• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pendidikan Lingkungan di Tiga Gili

Fadlik Al Iman by Fadlik Al Iman
18 June 2014
in Kabar Baru, Lingkungan, Pendidikan
0
0

foto. Bibi-WCS

Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.

Tiga pulau kecil tetangga Bali ini kawasan paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara di Lombok. Setelah itu barulah Gunung Rinjani sebagai incarannya.

Tiga Gili tadi sering disebut dengan Gili Matra atau Gili Indah. Namun, seiring dengan perkembangan jumlah penduduk di Gili maka perlahan mulai mengancam kelestarian Pulau.

Pada pekan lalu anak-anak Sekolah dari tiga Pulau bersama sama melakukan kegiatan di Gili Meno. Anak-anak Sekolah Dasar dari kelas 3 – 5 mengikuti kegiatan pendidikan lingkungan. Semuanya berjumlah 60 anak dari tiga sekolah dasar di tiga gili yakni SDN 01 Gili Air, SDN 02 Gili trawangan dan SDN 3 Gili Meno.

Masing-masing sekolah menyertakan sekitar 20 anak didiknya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan kerja sama Pemerintah Desa Gili Indah, Wildlife Conservation Society, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Wilker Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra dan Gili Cares.

TWP Gili Ayer, Gili Meno dan Gili Trawangan atau biasa disebut TWP Gili Matra atau TWP Gili Indah merupakan salah satu Kawasan Konservasi Perairan Nasional. Kawasan ini ditetapkan berdasarkan SK Menhut No. 85/Kpts-II/1993 dan pada tahun 2001 ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan berdasarkan Keputusan Menhut No. 99/Kpts-II/2001.

Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam dari Departemen Kehutanan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan Nomor: BA.01/Menhut-IV/2009 – BA.108/MEN.KP/III/2009 tanggal 4 Maret 2009, kawasan Gili Air, Meno dan Trawangan selanjutnya dikelola oleh Departemen Kelautan dan Perikanan.

Nomenklatur kawasan berubah menjadi Taman Wisata Perairan Gili Air, Meno dan Trawangan.

Kawasan ini ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. Kep. 67/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pulau Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Masalah yang dihadapinya adalah masalah sampah, degradasi ekosistem dan keberadaan biota langka seperti hiu dan manta. Untuk itu Pemerintah bersama sama Lembaga Swadaya Masyarakat serta lembaga-lembaga terkait berusaha melakukan upaya penyadartahuan.

Keberadaan sebuah kawasan konservasi perairan ditujukan untuk empat alasan. Pertama, melindungi dan melestarikan sumber daya ikan serta tipe-tipe ekosistem penting di perairan untuk menjamin keberlanjutan fungsi ekologisnya. Kedua, mewujudkan pemanfaatan sumber daya ikan dan ekosistemnya serta jasa lingkungannya secara berkelanjutan.

Ketiga, melestarikan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya ikan di dalam atau sekitar kawasan konservasi perairan. Keempat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

Untuk mendukung tujuan pengelolaan TWP Gili Matra dalam pemanfaatan sumber daya ikan dan ekosistemnya serta jasa lingkungannya secara berkelanjutan, maka perlu dilakukan penyebaran informasi ke halayak terutama generasi penerus. Kegiatannya seperti edukasi dan penyadaran tentang megafauna dan biota kharismatik, khususnya hiu dan pari manta.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup se-Dunia. Antusiasme anak-anak dalam kegiatan sangat tinggi, anak-anak senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Selain materi di dalam kelas mereka juga mendapatkan materi di luar kelas berupa pengetahuan tentang penangkaran penyu oleh Bapak Bolong.

Di tempat penangkaran penyu mereka juga diperlihatkan secara langsung tempat penetasan telur.

Untuk menambah semangat dan antusiasme anak-anak dalam kegiatan tersebut diberikan permainan tentang pendidikan lingkungan dan arti penting penjagaan lingkungan hidup khususnya ekosistem perairan laut. Di sini juga dilakukan pemutaran film tentang hiu dan manta sehingga diharapkan mereka ikut menjaga keberadaan biota tersebut dari kepunahan.

Menurut Bibi kordinator dari WCS yang membidangi Pendidikan Lingkungan diharapkan para pelajar mengetahui berbagai regulasi terkait perlindungan jenis ikan yang terancam punah. Peserta juga diharapkan mengerti arti penting pelestarian sumber daya ikan.

“Dari kegiatan ini diharapkan siswa serta guru dapat menyebar luaskan informasi terkait hal diatas untuk kepentingan TWP Gili Matra yang lebih lestari,” ujarnya. [b]

Tags: LingkunganLombokLSMPendidikan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fadlik Al Iman

Fadlik Al Iman

Pegiat lingkungan di Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) Bali.

Related Posts

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Next Post
Samba Delight Ikut Semarakkan Piala Dunia

Samba Delight Ikut Semarakkan Piala Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Membangkitkan Lima Lapisan Kesadaran Diri

21 May 2026
Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

20 May 2026

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia