• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, May 25, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Meninggalnya si Raja Buduh Drama Gong

I Gusti Agung Made Wirautama by I Gusti Agung Made Wirautama
21 January 2010
in Budaya, Kabar Baru, Sosok
0
3

Teks Wira Utama, Foto Ilustrasi Luh De Suriyani

Hari ini seperti biasa setiba di kantor saya langsung mengecek email, termasuk email dari milis BBC (Bali Blogger Community). Setelah membaca email satu persatu, saya tertarik dengan satu thread yaitu tentang meninggalnya Gede Yudana, salah satu seniman drama gong di Bali. Sebagai salah satu penggemar drama gong sejak kecil, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Gede Yudana.

Gede Yudana adalah salah satu pemain drama gong yang sangat tenar di zamannya, ketika drama gong masih menjadi kesenian paling favorit bagi masyarakat Bali. Bersama dengan pemain-pemain drama gong terkenal lainnya seperti Petruk, Dolar, Gangsar, Gingsir, Lodra (raja bagus), Luh Mongkeg dan banyak lagi, Gede Yudana selalu berperan sebagai Raja Buduh alias raja yang seperti orang gila, mudah dihasut oleh patih yang jahat.

Saya sendiri memang sejak kecil menyukai kesenian drama gong, apalagi ketika itu drama gong sedang berada pada masa kejayaannya. Lihat saja setiap pementasan drama gong di Art Center terutama pada ajang PKB (Pesta Kesenian Bali), khususnya grup Sancaya Dwipa yang terdiri dari pemain-pemain tenar seperti Petruk, Dolar, Yudana dan lainnya. Panggung terbuka Arda Candra selalu penuh dengan penonton, bahkan sampai memanjat tembok dan berada di atas atap toilet dan di atas pohon, penonton rela melakukan itu demi menonton aksi Petruk – Dolar.

Yang terasa paling ditunggu memang aksi Petruk – Dolar, bahkan waktu itu Petruk baru keluar dan belum berkata apapun, penonton sudah tertawa dan riuh sekali. Jika tidak percaya, silahkan cari saja VCD-VCD rekaman drama gong Sancaya Dwipa tahun 90-an.

Yang hebatnya, emosi dan perasaan penonton di jaman itu benar-benar terbawa dengan drama yang dibawakan oleh pemainnya. Penonton akan tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi Petruk – Dolar, tak jarang penonton meneteskan air mata ketika putri raja disakiti, bahkan pernah patih jahat dilempari penonton karena perannya jahatnya. Seolah penonton tak bisa membedakan bahwa itu hanya drama, mungkin ada yang itu karena penonton yang masih kolot, tapi menurut saya itu karena penghayatan dan akting pemain drama gong yang begitu hebatnya.

Tapi kini drama gong bukan favorit lagi di Bali, masyarakat khususnya ibu-ibu lebih suka sinetron dan anak muda lebih suka pergi ke bioskop. Untunglah masih ada kesenian wayang kulit yang dulu dianggap tidak begitu menarik, tetapi wayang Cenk Blonk berhasil mengangkat kesenian wayang kulit menjadi hiburan sekaligus kesenian yang digemari masyarakat Bali. Tetapi sayang, masyarakat yang cepat bosan dan ditambah lagi dengan banyaknya peredaran VCD bajakan membuat kesenian bali kembali meredup.

Semoga saja ke depan akan banyak lagi lahir seniman seperti Gede Yudana yang berhasil membuat kesenian Bali makin disukai dan bukan hanya menjadi kesenian yang ekslusif tetapi juga kesenian yang menghibur serta merakyat. Selamat jalan Bapak Gede Yudana..[b]

Tulisan lainnya, silahkan baca berita nusabali dan tulisan bli Putu Adi.

Tags: Balidrama gonggede yudanakesenianraja buduh
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Agung Made Wirautama

I Gusti Agung Made Wirautama

I Gusti Agung Made Wira Utama, cukup dipanggil Wira. Dosen Komputer di STP Nusa Dua Bali yang lahir dan tinggal di Kerobokan. Biasa menulis di blog www.imadewira.com

Related Posts

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Next Post

Hari Kasih Sayang dengan Anak Panti Asuhan

Comments 3

  1. Mansuka says:
    16 years ago

    Wah baru tau saya neh. .. .Krg nönton n bc berita bali alne. . .Skrg yg mash eksis tinggal petruk doang. .Salam knal aja,bila sempat mampir yo

    Reply
  2. KETUT says:
    15 years ago

    ada yg tahu info dimana bs dptin VCD drama gong yg lawas. .

    klo ada yg tahu tlg di infokan ke email saya.
    marineer_bali@yahoo.com
    suksma

    Reply
  3. made budilana says:
    11 years ago

    artikel ini sgt bagus.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

25 May 2026
Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia