• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, August 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pemuda Penamparan Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
2 September 2014
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Baliho Penamparan

Pemasangan atribut tolak reklamasi semakin meluas.

Berbagai komunitas dan sekaa teruna-teruni (STT) di Bali bersolidaritas terhadap perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa, Kuta Selatan, Badung.

Mereka menggunakan berbagai momentum dan semangat menyama braya untuk menyatakan penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa.

Minggu malam sekitar pukul 20.00 Wita, giliran pemuda Banjar Penamparan yang menyatakan penolakannya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Penolakan terhadap rencana reklamasi oleh pemuda Banjar Penamparan bukan tanpa sebab.

Menurut Ketua STT Banjar Penamparan, Putu Gede Wisnu Wardana rencana reklamasi akan memperparah penumpukan akomodasi pariwisata di Bali selatan. Sebagai masyarakat yang ikut berkecimpung di pariwisata, ia menyadari bahwa kawasan Kuta sampai dengan Nusa Dua sudah padat dengan akomodasi.

Kalau terjadi penambahan akomodasi pariwisata maka perang harga tidak akan bisa teratasi. Pada ujungnya usaha pariwisata yang dirintis oleh masyarakat Bali akan kalah dengan pembangunan pariwisata terpadu.

“Cukup sudah pembangun akomodasi baru. Bali selatan ini sudah sumpek dan macet. Banyaknyawisatawan yang datang belum tentu menambah kualitas pendapatan karena perang harga tidak dapat dihindarkan,” kata Ketua STT Werdhi Yasa Banjar.

Dia menambahkan, pada saat hujan deras kawasan Legian sering banjir terutama di bantaran Tukad Mati. Hal ini karena Tukad Mati airnya sering meluap. Menurutnya banjir ini adalah akibat muara sungai Tukad Mati yang tersumbat oleh air laut yang sedang pasang.

“Bukankan banjir akan lebih parah kalau teluknya diurug?” tanya pemuda yang akrab dipanggil Tude ini.

Pemuda lain, Made Indra yang juga terlibat dalam pemasangan baliho penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa juga menyatakan bahwa selama ini Bali sudah diisap. Kemajuan pariwisata di Bali diisap sarinya oleh elite Jakarta, baik pengusaha maupun penguasa.

Rencanan rekamasi Teluk Benoa ini hanya akan mengulang kejadian sama yaitu menyerap sari kemajuan pariwisata untuk segelintir orang saja.

“Orang tua kita dari dulu membanten, melakukan upacara secara terus menerus. Itu semua menjadi budaya yang juga menjadi cikal bakal pariwisata Bali. Lalu kenapa investasi itu diabaikan,” tanya pemuda yang akrab dipanggil Made ini.

Pemuda Penamparan menyerukan kepada Pemerintah Bali untuk menghargai investasi kebudayaan yang dengan tulus dilakukan oleh para leluhur di Bali. Cara paling sederhana menurut mereka adalah dengan menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa termasuk mencabut peraturan yang mendukung adanya rencana reklamasi Teluk Benoa, yakni Perpres 51 tahun 2014.

“Pemerintah tahu tuntuan masyarakat Bali untuk menghentikan rencana reklamasi, tapi mereka tetap memakasakan,” pungkas Made Indra. [b]

Tags: Bali Tolak ReklamasiLingkunganTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026

Mengenal Trend Asia, Penggerak Advokasi Energi dan Lingkungan

27 July 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Next Post
Berikan Alasan Kuat untuk Narsis di Media Sosial

Berikan Alasan Kuat untuk Narsis di Media Sosial

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pengorbanan Atas Nama Pariwisata di Kintamani

In the Name of Tourism in Kintamani

16 August 2026
Kebun Melon di Kaki Gunung Agung

Kebun Melon di Kaki Gunung Agung

16 August 2026
The Sweet and The Sour of Being TMD Bus Users

The Sweet and The Sour of Being TMD Bus Users

15 August 2026
Harmoni Alam dan Budaya di Kastala Trekking Karangasem

Harmoni Alam dan Budaya di Kastala Trekking Karangasem

15 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia