• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, June 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru Kabar

Pemilahan Sampah di Rumah, Solusi Krisis Sampah di Bali

Angga Wijaya by Angga Wijaya
20 July 2018
in Kabar, Lingkungan
0
0

 

Keindahan Pulau Bali terancam oleh kerusakan yang sulit dihindari karena masalah sampah yang menjadi berita keseharian media massa. Saat ini saluran air yang  ada di seluruh pulau dibanjiri oleh sampah terutama sampah plastik. Hal ini mengundang perhatian dan keprihatinan banyak pihak, termasuk Yayasan Bumi Samaya yang concern terhadap permasalahan sampah di Bali.

Sean Nino, peneliti Yayasan Bumi Samaya mengatakan, salah satu solusi mengatasi masalah sampah di Bali adalah pemilahan sampah yang dimulai dari rumah. Masing-masih rumah tangga mesti ikut peduli terhadap sampah dengan cara memilah sampah antara sampah organik dan non-organik.

Cara yang kelihatannya sepele ini mampu mengurangi masalah, karena sampah yang telah dipilah akan dibawa petugas sampah untuk dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di mana sampah organik bisa diolah menjadi pupuk dan sampah non-organik seperti botol plastik dapat dijual dan didaur ulang.

Nino menjelaskan, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah kini telah diatur undang-undang di mana telah ada kerangka kebijakan sehingga provinsi dan desa di Indonesia memiliki kewenangan untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur mereka sendiri.

Contohnya, Bank sampah dan sistem pengumpulan sampah terdesentralisasi skala kecil kini telah banyak ada di desa-desa di Bali dan terbukti telah berhasil mengurai permasalahan sampah yang ada.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Yayasan Bali Sasmaya dengan menggandeng pemerintah desa untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan sampah yang dilakukan salah satunya di Desa Pererenan, Badung dengan membangun TPST yang dikelola secara mandiri yang sejauh ini mendapat respon positif dari masyarakat.

Hasil dari pengolahan sampah sebenarnya cukup besar dan ini bisa menjadi pemasukan desa dan bisa dijadikan badan usaha milik desa. Hanya saja, belum banyak desa yang mau melakukan hal ini. Untuk itu, Yayasan Bali Sasmaya terus melakukan sosialisasi agar banyak desa di Bali membuat TPST termasuk kepada siswa sekolah dasar guna memberi pengetahuan betapa penting kesadaran dan kepedulian terhadap sampah dan lingkungan sekitar.

Program yang dilakukan Yayasan Bali Sasmaya adalah program ‘Merah Putih Hijau’ bertujuan menyelesaikan masalah sampah dengan mendesentralisasi pemilahan dan memastikan terjadinya pengolahan sampah terpadu dengan memberdayakan masyarakat lokal untuk mengelola dan mengolah sampah yang mereka hasilkan di wilayah mereka sendiri.

Dalam program ini proyek pengolahan sampah dilakukan Yayasan Bumi Sasmaya salah satunya di desa Pererenan, Badung yang telah berjalan. Caranya dengan mengajak masyarakat untuk memilah sampah antara sampah organik dan non-organik mulai dari masing-masing rumah dan untuk yayasan ini mengajak kepala desa untuk membuat peraturan desa, bagi yang tidak memilah sampah tidak diambil oleh petugas sampah. Cara itu mampu menggugah kesadaran warga desa untuk memilah sampah dan meningkatkan kepedulian terhadap sampah dari rumah masing-masing.

Dalam sebuah diskusi yang dilakukan Yayasan Bumi Sasmaya baru-baru ini di Denpasar dijelakan, sampah di Bali 65% berupa sampah organik. Sisanya sampah non-organik seperti logam, kaca, dan plastik serta kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di beberapa kabupaten di Bali yang penuh dan menimbulkan masalah baru.

Yayasan ini mengajak kepala desa untuk membuat peraturan desa terkait sampah. Peraturan ini terbukti sangat efektif membuat masyarakat sadar dan bertanggung jawab terhadap sampah. Setelah sampah dipilah kemudian dibawa ke tempat pengolahan dan diolah menjadi pupuk kompos. Cara ini mampu mengatasi permasalahan sampah di desa Pererenan, Badung.

Selain di desa Pererenan, Badung lokasi lain tempat dilakukannya program pengolahan sampah yakni di desa Baturiti Tabanan dan desa Penestenan, Ubud. Rencananya, program akan dilakukan di desa-desa lain di berbagai kabupaten/kota di Bali.

Seperti diketahui, TPST bisa dikelola oleh desa dan menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang di Bali tersebar di berbagai kabupaten. Sayangnya, banyak TPST tidak berjalan atau mangkrak karena kurangnya dana dan SDM. Yayasan Bumi Sasmaya siap melakukan kerja sama untuk mengelola TPST secara terarah dan profesional.

 

 

Tags: penanganan sampahpengolahan sampahsampah di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Angga Wijaya

Angga Wijaya

Bernama lengkap I Ketut Angga Wijaya. Lahir di Negara, Bali, 14 Februari 1984. Menyukai dunia literasi sejak SMA. Pernah kuliah Prodi Antropologi Fakultas Sastra Universitas Udayana. Bekerja sebagai wartawan di Denpasar.

Related Posts

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Hindari Penggunaan Bahan Ini dalam Banten

8 June 2026
Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

5 June 2026
Banyak Masalah di TPS3R, Bisa jadi Pusat Kelola Sampah

Banyak Masalah di TPS3R, Bisa jadi Pusat Kelola Sampah

4 May 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

Kredit Plastik: Solusi Palsu Tak Berkelanjutan

26 April 2026
Sampah tak Terpilah, Subsidi Pupuk Organik bikin Jengah

Cara Leluhur Bali Memilah Sampah

21 April 2026
Next Post
Si Anak Logam, Mencari Rezeki Sambil Menyelam

Catatan Mingguan Men Coblong: Lancung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Hindari Penggunaan Bahan Ini dalam Banten

8 June 2026
Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

7 June 2026

Menepi Sejenak di Serayu Pottery Ubud 

6 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia