• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 21, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Partai Daur Ulang Pilihan Warga Pengubengan

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
24 January 2009
in Kabar Baru
0
3

Oleh Luh De Suriyani

Sebuah baliho besar berukuran sekitar 3×2 meter berdiri di kawasan Banjar Pengubengan Kauh, Kerobokan, Kuta Utara mulai akhir Januari lalu. Baliho dengan warna latar hijau ini mencuri perhatian karena menampilkan partai asing di luar kontestan Pemilu 2009 di Indonesia.

Partai Daur Ulang. Bersih dan Sehat adalah hak dan kewajiban setiap orang. Mari bersama saya, menjaga kebersihan dan kesehatan warga Pengubengan Kauh dengan cara mendaur ulang sampah. Seorang pria bebaju safari mengepalkan tangan kanannya, seperti calon legislatif. Dialah Wayan Budiasa alias Alex, anak muda penggerak Partai Daur Ulang ini.

“Baliho itu untuk menarik perhatian. Sampah adalah masalah besar bagi Bali. Belum ada pola penanganan sampah yang baik sampai kini,” ujar Alex, warga Banjar Pengubengan Kauh, Senin.

Partai Daur Ulang (PDU), adalah nama resmi yang disepakati warga banjar untuk pengelolaan sampah secara swadaya di daerah ini. Mulai awal Januari ini, sebanyak 125 kepala keluarga di daerah ini harus menyediakan tempat sampah terpidah bagi organik dan anorganik.

“Warga juga diminta memilah sampahnya sendiri. Barang-barang yang bisa didaur ulang akan diolah menjadi pupuk dan kertas daur ulang,” ujar I Nengah Suwirya, Kepala Lingkungan Banjar Pengubengan Kauh.

Pengelolaan sampah ini kemudian dihandel oleh dua anak muda warga setempat, Alex dan Made Sueca.

“PDU ini bukan lucu-lucuan. Kami ingin menegaskan sampah harus ditangani profesional oleh warga,” ujar Alex.

Dua minggu sekali, Alex menganggkut sampah di rumah-rumah warga untuk dikumpulkan dan dipilah kembali. Residu sampah yang tak bisa diolah baru dibuang ke tempat pembuangan akhir Suwung.

Program PDU ini masih uji coba dan tahap analisa untuk menghitung volume sampah masing-masing warga. Besaran volume ini untuk menetapkan biaya retribusi masing-masing warga. Awal Februari nanti diperkirakan telah berjalan optimal.

PDU menjadi badan usaha milik banjar yang disuvervisi Yayasan Wisnu, LSM bidang lingkungan yang berlokasi di Pengubengan Kauh. “Ini implementasi dari UU No 18 tahun 2008 soal pengelolaan sampah. Banjar bisa mandiri dan menghasilkan keuntungan dari pengelolaan sampah sendiri,” kata Made Puriati, aktivis Yayasan Wisnu.

Menurut riset Yayasan Wisnu yang mengadvokasi sistem pengelolaan sampah swadaya di Bali, setiap hari sedikitnya 800 m3 sampah yang dihasilkan warga di Denpasar dan Badung, belum termasuk industri. “Ini setara dengan tumpukkan sampah seluas 8 are dengan ketinggian satu meter,” ujar Puriati.

Tak heran, banyak tempat pembuangan sampah ilegal di sejumlah tempat di Denpasar dan Badung karena tak dikelola. Kini, pemerintah Bali mulai mengoperasikan sistem pengelolaan residu sampah menjadi listrik di TPA Suwung. Namun, program ini hanya memindahkan tanggung jawab masalah sampah pada pemerintah saja. [b]

Versi bahasa Inggris tulisan ini dimuat di http://www.thejakartapost.com/news/2009/01/22/recycle-party-wins-neighborhood039s-votes.html

Tags: LingkunganPolitik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Next Post

Barongsai, Melestarikan Tradisi Tionghoa di Bali

Comments 3

  1. Waldi Nurhamzah says:
    17 years ago

    Mendukung sepenuhnya kegiatan “partai” ini, semoga menular ke desa-desa sekitarnya, kalau bisa ke luar propinsi! Rasanya anggota partai begini inilah yang mestinya direkrut dan dibangun di negeri kita, bukan anggota partai yang lahir dan sibuk hanya karena ada pemilu caleg dan pilpres 2009 mendatang. Salam kenal untuk Pak Aleks dan hangat untuk pak Suarnatha di Wismu. Sukses!
    Rahajeng.

    waldi – jakarta

    Reply
  2. Bali Wisata says:
    17 years ago

    Maju terus Partai Daur Ulang, hehehhehehhe. Kesehatan modal utama. Apalagi bali merupakan destinasi wisata besar bagi Indonesia.

    Reply
  3. Luli says:
    14 years ago

    Saya mo merintis kreatifitas daur ulang khususnya baliho. U/menjahit baliho pa da mesin khusus. Tipe apa ya mesinnya

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia