemudian manggung dengan risiko yang ada. Tidak jarang Bobby sebagai vokalis harus bermain sambil berkelit dari lemparan botol, mangga, bambu runcing sampai pukulan dari penonton yang terhasut isu rasisme Jawa.

Pengkhianat! bercerita tentang scene musik punk dan pendukungnya yang merasa geram karena Superman Is Dead masuk major label yang dianggap iblis oleh mereka karena mengontrol cara bermusik sampai impresi band itu sendiri.

Tapi kenyataanya, Sony-BMG Indonesia tidak pernah mengontrol bermusik mereka, hanya memberi saran untuk membuat lirik tidak sepenuhnya berbahasa Inggris. Meski saat itu menyanyi berbahasa Inggris dianggap keren oleh SID. Saran itu justru membuat SID lebih bombastis karena lebih bisa diterima oleh masyarakat Indonesia secara umum hingga mendapat beberapa penghargaan di dunia music.

Miskin Moral! tentang generalisasi impresi bir yang selalu mereka bawa di atas panggung sebagai simbol moral yang tidak baik secara umum.

20150820 Launching Buku SID 20 tahun - Rudolf Dethu_ANG_2529

Diskusi dan rilis buku Rasis! Pengkhianat! Miskin Moral! diadakan di Rumah Sanur – Creative Hub pada 21 Agustus 2015 ala lesehan agar tidak berjarak antara pengunjung dengan SID plus Dethu.

Dalam diskusinya, Jerinx sempat memaparkan prinsip kuat Superman is Dead yang tidak ingin tinggal di Jakarta atau kota besar untuk menjadi besar. “Sejak awal Superman Is Dead punya prinsip kuat menyeimbangkan konsep sentralisasi di Indonesia karena sangat dominan saat ini. SID tidak harus pindah ke jakarta untuk bisa jadi siapa kami. You can still stay here (Bali) to be who you are and still successful,” tutup Jerinx.

20150820 Launching Buku SID 20 tahun - Rudolf Dethu_ANG_2540

Seperti bukunya yang ringan, gaya penulisannya pun demikian layaknya Dethu mendongeng kisah Superman Is Dead dari satu panggung ke panggung lainnya, satu kontroversi ke lainnya. Diselipkan celetukan kecil bernada humor sehingga lebih nyaman dan makin hanyut dalam tulisannya.

Note
Pada (26/08/15) saya kebetulan satu ruangan di Kumpul Coworking Space dan menanyakan bagaimana pemesanan buku ini. Gara-gara banyak kawan yang menanyakan setelah saya unggah foto buku ini di instagram saya@anggaramahendra. Dethu bilang bisa memesan dengan mengirim email ke: rudolfdethu@rudolfdethu.com. [b]

 

Tags: Balibook launchBukuDenpasarKonserMusikrudolf dethurumah sanurSanurSuperman is Dead
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anggara Mahendra

Anggara Mahendra

fotojurnalis lepas, pembuat catatan visual dan pengendara Si Kemot, Honda C70 merah

Related Posts

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Next Post
Pentingnya Pengelolaan Sampah di Desa Tulamben

Pentingnya Pengelolaan Sampah di Desa Tulamben

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia