• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pertanian Organik, Denyut Baru Penghidupan Geriana Kauh

Wayan Agus Mahardika by Wayan Agus Mahardika
13 November 2023
in Kabar Baru, Pertanian
0
0

Sinar mentari pagi yang hangat diiringi kicauan burung di kaki Gunung Agung. Keindahan Desa Adat Geriana Kauh kian terpancar karena adanya lahan sawah organik.

Lahan itu salah satunya diperjuangkan oleh Gede Artana. Ia merupakan Sekretaris Komunitas Dewi Sri Amerta Agung. Komunitas ini mewadahi para petani di Desa Adat Geriana Kauh yang fokus memperjuangkan lahan pertanian organik pada jenis tanaman padi.

Awal mula pertanian organik yang di Desa Adat Geriana Kauh sejak tahun 2021. Jumlah anggota komunitas pertanian organik ini 25 orang.

Pertanian organik ini berbeda dengan pertanian konvensional. Bedanya terletak pada pupuk dan proses perawatannya. Artana mengungkapkan, para petani di komunitas ini menggunakan bahan-bahan organik yang terbebas kandungan bahan kimia. Dahulu, hasil panen dari lahan sawah organik ini sedikit.

Lelaki yang sudah bertani sejak kecil ini berharap agar sawah organik dapat dilakukan secara berkelanjutan dan berkembang dengan lebih baik lagi. “Tantangan dari petani organik karena petani sudah nyaman mengunakan pertanian konvensional atau mengunakan proses kimia dan dari pandangan petani, pertanian organik dengan pertanian biasa itu sama saja,” ucap Artana.

Peranan Desa Adat Geriana Kauh dalam pertanian organik sangat mendukung adanya pertanian organik. Menurut Bandesa Geriana Kauh, Nyoman Subrata bahwa Ia sangat mendorong desa adat yang dipimpinnya agar mewujudkan pertanian organik supaya menyeluruh dan berkelanjutan.

Subrata juga menambahkan bahwa awig-awig maupun pararem secara khusus mengatur pertanian organik belum ada di Geriana Kauh. Meskipun demikian, Subrata menjamin, pihak desa adat sangatlah mendukung pertanian organik. Hasil panen pertanian organik ini untuk kebutuhan konsumsi dari warga atau petani itu sendiri.

Permasalahan penjualan hasil pertanian organik, bahwa warga masih menggunakan hasil pertanian konvensional. Sehingga, peminat pertanian organik masih sangat sedikit. “Warga masih menganggap bawa hasil penen biasa dan penen organik itu sama dan itulah yang menjadi tantangan dari penjualan hasil panen padi organik,” jelas Artana.

Keberadaan Kelompok Tani Organik di Desa Geriana Kauh ini sudah lolos sertifikasi organik dan memiliki sertifikat dari lembaga sertifikasi LESOS.

Sinergi lintas generasi amat dibutuhkan dalam pengembangan pertanian organik khususnya padi organik. Artana percaya minat muda-mudi desa dalam pertanian organik ini cukup besar. Sebab bagi Artana proses pengembangan pertanian organik cukup mudah dan bahan yg digunakan dapat dibuat sendiri dengan campuran limbah organik dari dapur maupun dari buah-buahan hingga sayur yang sudah tak layak.

“Peran perempuan baik yang muda sampai tua sangat mendukung adanya pertanian organik ini dari proses pembuatan pupuknya juga didukung sekali dan membantu bapak-bapak di sawah,” ujar Artana.

Pertanian organik yang ada di Desa Adat Geriana Kauh tersebar di 24 titik. Biasanya sawah pertanian organik ditemui tanaman eceng gondok di bagian sudut aliran air dan berisi saringan air. Dari sanalah dapat diketahui perbedaan antara sawah yang organik dengan sawah konvensional (non organik).

Perbedaannya sawah pertanian organik atau tidak, juga dapat dilihat dari kualitas tanahnya. Pada lahan pertanian sawah organik teksturnya halus dan banyak dijumpai cacing serta berisi bakteri baik dalam perkembangan pertanian. Sedangkan pertanian konvensional memiliki tekstur tanah yang padat dan jarang ditemukannya cacing.

Meskipun baru dikembangkan dua tahun lalu, baik Antara maupun Subrata meyakini bahwa pertanian organik mampu menjadi denyut baru kehidupan bagi Geriana Kauh.

kampungbet
Tags: geriana kauhkelas jurnalisme wargapadi balipertanian organik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Wayan Agus Mahardika

Wayan Agus Mahardika

Related Posts

Silent Reading Cegah Efek Doom Scrolling

Silent Reading Cegah Efek Doom Scrolling

1 November 2026
Ruang Bakat di Panggung Ekspresi SMAN Bali Mandara

Ruang Bakat di Panggung Ekspresi SMAN Bali Mandara

28 October 2026
Menengok Sekolah Asrama di Bali melalui Kelas Jurnalisme Warga

Menengok Sekolah Asrama di Bali melalui Kelas Jurnalisme Warga

18 October 2026
Dupa Jagadhita Manfaatkan Material Alami sebagai Aroma

Dupa Jagadhita Manfaatkan Material Alami sebagai Aroma

30 September 2026
Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

Sejarah Desa Guliang Kangin, Dulunya Hutan Belantara

3 September 2026
Kayoan Bunderin, Mata Air Bersejarah yang Dijaga Sekaa Kayoan di Desa Bebandem

Kayoan Bunderin, Mata Air Bersejarah yang Dijaga Sekaa Kayoan di Desa Bebandem

23 August 2026
Next Post
Life Hacks: Tips Jaga Organ Kespro Laki dan Perempuan

Kontribusi Remaja Bali dalam Kesehatan Reproduksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Menyesapi Akulturasi Hindu – Budha di Baturiti

Benarkah Orang Bali Skizoid?

6 November 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

6 November 2026
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Oligarki Kian Vulgar

Korupsi Dana Tunjangan Pensiunan Veteran di Bali

5 November 2026
Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

4 November 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia