• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, April 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pengawasan Koloni Monyet untuk Mencegah Rabies

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
3 January 2009
in Kabar Baru
0
1

Oleh Luh De Suriyani

Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar meminta pemerintah juga mengawasi 48 titik koloni monyet di Bali dalam pencegahan rabies dan kontak langsung pada anjing. Koloni monyet di beberapa titik wisata di Bali juga harus dijaga kelestariannya.

“Sampai kini belum ada indikasi rabies pada monyet. Tapi ini hewan yang paling mudah bersentuhan dengan anjing karena hidup liar,” ujar Soegiarto, Kepala BBV Denpasar beberapa waktu lalu.

Di seluruh dunia, Soegiarto mengatakan memang belum ada laporan ada monyet di alam yang menularkan rabies. “Di negara wabah rabies seperti India dan Pakistan tidak ada dilaporkan ada monyet yang menularkan rabies. Namun, edukasi sangat penting terutama di daerah wisata khusus monyet di Bali,” ujarnya.

Ia meminta dalam status wabah rabies ini di Bali, tempat wisata dengan atraksi monyet memebuat peraturan ketat bagi pengunjung untuk tidak melakukan kontak langsung. Misalnya memberi makan atau bermain dengan monyet.

Di Kecamatan Kuta Selatan, yang menjadi daerah wabah rabies, koloni monyet terdekat ada di kawasan Uluwatu. Untuk membuat barrier, Dinas Peternakan Badung telah melakukan vaksinasi anjing pada jarak 500 meter dari koloni monyet.

Pada pertemuan teknis koordinasi penanggulangan rabies, I Made Badra Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Badung meminta masyarakat ikut mengawasi anjing-anjing yang mendekati lokasi koloni monyet di Uluwatu.

Pusat Kajian Primata Lembaga Penelitian Universitas Udayana pun menyiapkan strategi pencegahan penularan rabies dari anjing ke monyet yang berkoordinasi dengan Dinas Peternakan.

“Yang penting membuat barrier antara koloni monyet dan anjing. Jadi tidak boleh ada anjing dalam area populasi monyet serta jarak area bebas anjing ini minimal 500 meter,” kata Aida L.T. Rompis, Kepala Pusat Kajian Primata.

Selain Uluwatu, daerah koloni monyet lainnya di kawasan Kuta Selatan adalah area Batupageh dan Pura Geger.

Menurut Aida, yang lebih harus diawasi adalah para pemelihara monyet dalam rumah. Karena monyet peliharaan yang lebih dekat dengan binatang penular rabies lainnya seperti anjing dan kucing. “Yang memelihara monyet bisa melakukan vaksinasi,”

Sementara monyet di alam liar atau di kawasan wisata sulit melakukan kontak langsung dengan anjing. “Monyet mirip dengan manusia, menjadi host end dari rabies. Jika ada monyet yang kena rabies, dalam waktu sekitar 10 hari langsung mati. Jadi sulit bagi monyet menjadi penyebar rabies pada binatang lain. Karena itu yang dilakukan di Bali adalah mengawasi anjing untuk tidak mendekati populasi monyet” jelas Aida yang juga dosen mikrobiologi Fakultas Kedokteran Unud ini.

Senada Soegiarto, Aida juga meminta pengelola tempat wisata dengan koloni monyet seperti di Sangeh, badung, dan Monkey Forest Ubud memberikan peringatan bagi wisatawan untuk tidak melakukan kontak langsung dengan monyet.

“Monyet di alam tidak boleh diberikan makanan oleh pengunjung karena secara naluriah dia bisa mencari sendiri. Mereka adalah hewan liar, jadi biarkan seperti itu,” pinta Aida.

Selain rabies, penyakit lainnya yang bisa ditularkan monyet ke manusia adalah herpes B. Cercopithecine Herpesvirus-1, also known as B-Virus, is a member of the herpes group of viruses that occurs naturally in Macaque monkeys. Infection with B-Virus produces very mild disease in the monkey. Most have no obvious evidence of infection.

Menurut penelitian Pusat Kajian Primata Unud di sejumlah koloni monyet di Bali pada 2002 lalu, sekitar 80% seropositive herpes B. “Artinya, pada tes antigen tidak ditemukan virusnya,” ujar Aida. [b]

Versi bahasa Inggris artikel ini diterbitkan di http://www.thejakartapost.com/news/2009/01/03/check-monkey-colonies-rabies-local-administrations-urged.html

Tags: BaliFlu BurungKesehatan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Next Post
Sewakan Ruko dengan Obama

Sewakan Ruko dengan Obama

Comments 1

  1. rahmah says:
    16 years ago

    Mau Share Ya. Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit, termasuk
    Rabies
    , yg bekerja secara holistik. Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah sebagai obat dan pencegahan penyakit (seperti yang telah dinyataka dalam Q.S. An Nahl Ayat 69). Info tentang propolis dapat kunjungi obatpropolis.com
    semoga bermanfaat
    Rahmah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia