• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, June 3, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Pencemaran Sampah Plastik di Laut, Apa yang Kita Perbuat?

Sang Gede Purnama by Sang Gede Purnama
28 November 2019
in Lingkungan
0
1
Sampah plastik di laut. Foto National Geographic.

Sungguh mengejutkan “prestasi” Indonesia dalam produksi sampah plastik.

Ternyata Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik ke lautan nomor dua terbesar (Jenna Jambeck, 2015). Menurut data Asosiasi industri plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) sampah plastik Indonesia mencapai angka 64 juta ton per tahun.

Sebanyak 3,2 juta ton sampah plastik dibuang ke laut. Mereka tidak akan bisa terdegradasi dan masih tetap utuh selama ratusan tahun. Ikan-ikan kita juga tercemar oleh sampah plastik ini karena mereka memakannya.

Ini akan masuk ke rantai makanan dan manusia juga terkontaminasi mikro plastik. Plastik telah banyak membunuh ikan di lautan serta burung laut.

Kompas sempat memberitakan penemuan paus mati di Wakatobi dan dalam perutnya ditemukan banyak sampah plastik. Dalam perut paus ditemukan botol, penutup galon, sandal, botol parfum, bungkus mi instan, gelas minuman, tali rafia, karung terpal, kantong kresek, dan lain-lain. Kondisi ini jelas sangat memprihatinkan.

Di Bali ada wisatawan penyelam yang menayangkan video bagaimana banyaknya sampah plastik diperairan kita. Untuk ukuran suatu objek wisata diving kondisi tersebut tentunya tidak menyenangkan. Seharusnya mereka dapat menikmati pemandangan bawah laut yang indah namun justru dipenuhi kantong plastik.

Kebiasaan kita yang menggunakan pembungkus plastik selama ini ternyata menjadi biang keroknya. Setiap berbelanja kita selalu mendapatkan plastik. Plastik-plastik ini kemudian dibuang begitu saja ditempat sampah, dibuang ke sungai, dibakar dan sebagainya.

Sumber Twitter @feri_latif

Sampah plastik ini yang menyebabkan TPA penuh dengan sampah yang menggunung karena tidak terdegradasi. Berbeda dengan sampah organik yang mampu terdegradasi. Sampah yang terbuang ke sungai kemudian mengalir ke laut sehingga mencemari perairan kita.

Dibutuhkan peraturan tegas untuk membatasi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Di Bali sudah dikeluarkan peraturan tentang pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai melalui Peraturan Gubenur dan Perwali Kota denpasar. Kegiatan ini membatasi peredaran pembungkus plastik khususnya di swalayan dan toko-toko.

Apakah ini sudah cukup? Kita butuh edukasi terus menerus kepada masyarakat mengenai dampak membuang sampah plastik tersebut.

Pengelolaan sampah kita juga perlu dibenahi. Masyarakat yang membuang sampahnya sudah dipilah ternyata digabung kembali oleh petugas sampah. Jadi benahi tata kelola pengelolaan sampah kita. Sediakan fasilitas pendukung untuk memilah sampah dan mobil pengangkut khusus sampah organik dan anorganik.

Kita bisa dan mampu mewujudkan zero waste asalkan ada komitmen yang kuat untuk itu. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos dengan sistem sanitary landfill. Sampah anorganik sebagian besar dapat di daur ulang dan terjual, hanya sebagian kecil yang layak dibuang ke TPA.

Program Bank Sampah juga perlu didukung semua pihak, bahkan sudah dikembangkan tempat pengolahan sampah terpadu 3R (reduce, reuse, and recycle). Sampah menjadi tanggung jawab kita bersama jangan sampai pencemaran sampah plastik justru menyebabkan kualitas kesehatan kita menurun.

Mari berbuat dari sekarang atau menyesal kemudian. [b]

kampungbet
Tags: LingkunganPlastik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Sang Gede Purnama

Sang Gede Purnama

Pemerhati kesehatan masyarakat. Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakutas Kedokteran, Universitas Udayana (Unud) Bali.

Related Posts

Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Next Post
Menakjubkan! 4 Hal yang Bisa Kamu Temukan di Jatim Park 3

Menakjubkan! 4 Hal yang Bisa Kamu Temukan di Jatim Park 3

Comments 1

  1. twenty oktavia says:
    6 years ago

    Sampah plastik mengancam kehidupan ekosistem laut dan darat. Saat ini, lebih banyak aksi lingkungan dilakukan secara intensif oleh berbagai komunitas sebagai upaya mengatasi pemanasan global. seperti yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa Universitas Airlangga di Banyuwangi. informasi lengkapnya kunjungi link dibawah ya :
    http://news.unair.ac.id/en/2020/01/24/concern-for-environment-banyuwangi-unair-students-holds-beach-clean-up/

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Melali Shuttle Listrik di Intaran Sanur, Transportasi Publik Rintisan Dikelola Desa

Melali Shuttle Listrik di Intaran Sanur, Transportasi Publik Rintisan Dikelola Desa

3 June 2026
Pengembangan Jatiluwih perlu memprioritaskan pertanian bukan pariwisata.

Bali sané mangkin: Tanah bisa Dibeli, Budaya bisa Dieksploitasi, Jati Diri bisa Direkonstruksi.

3 June 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

KJW Desa Adat Intaran Soroti Mobilitas di Sanur

2 June 2026

Sanur Intaran Kurangi Macet Lewat Kantong Parkir

2 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia