• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Peduli Kekayaan Budaya bersama Sobat Budaya

Diah Dharmapatni by Diah Dharmapatni
7 August 2014
in Budaya, Kabar Baru, Sejarah
0
0

Sobat Budaya Bali

Sobat Budaya Berdiri pada 2 Juli 2014 di Kota Bandung.

Yayasan ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan Perpustakaan Digital Budaya Indonesia serta mendorong upaya pelestarian budaya Indonesia.

Selain itu, Sobat Budaya juha melakukan penelitian, promosi, pendidikan, partisipasi dan apresiasi masyarakat sebagai bagian dari pengembangan budaya Indonesia.

Sobat Budaya berangkat dari kepedulian terhadap budaya Indonesia yang sangat beragam. Keragaman budaya Indonesia seringkali kurang terawat akibat kehilangan pendukung budayanya atau klaim negara lain.

Maka dari itu, Sobat Budaya hadir untuk menghimpun data budaya Indonesia melalui Gerakan Sejuta Data Budaya (GSDB).

Data-data budaya yang telah terkumpul akan dimasukkan ke dalam perpustakaan digital berbentuk website budaya-indonesia.org. Selanjutnya, Sobat Budaya akan mendaftarkan data-data budaya tersebut ke World Intellectual Property Organization (WIPO) sebagai bentuk perlindungan budaya dari klaim, serta untuk kepentingan penelitian selanjutnya.

Penggalangan dukungan GSDB dilakukan dengan membentuk komunitas Sobat Budaya di berbagai daerah di Indonesia. Ada sekitar 30 daerah telah menyatakan dukungan terhadap gerakan ini, salah satunya Bali.

Komunitas Sobat Budaya Bali baru terbentuk pada Agustus 2014. Keberadaan komunitas ini untuk membantu pendataan budaya di Bali. Bentuk kegiatannya berupa ekspedisi, penelitian dan pendataan budaya.

Pada Agustus 2014, Bali terpilih menjadi tujuan pertama peliputan ekspedisi Sobat Budaya dan RCTI untuk program kerja sama “Mencari Indonesia”.

Program “Mencari Indonesia” bertujuan untuk mempublikasikan elemen-elemen budaya Indonesia yang menarik namun tidak terekspos, dapat memberikan khazanah dan inspirasi yang kuat bagi masyarakat, namun dalam situasi genting karena terancam punah atau diklaim oleh negara lain.

Sobat Budaya Bali 02

Ekspedisi Bali dalam program “Mencari Indonesia” berlangsung pada 6-10 Agustus 2014. Ekspedisi ini turut menghadirkan Ayushita Nugraha, salah satu artis yang juga mendukung gerakan ini.

Ada beragam jenis konten yang akan diliput, yaitu ornamen, arsitektur, tarian, alat musik, ritual, naskah dan prasasti.

Kerajinan perak di Desa Celuk menjadi konten pertama. Kerajinan perak di Desa Celuk telah menjadi daya tarik wisata domestik dan mancanegara. Ada sekitar 1.000 pengrajin perak di desa tersebut. Pada tahun 2008 sudah lebih dari 800 motif kerajinan perak asal Bali yang di klaim oleh warga negara asing.

Hal itu mengakibatkan banyak permasalahan di antaranya, perajinan yang mau melakukan ekspor produk ke luar negeri harus berurusan dengan hukum karena tuduhan plagiarisme dan masyarakat harus berkarya ditengah kecemasan ancaman hukuman.

Berikutnya, konsep arsitektur Asta Kosala-Kosali di Puri Ubud. Ubud dikenal dengan berbagai daya tarik wisata sehingga berdampak pada munculnya penginapan modern. Pada dasarnya Bali telah memiliki konsep tradisional dalam bidang arsitektur “Asta Kosala-Kosali”.

Puri Ubud menjadi suatu ikon Ubud masih menerapkan konsep itu meski digempur oleh pesatnya pariwisata.

Selain Puri Ubud, daya tarik lain adalah kelompok seni tari dan tabuh bernama Sekaha Gunung Sari Desa Peliatan. Kelompok seni ini telah berdiri sejak 1927. Secara turun-temurun, Sekaha Gunung Sari masih melestarikan gaya tari dan tabuh gamelan yang khas Desa Peliatan.

Konten lain adalah organisasi subak di kawasan Jatiluwih. Kawasan Jatiluwih merupakan salah satu kawasan yang dikukuhkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD). Selain keindahan hamparan teraseringnya, subak menjadi hal yang vital dalam pengairan sawah.

Namun, subak masih kurang mendapat perhatian pemerintah meskipun telah dinobatkan menjadi WBD.

Kemudian, perjalanan berlanjut ke museum lontar Gedong Kirtya Singaraja. Lontar merupakan manuskrip daun lontar dalam bahasa Bali dan huruf Romawi yang berisi berbagai cerita dan sejarah terkait dengan kehidupan Bali pada masa lampau.

Selain Gedong Kirtya, ada pula Masjid Agung Jami di Singaraja yang menyimpan sebuah Mus’haf Al Qur’an yang ditulis sendiri oleh salah satu keturunan Raja Buleleng. [b]

Tags: BaliBudayaKomunitasSejarah
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Diah Dharmapatni

Diah Dharmapatni

Bekerja di bidang sains dan teknologi.

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Peluncuran Terjemahan Novel Janda Jirah

Peluncuran Terjemahan Novel Janda Jirah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia