• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, February 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Pameran “Katak Bebas dari Tempurung”

Anton Muhajir by Anton Muhajir
30 March 2011
in Agenda, Kabar Baru
0
0

Teks dan Foto Bentara Budaya Bali

Pameran tunggal “Out of The Locker” akan diselenggarakan di Bentara Budaya Bali, 31 Maret sampai 8 April 2011 mendatang.

Acara yang akan dibuka Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, MA pada 30 Maret pukul 18.30 wita ini merupakan salah satu dari sekian upaya Bentara Budaya untuk menghadirkan peristiwa kesenian, dalam hal ini seni rupa, sebagai ruang berbagi dalam jalinan kebersamaan yang erat dan tetap mengedepankan sikap kreatif menyikapi kekinian.

Pameran karya Wayan Sudiarta ini akan dilanjutkan dengan diskusi “Kosa Tradisi Sebagai Pernyataan Kini”. Pembicaranya Hardiman dan I Wayan Sudiarta pada Jumat, 8 April 2011, pukul 15.00 wita di Bentara Budaya, Jalan By Pass IB Mantra no. 88 A, Ketewel-Gianyar.

I Wayan Sudiarta perupa kelahiran Peliatan, Ubud, 23 April 1969. Saat ini ia mengajar Seni Rupa di Universitas Pendidikan Ganesha Bali. Dalam kurun waktu kesenimanannya ia sempat melakoni proses kreatif dengan berguru kepada Wayan Gandera, Ketut Djudjul, Wayan Daging, dan Wayan Barwa, pelukis tradisi mumpuni Bali.

Menurut kurator pameran, Hardiman, dalam pameran tunggal di Bentara Budaya Bali kali ini ada dua hal mengemuka, yakni bahasan seksualitas dan bahasa formal kesenirupaan. “Perkara seksualitas yang diajukan I Wayan Sudiarta adalah perkara tipe kepribadian yang, oleh masyarakat dominan, sering disebut sebagai ‘abnormal’,” katanya.

Menurut Hardiman kepribadian bisa dikategorikan ‘normal’ bila sesuai dengan tipe kepribadian dominan. “Bila tidak sesuai dengan tipe kepribadian dominan akan dianggap ‘abnormal’ atau menyimpang (deviant)”, ujarnya. Ditambahkan pula perkara yang dianggap menyimpang ini dihadirkan dalam sejumlah karya dua dan tiga dimensi yang menonjolkan kecenderungan ‘keluar dari persembunyian’ (out of the locker).

Pelukis yang kerap berpameran di Singapura, Jerman dan Italia, serta banyak tempat di tanah air ini juga dipandang mampu mempertautkan sejumlah dialek rupa tradisi Bali dan idiolek miliknya dalam merespon persoalan global. Ia pun menyadari bahwa budaya global merupakan fenomena yang terbentuk dari berbagai citra serta pertarungan aneka definisi yang penuh kontradiksi.

Menurut Putu Aryastawa dan Juwitta Katrina, pekerja budaya di Bentara Budaya Bali, dengan latar kreatif yang boleh dikata lengkap, tumbuh di desa seniman, mengenyam pendidikan akademis yang memadai serta sempat bersinggungan dengan nilai dan teknik rupa tradisi, masyarakat boleh berharap melalui karya-karya Wayan Sudiarta terbaca kemungkinan arah masa depan seni rupa Bali.

“Karya-karyanya ibarat sebuah jendela, bukan hanya menarik secara visual, melainkan mengandung pesona yang memberikan ruang pada kita untuk memahami maknanya lebih dalam; interaksi dari pribadi yang cenderung individual dan sebagian lain dirinya yang bertahan untuk komunal,” kata mereka.

Pameran untuk umum: 31 Maret – 8 April 2011, pukul 10.00 – 18.00 Wita. [b]

Tags: AgendaBudayaGianyarSeni Rupa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Mengurai Ke-Aku-an Seorang Wayan Suja

25 January 2026
GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

27 December 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Gianyar dan Kekosongan Ruang Kolaborasi Kreatif

Kota Seni Gianyar dan Minimnya Ruang Kolaborasi Kreatif

5 June 2025
Next Post
Orang Buang, Kami Kasih Uang

Orang Buang, Kami Kasih Uang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia