• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, March 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Opini

Program City Tour Denpasar Kurang Tergarap

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
4 February 2009
in Opini, Travel
0
0

Oleh Luh De Suriyani

Sejumlah obyek wisata Denpasar memberikan kontribusi stagnan. Dinas Pariwisata Denpasar mengaku tidak punya wewenang untuk mengelola obyek wisata city tour di Denpasar karena assetnya dimiliki Pemerintah Provinsi.

Catatan Dinas Pariwisata Denpasar memperlihatkan, pada 2007, jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata di Denpasar hanya 160.188 orang atau 10 persen dari total jumlah wisatawan ke Bali. Padahal jumlah wisatawan yang menginap di Kota Denpasar sebanyak 715.370 orang.

Data Dinas Pariwasata terakhir pada 2008 juga memperlihatkan grafik yang sama dengan 2008. Hingga Oktober 2008, kunjungan ke obyek wisata di Denpasar kurang dari 150 ribu orang.

Tak heran, tingkat hunian kamar di seputaran Kota Denpasar, pada 2007 rata-rata hanya 55 persen.

“Bisa saja, tidak semua wisatawan yang ke Denpasar mengunjungi obyek-obyek wisata tapi melihat-lihat suasana kota saja,” kata I Putu Budiasa, Kepala Dinas Pariwisata Denpasar akhir pekan lalu.

Namun, Budiasa mengaku dilematis karena tidak punya wewenang sepenuhnya mengelola obyek wisata di Denpasar. “Hampir semuanya adalah asset pemerintah provinsi Bali. Jadi semua penghasilan masuk ke kas provinsi,” ujarnya.

Sejumlah obyek wisata kota di antaranya Museum Bali, Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang lebih dikenal sebagai monumen Bajra Sandhi, dan Taman Budaya “Art Center”.

Karena itu ia merasa tidak berhak melakukan berbagai kebijakan untuk memperbaiki sarana prasarana obyek wisata kota. “Kami hanya memberikan saran dan membuat sejumlah program pendukung untuk menggairahkan program city tour dalam Sightseeing Denpasar,” tambah Budiasa.

Budiasa menjelaskan, citra Denpasar yang diangkat adalah wisata heritage. Sejumlah obyek wisata Denpasar menurutnya sangat mendukung citra itu namun kurang tergarap maksimal untuk menarik perhatian banyak pengunjung.

“Krisis global ini juga mempengaruhi kunjungan wisata ke Denpasar. Kami sudah banyak promosi, tapi kurang signifikan. Ini sulit diantisipasi,” kata Budiasa. Untuk obyek wisata Denpasar, menurutnya yang bisa dilakukan hanya menata karena keterbatasan lahan.

Kualitas wisata kota Denpasar ini juga dikritisi oleh Mats Haggstrom, seorang turis dari Swedia yang ditemui ketika minta informasi ke Dinas Pariwisata Denpasar di Jalan Surapati.

“It was difficult to find traditional foods. We don’t have any guarantee several food stall here doesn’t make me sick,” he said. Mats sebelumnya berasumsi akan sangat mudah mendapatkan makanan tradisional asli dan beragam variannya di kota dibandingkan di Sanur atau Kuta.

Ia mengaku telah berkeliling ke sejumlah obyek wisata sesuai dengan brosur yang menjadi panduannya. Sayangnya, ia merasa tidak leluasa menjelajah karena kerepotan mengusir pedagang acung atau guide liar yang membuntutinya.

Merujuk data Dinas Pendapatan Bali, tahun 2009 ini, obyek wisata di Denpasar hanya ditargetkan memberikan kontribusi Rp 1 milyar pada APBD. Taman Budaya sekitar 60 juta rupiah karena hanya mengandalkan keramaian saat Pesta Kesenian Bali tiap tahunnya, dan Museum Bali sekitar Rp 107 juta.

Hanya Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang pada 2009 ini ditargetkan dapat meningkatkan pendapatannya lebih dari 150 persen dari tahun lalu, yakni Rp 313 juta.

Kepala Humas Monumen, AA Sapta Negara mengatakan monumen ini baru mulai ramai dikunjungi sejak 1996, lima tahun setelah monumen ini rampung dibangun pada 2001. Peletakan batu pertama saja pada 1988.

“Bangunan dengan arsitektur yang rumit ini baru hidup setelah kita isi dengan diorama yang atraktif dan bisa digunakan untuk umum,” katanya.

Ia meyakini, bagaimana pun bagusnya bentuk bangunan obyek wisata secara fisik, tak akan ramai dikunjungi jika bangunan terkesan mati tanpa aktivitas. [b]

Tags: DenpasarOpiniPariwisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Mesin Tap Trans Metro Dewata Sering Galat

Perang dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

3 March 2026
Kepsek Arogan, Siswa Kehujanan

Ironi Mewahnya Vila-vila dan Kondisi Sekolah Negeri di Bali

17 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
Next Post

Jadi Pemimpin di Indonesia Mesti "Ndableg"

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

15 March 2026
Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia