• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, May 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pemuda Penamparan Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
2 September 2014
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Baliho Penamparan

Pemasangan atribut tolak reklamasi semakin meluas.

Berbagai komunitas dan sekaa teruna-teruni (STT) di Bali bersolidaritas terhadap perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa, Kuta Selatan, Badung.

Mereka menggunakan berbagai momentum dan semangat menyama braya untuk menyatakan penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa.

Minggu malam sekitar pukul 20.00 Wita, giliran pemuda Banjar Penamparan yang menyatakan penolakannya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Penolakan terhadap rencana reklamasi oleh pemuda Banjar Penamparan bukan tanpa sebab.

Menurut Ketua STT Banjar Penamparan, Putu Gede Wisnu Wardana rencana reklamasi akan memperparah penumpukan akomodasi pariwisata di Bali selatan. Sebagai masyarakat yang ikut berkecimpung di pariwisata, ia menyadari bahwa kawasan Kuta sampai dengan Nusa Dua sudah padat dengan akomodasi.

Kalau terjadi penambahan akomodasi pariwisata maka perang harga tidak akan bisa teratasi. Pada ujungnya usaha pariwisata yang dirintis oleh masyarakat Bali akan kalah dengan pembangunan pariwisata terpadu.

“Cukup sudah pembangun akomodasi baru. Bali selatan ini sudah sumpek dan macet. Banyaknyawisatawan yang datang belum tentu menambah kualitas pendapatan karena perang harga tidak dapat dihindarkan,” kata Ketua STT Werdhi Yasa Banjar.

Dia menambahkan, pada saat hujan deras kawasan Legian sering banjir terutama di bantaran Tukad Mati. Hal ini karena Tukad Mati airnya sering meluap. Menurutnya banjir ini adalah akibat muara sungai Tukad Mati yang tersumbat oleh air laut yang sedang pasang.

“Bukankan banjir akan lebih parah kalau teluknya diurug?” tanya pemuda yang akrab dipanggil Tude ini.

Pemuda lain, Made Indra yang juga terlibat dalam pemasangan baliho penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa juga menyatakan bahwa selama ini Bali sudah diisap. Kemajuan pariwisata di Bali diisap sarinya oleh elite Jakarta, baik pengusaha maupun penguasa.

Rencanan rekamasi Teluk Benoa ini hanya akan mengulang kejadian sama yaitu menyerap sari kemajuan pariwisata untuk segelintir orang saja.

“Orang tua kita dari dulu membanten, melakukan upacara secara terus menerus. Itu semua menjadi budaya yang juga menjadi cikal bakal pariwisata Bali. Lalu kenapa investasi itu diabaikan,” tanya pemuda yang akrab dipanggil Made ini.

Pemuda Penamparan menyerukan kepada Pemerintah Bali untuk menghargai investasi kebudayaan yang dengan tulus dilakukan oleh para leluhur di Bali. Cara paling sederhana menurut mereka adalah dengan menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa termasuk mencabut peraturan yang mendukung adanya rencana reklamasi Teluk Benoa, yakni Perpres 51 tahun 2014.

“Pemerintah tahu tuntuan masyarakat Bali untuk menghentikan rencana reklamasi, tapi mereka tetap memakasakan,” pungkas Made Indra. [b]

Tags: Bali Tolak ReklamasiLingkunganTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Next Post
Berikan Alasan Kuat untuk Narsis di Media Sosial

Berikan Alasan Kuat untuk Narsis di Media Sosial

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

Bahasa yang Dibentuk Merek Dagang

20 May 2026

Tiga Chef Muda Bali Bicara Tantangan Pangan Lokal

19 May 2026

TPA Suwung Ditutup, Apakah Bali Siap?

19 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia