• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pertanian Organik, Denyut Baru Penghidupan Geriana Kauh

Wayan Agus Mahardika by Wayan Agus Mahardika
13 November 2023
in Kabar Baru, Pertanian
0
0

Sinar mentari pagi yang hangat diiringi kicauan burung di kaki Gunung Agung. Keindahan Desa Adat Geriana Kauh kian terpancar karena adanya lahan sawah organik.

Lahan itu salah satunya diperjuangkan oleh Gede Artana. Ia merupakan Sekretaris Komunitas Dewi Sri Amerta Agung. Komunitas ini mewadahi para petani di Desa Adat Geriana Kauh yang fokus memperjuangkan lahan pertanian organik pada jenis tanaman padi.

Awal mula pertanian organik yang di Desa Adat Geriana Kauh sejak tahun 2021. Jumlah anggota komunitas pertanian organik ini 25 orang.

Pertanian organik ini berbeda dengan pertanian konvensional. Bedanya terletak pada pupuk dan proses perawatannya. Artana mengungkapkan, para petani di komunitas ini menggunakan bahan-bahan organik yang terbebas kandungan bahan kimia. Dahulu, hasil panen dari lahan sawah organik ini sedikit.

Lelaki yang sudah bertani sejak kecil ini berharap agar sawah organik dapat dilakukan secara berkelanjutan dan berkembang dengan lebih baik lagi. “Tantangan dari petani organik karena petani sudah nyaman mengunakan pertanian konvensional atau mengunakan proses kimia dan dari pandangan petani, pertanian organik dengan pertanian biasa itu sama saja,” ucap Artana.

Peranan Desa Adat Geriana Kauh dalam pertanian organik sangat mendukung adanya pertanian organik. Menurut Bandesa Geriana Kauh, Nyoman Subrata bahwa Ia sangat mendorong desa adat yang dipimpinnya agar mewujudkan pertanian organik supaya menyeluruh dan berkelanjutan.

Subrata juga menambahkan bahwa awig-awig maupun pararem secara khusus mengatur pertanian organik belum ada di Geriana Kauh. Meskipun demikian, Subrata menjamin, pihak desa adat sangatlah mendukung pertanian organik. Hasil panen pertanian organik ini untuk kebutuhan konsumsi dari warga atau petani itu sendiri.

Permasalahan penjualan hasil pertanian organik, bahwa warga masih menggunakan hasil pertanian konvensional. Sehingga, peminat pertanian organik masih sangat sedikit. “Warga masih menganggap bawa hasil penen biasa dan penen organik itu sama dan itulah yang menjadi tantangan dari penjualan hasil panen padi organik,” jelas Artana.

Keberadaan Kelompok Tani Organik di Desa Geriana Kauh ini sudah lolos sertifikasi organik dan memiliki sertifikat dari lembaga sertifikasi LESOS.

Sinergi lintas generasi amat dibutuhkan dalam pengembangan pertanian organik khususnya padi organik. Artana percaya minat muda-mudi desa dalam pertanian organik ini cukup besar. Sebab bagi Artana proses pengembangan pertanian organik cukup mudah dan bahan yg digunakan dapat dibuat sendiri dengan campuran limbah organik dari dapur maupun dari buah-buahan hingga sayur yang sudah tak layak.

“Peran perempuan baik yang muda sampai tua sangat mendukung adanya pertanian organik ini dari proses pembuatan pupuknya juga didukung sekali dan membantu bapak-bapak di sawah,” ujar Artana.

Pertanian organik yang ada di Desa Adat Geriana Kauh tersebar di 24 titik. Biasanya sawah pertanian organik ditemui tanaman eceng gondok di bagian sudut aliran air dan berisi saringan air. Dari sanalah dapat diketahui perbedaan antara sawah yang organik dengan sawah konvensional (non organik).

Perbedaannya sawah pertanian organik atau tidak, juga dapat dilihat dari kualitas tanahnya. Pada lahan pertanian sawah organik teksturnya halus dan banyak dijumpai cacing serta berisi bakteri baik dalam perkembangan pertanian. Sedangkan pertanian konvensional memiliki tekstur tanah yang padat dan jarang ditemukannya cacing.

Meskipun baru dikembangkan dua tahun lalu, baik Antara maupun Subrata meyakini bahwa pertanian organik mampu menjadi denyut baru kehidupan bagi Geriana Kauh.

kampungbet
Tags: geriana kauhkelas jurnalisme wargapadi balipertanian organik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Wayan Agus Mahardika

Wayan Agus Mahardika

Related Posts

Rumah Panggung Loloan makin Hilang

Rumah Panggung Loloan makin Hilang

6 January 2026
Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

Banjir di Banjar Sebual, Warga Bangkit Bersama Setelah Bencana

21 December 2025
Beban Tak Terlihat Remaja Bali di Jembrana

Beban Tak Terlihat Remaja Bali di Jembrana

20 December 2025
Menimbang Ulang Pengertian Masyarakat Pesisir dari Pantai Sanur

Menimbang Ulang Pengertian Masyarakat Pesisir dari Pantai Sanur

15 October 2025
Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

Masa Depan Pantai Sindhu dari Kacamata Pemilik Usaha

12 October 2025
“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

“Pesuan Kebisan Ragane” Api Jengah Pemuda Intaran Sanur

10 October 2025
Next Post
Life Hacks: Tips Jaga Organ Kespro Laki dan Perempuan

Kontribusi Remaja Bali dalam Kesehatan Reproduksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia