• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 21, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Perlunya Akses Aborsi yang Aman

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
24 February 2009
in Kabar Baru
0
3

Oleh Luh De Suriyani

Sejumlah praktisi kesehatan reproduksi dan hak-hak perempuan sepakat mengadvokasi kebijakan  Mengadvokasi Pro Choice untuk 18 Ribu Kehamilan Tak Diinginkan (KTD) di Bali.

Hal ini dibahas mendalam di workshop soal Hak Perempuan dan Kehamilan Tak Diinginkan yang dilaksanakan Kita Sayang Remaja (Kisara), lembaga pemberdayaan remaja, Senin pekan lalu di Denpasar.

Bali mencatat jumlah kehamilan tak dinginkan sebanyak 18.582 orang per tahun. Data estimasi terakhir pada 2006 ini dirangkum Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Bali dari jumlah perempuan menikah yang tidak menggunakan KB dan jumlah kegagalan KB di Bali.

“Angka ini lebih kecil dari kenyataannya karena perhitungannya tidak termasuk remaja dan seperti fenomena gunung es. Apalagi KTD di Bali sudah dianggap suatu hal yang biasa,” ujar dr Nyoman Mangku Karmaya, ahli kesehatan reproduksi.

Sebagian besar dari korban KTD diakui Mangku Karmaya menggunakan cara aborsi yang berbahaya seperti obat-obatan non medis.

Hal ini nampak dari hasil assesment organisasi advokasi remaja Kisara-Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia Bali.  Selama empat bulan saja, September – Desember 2008, sebanyak 90% atau 156 orang pasien Kisara Youth Clinic (KYC) dengan masalah KTD.

“Sebagian besar membutuhkan akses aborsi yang aman karena 84% dalam status belum menikah, sisanya masih sekolah, belum siap secara ekonomi dan mental,” ujar dr. Citra Wulan Sucipta Putri, dokter di KYC.

Menurut Citra pihaknya dilematis menangani situasi ini karena aborsi aman belum ada aspek hukumnya. “Kami hanya melakukan konseling dan memberikan pilihan-pilihan lain. Sayangnya 80% pasien tidak bisa di follow up lagi.”

Dari pasien yang bisa di followup, banyak yang memilih terpaksa menikah dan aborsi tidak aman.

Hal ini menurut Mangku Karmaya karena kurangnya informasi kesehatan seksual di tingkat remaja. “Kami terus mengadvokasi kespro sebagai intrakurikuler di tingkat sekolah atau berintegrasi dengan pelajaran lain di sekolah,” ujar Mangku yang juga Penasehat PKBI Bali ini.

Akses pelayanan aborsi yang aman ini menurut Mangku tidak semata aborsi aman tapi pendidikan seksual bagi pelaku hubungan seksual aktif.

Pilihan pro choice bagi perempuan di antaranya punya hak mengatur kespro seperti waktu kehamilan, jumlah anak, dan lainnya.

Penyelesaian KTD selalu mengarah ke aborsi karena tidak ada jaminan pemerintah untuk membantu. “Stigma masyarakat dan budaya di Indonesia tidak memberikan pilihan selain aborsi, akhirnya melakukan usaha sendiri untuk aborsi yang tidak aman.”

Tak heran tambah Mangku angka kematian ibu di Indonesia tertinggi di Asia. “Hanya orang kaya yang mampu melakukan aborsi. Biayanya sangat mahal akibat tindakan risiko tinggi oleh dokter.

Kebijakan pro life di Indonesia saat ini menolak akses aborsi yang aman karena meyakini janin sudah bisa berpikir, bahkan sejak pembuahan. “Padahal pengguguran kandungan ada sejak dahulu untuk mengatur fertilitas. Jamu peluntur, nenas muda, tusukan bambu, dan alat lainnya untuk aborsi adalah kebudayaan di Indonesia dan sangat tidak aman,” tukas Mangku Karmaya.

Amelia Febrina, siswa SMAN 1 Kuta Utara mengakui dari pengalamannya, hubungan seksual aktif sangat banyak di kalangan sebayanya. “Sayangnya mereka sama sekali tidak tahu cara-cara yang bertanggung jawab untuk menanganinya, apalagi sampai KTD,” ujarnya.

Pelanggaran hak perempuan ini menurut Degung Santikarma, seorang antropolog, dilakukan oleh negara dengan program pesan-pesan moralitas.

“Mereka yang menentang kehendak negara akan dikenai tuduhan perempuan bejat, pemberontak, dan stigma lainnya. Kenapa tidak ada satu institusi pun yang bisa membantu perempuan dalam kondisi KTD?” tanyanya.

Kisara mengaku terus menuntut keadilan bagi perempuan dengan kehamilan tak diinginkan. “Hilangkan stigma, beri kesempatan remaja hamil melanjutkan sekolah,” ujar dr. Citra. [b]

Tags: BaliJaringanKesehatanNGORemaja
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post

Paul Celan di Malam Puisi Jerman

Comments 3

  1. surya says:
    17 years ago

    Saya tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan dukungan untuk gerakan semacam ini, tapi yang jelas, kita harus berpikir dan bertindak praktis (sbg manusia terhadap manusia yang lain).

    Melihat realitas yang ada, tanpa prasangka apapun – adalah lebih baik daripada tidak melakukan sesuatu karena kita mempunyai pemahaman yang salah, atau bahkan menghakimi mereka dengan standar moral/agama.

    Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan biarkan mereka belajar dengan caranya sendiri – yang perlu kita lakukan adalah membantu mereka sebaik mungkin pada waktu mereka membutuhkannya.

    Hormat saya kepada para tokoh yg di sebut diatas …

    Reply
  2. Luh De Suriyani says:
    17 years ago

    ibu santi,

    ibu tidak sendiri mengalami kegagalan alat KB. Saya tidak bisa memberikan saran karena skarang kondisinya sudah medis. Silakan berkonsultasi di PKBI Bali, jalan gatsu IV denpasar.

    Saya sarankan tidka menggunakan obat atau jamu yang tidak aman untuk calon janin.

    Reply
  3. john says:
    16 years ago

    daripada melakukan aborsi, lebih baik melakukan pencegahan dengan cara ber-KB….. pemerintah harus lebih banyak memberikan informasi dan pembelajaran kepada masyarakat

    mr.john
    http://www.obataborsi.co.nr/
    http://obatmanjurku.blogspot.com

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia