• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, January 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Opini

Mari Menyiapkan Diri untuk Menyambut Musim Hujan

Wayan Sudika by Wayan Sudika
29 November 2019
in Opini
0
0

Sudah lama kita semua merindukan hujan.

Merindukan hujan turun membasahi alam semesta. Membersihkan kotoran debu yang sudah lama melekat dalam diri kita maupun isi alam yang lainnya.

Memang lahir, hidup dan mati di negeri sendiri merupakan anugrah yang tak terhingga. Karena di negara kita pada umumnya hanya mengenal dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Dulu, mungkin beberapa puluhan tahun lalu, para leluhur kita gampang memprediksi waktu. Kapan akan turun hujan dan kapan akan kemarau. Maka dari itu para leluhur kita bisa menyimpulkan bahwa hanya ada dua periode dalam setahun. Musim hujan dan musim kemarau.

Hukum alam adalah hal mutlak harus berjalan dan berlaku. Manusia hanya bisa menerima dan mengantisipasi agar kelangsungan hidup kita bisa lebih lama, nyaman dan damai. Faktor-faktor penyebab perubahan musim dan cuaca, tentu salah satunya adalah ulah manusia itu sendiri. Karena dengan semakin canggihnya pemikiran manusia untuk mempermudah menjalankan egonya, maka isi perut bumi sering dipakai untuk hal-hal yang menyengsarakan mahluk hidup lainnya.

Kita sebagai mahluk hidup yang mempunyai idep (pikiran) yang bisa mengubah dari benda tak bergerak menjadi bergerak maupun yang lainnya.

Antisipasi

Kini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan sudah mulai sedikit turun di awal September. Karena itu, warga khususnya di Bali harus siaga dan siap menghadapi musim hujan tersebut. Lalu apa yang perlu diantisipasi warga Bali terutama bencana banjir dan tanah longsor mengingat daerah Bali kultur tanahnya sedikit mudah longsor?

Sudah saatnya warga Bali mensosialisasikan dan mengajak semua anggota masyarakat untuk membersihkan selokan dan saluran air secara bersama-sama. Dengan demikian ancaman banjir dan longsor bisa diminimalisir.

Kita bisa mulai dari lingkungan kita masing-masing. Program gotong-royong hendaknya mulai lagi diterapkan melalui kesadaran mental agar muncul rasa memiliki bersama bahwa lingkungan sekitar kita adalah aset yang bisa membuat hidup kita nyaman maupun tidak nyaman.

Kesadaran tiap anggota masyarakat masih perlu dibenahi agar naluri untuk membersihkan lingkungan semakin tinggi. Edukasi ini perlu kembali dibangkitkan mengingat alat-alat seperti cangkul, sekrop, sabit dan alat bantu lainnya sudah jarang ditemukan di setiap keluarga. Jika baru niat saja ada, tetapi alat bantu itu sudah mulai punah, tentu akan menghambat pelaksanaan gotong royong untuk membersihkan saluran got.

Jika pemerintah sudah sadar masalah warganya, tentu mereka harus berani dan bersinergi dengan menyediakan cangkul dan alat bantu lainnya. Hal ini untuk mengajak kembali warga agar bergotong royong. Pihak Dinas Kebersihan dan Lingkungan sebagai komando yang humanis harus terjun bersama-sama untuk memplopori sambil bertegur sapa. Dengan tindakan nyata tidak hanya cukup dengan ucapan.

Di era ini, antara pelayan publik dengan masyarakat tidak ada lagi sekat. Ingat semua komponen masyarakat tidak boleh apatis. Mereka harus dirangkul tanpa melihat status sosial maupun ekonomi. Semua demi satu tujuan yakni kesejahteraan bersama. Itulah tujuan hidup kita bersama.

Masyarakat harus dibekali teknik dan cara mengantisipasi bencana alam, baik itu berkaitan dengan kegempaan atau banjir dan lain-lain. Hal seperti ini harus sering didengungkan. Warga harus sering diajak simulasi agar tidak panik jika terjadi bencana alam. Masyarakat harus dibiasakan untuk tidak panik jika terjadi bencana. Salah satu caranya adalah dengan membekalinya teknik-tehnik dan pengetahuan tentang cara menyelamatkan diri.

Ini sangat penting untuk segera diwujudnyatakan. Tidak usah menunggu kejadian dulu baru bergerak. Dengan demikian pemahaman masyarakat tentang kebencanaan menjadi melekat dalam kehidupan mereka. Apalagi di musim hujan pasti akan terjadi hal-hal tidak diinginkan.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sebagian daerah di Bali akan mengalami longsor atau banjir. Maka dari itu aparat pemerintah, baik sarana maupun prasarana, harus siaga. Kapan dan di manapun. Aparat, khususnyna personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus senantiasa meningkatkan kepiawaian menangani kasus kebencanaan.

Jadi untuk menyambut turunnya hujan, kita tidak khawatir akan terjadi banjir. Semua bisa terwujud asalkan semua komponen masyarakat saling siaga dan sigap. [b]

kampungbet
Tags: BanjirLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Wayan Sudika

Wayan Sudika

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post

Catatan Mingguan Men Coblong: Perawan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Menghitung Konversi Tutupan Lahan Bali Menjadi Lahan Terbangun

21 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia